May 2nd, 2012 No comments »

  • Share/Bookmark

-PHK SANG JENDRAL-

April 26th, 2012 No comments »

Siapa yang tidak kenal dengan Khalid bin Walid? Ia adalah salah seorang sahabat yang sangat terkenal akan keberanian dan kekuatannya. Tidak hanya itu, ia pun sangat mahir dalam menyusun strategi peperangan. Maka sangatlah wajar jika Khalid bin Walid diangkat menjadi panglima perang sekaligus jenderal dari pasukan kaum muslimin.Pada suatu waktu, Khalid bin Walid sedang memimpin peperangan dan berada di garis depan. Tiba-tiba datang seorang prajurit menyerahkan secarik surat yang dikirimkan oleh khalifah Umar bin Khaththab. Isinya sangat singkat, sekaligus mengagetkan.“Dengan ini dinyatakan bahwa jenderal Khalid bin Walid, dipecat! Harap menghadap dengan segera!“.Setelah membaca surat itu, Khalid bin Walid menjadi gelisah. Ia bingung karena merasa tak berbuat kesalahan. Namun, sebagai orang yang taat pada khalifah, ia segera mundur dari peperangan dan menyerahkan jabatan panglima perang kepada wakilnya.

Singkat cerita, Khalid bin Walid menghadap khalifah Umar bin Khaththab. Ia bertanya perihal isi surat yang diterimanya, hanya sekedar memastikan. “Wahai, Amirul Mukminin. Apakah benar saya dipecat?”, tanya Khalid.“Ya! Anda saya pecat!”, jawab Umar tegas.“Baiklah, ya Amirul Mukminin. Saya dengar dan saya taat pada anda. Tapi bolehkah saya tahu alasannya? Apa kesalahan saya sehingga harus dipecat?”, tanya Khalid lagi penasaran.“Anda sama sekali tidak berbuat kesalahan, sedikit pun!”, jawab Umar.“Atau mungkin saya kurang ahli dalam hal peperangan?”, tanya Khalid lagi.“Tidak! Saat ini, anda adalah panglima perang terbaik yang pernah kami miliki!”, jawab Umar diplomatis.Khalid bin Walid terdiam. Ia tampak bingung dan linglung. Melihat ini, Umar bin Khaththab tersenyum.“Dengarlah, wahai Khalid!”, ujar Umar.“Anda adalah seorang jenderal terbaik dan panglima perang terhebat. Banyak sekali pujian yang ditujukan pada anda, entah itu dari pasukan anda sendiri maupun dari kaum muslimin”, lanjut Umar.“Ingatlah, hai Khalid! Anda itu manusia biasa. Terlalu banyak pujian bisa menimbulkan rasa sombong dalam diri anda. Bukankah Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong?”, sambung Umar bertanya.Khalid bin Walid tak menjawab. Ia diam seribu bahasa.“Karena itu maafkan saya, wahai saudaraku! Agar anda tidak terjerumus ke dalam neraka, maka anda saya pecat!”, ujar Umar lagi.Lagi-lagi Khalid bin Walid terdiam.“Supaya anda tahu. Jangankan di hadapan Allah yang menguasai semesta, di hadapan Umar saja anda tidak bisa apa-apa”, jelas Umar dengan bijak.Seketika itu juga Khalid bin Walid berdiri dan langsung memeluk khalifah Umar bin Khaththab. Ia menangis tersedu.“Terima kasih, ya Umar! Engkau memang benar-benar saudaraku!”, ujar Khalid di sela-sela tangisannya.Setelah pemecatan itu, Khalid bin Walid kembali ke medan perang. Bukan sebagai panglima, tetapi sebagai prajurit biasa. Ia menunjukkan bahwa ia berperang bukan karena jabatan, pangkat, atau kedudukan. Ia berperang semata-mata karena Allah, mencari keridhoan Allah.

  • Share/Bookmark

REVIEW: KARDUS SKI 12 APRIL 2012

April 19th, 2012 No comments »

BBM NAIK, IMAN NAIK. BBM TURUN, IMAN ???

Pada triwulan pertama tahun 2012 ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. Pemerintah berdalih bahwa menaikkan harga BBM merupakan pilihan yang harus diambil karena bila harga BBM tidak dinaikkan maka jumlah pengeluaran pemerintah untuk subsidi BBM akan membengkak. Pemerintah mengemukakan alasan bahwa standar harga minyak yang dipakai untuk alokasi subsidi telah mengalami perubahan dari 90 dollar per barel kini telah merangkak naik menjadi 105 dollar per barel, sehingga bila harga BBM tidak ikut dinaikkan, maka beban pengeluaran pemerintah akan ikut membengkak. Alasan inilah yang dijadikan sebagai kemasan oleh pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun di lain sisi, para pakar ekonomi beranggapan bahwa justru pemerintah akan mendapat kelebihan uang dari kenaikan harga minyak dunia ini. Bagaimana bisa? Ya, Alasannya adalah Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebesar 63 Miliar liter. Sementara untuk mencukupi kebutuhannya, Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp 149,887 T. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp224,546 T. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Miliar Liter @Rp.566,- = Rp35,658 T. Jumlah pengeluaran Pertamina adalah sebesar Rp410,091 T. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut "subsidi". Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di Indonesia = Rp410,091 T – Rp283, 5 T = Rp126,591 T. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesarRp. 224,546 T. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke Pertamina – kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi) = Rp224,546 T – Rp 126,591 T = Rp97,955 T. Dengan kesimpulan seperti ini, maka para para pakar dan pengamat ekonomi menganggap bahwa pemerintah telah melakukan kebohongan publik.

Di tengah hiruk pikuk permasalahan negara yang tak kunjung padam ini, maka rakyatlah pihak yang paling dipusingkan sekaligus dirugikan. Rakyat seperti linglung harus percaya kepada pihak yang mana karena pemerintahan yang carut marut. Namun adakah pengaruh kejadian dan pemerintahan macam ini dengan iman seseorang? Pernah terjadi pada zaman Rasulullah “Harga melambung pada zaman Rasulullah SAW. Orang-orang ketika itu mengajukan saran kepada Rasulullah dengan berkata: “ya Rasulullah hendaklah engkau menentukan harga”. Rasulullah SAW. berkata:”Sesungguhnya Allah-lah yang menetukan harga, yang menahan dan melapangkan dan memberi rezeki. Sangat aku harapkan bahwa kelak aku menemui Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntutku tentang kezaliman dalam darah maupun harta.” (Ad-Darimy, Sunan Ad-Darimy, Darul Fikri Beirut , tt., hlm 78). Jawaban Rasulullah atas permintaan Anas ini mengajarkan kita untuk berpikir positif, bermental muslim dan berkeyakinan kuat. Rasulullah sudah memahami bahwa ketika para pedagang di pasar menaikkan harga dagangannya, berarti ada sesuatu hal yang mendorongnya untuk melakukan hal itu. Apakah itu kebutuhan keluarga yang tinggi atau hal lain? Yang pasti, pemahaman yang baik ini menimbulkan reaksi sikap yang juga baik. Hal ini terlihat dari kalimat Beliau selanjutnya, “Saya sungguh berharap bertemu dengan Allah dan tidak seorang pun boleh memintaku untuk melakukan kezaliman dalam persoalan jiwa dan harta”. Menurut Imam Asy-Syaukani, penetapan harga secara sepihak, untuk kepentingan pembeli akan mengakibatkan hilangnya barang dari pasar dan terjadinya praktik penimbunan. Akhirnya harga akan naik dan semakin menyulitkan pihak yang kurang mampu. Sementara menetapkan harga untuk kepentingan penjual akan membuat konsumen enggan membeli dan hal ini akan membuat penjual malah merugi. Sedangkan Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa hadist ini pengecualian jika produk yang diperjualbelikan menyangkut kepentingan publik. Dr. Yusuf Qordhowi menguatkan hal tersebut bahwa keterlibatan pemerintah harus ada apabila menyangkut kepentingan banyak. BBM tentu saja komoditas publik yang sangat penting maka campur tangan pemerintah harus ada. Sebab, dalam Islam negara berfungsi sebagai pengatur kebijakan dan perencanan ekonomi demi kemaslahatn masyarakat. Singkat kata sebenarnya Islam memberikan keleluasaan mekanisme harga mengikuti pola penawaran dan permintaan yang berlaku namun jika menyangkut hal-hal yang sangat urgen dan strategis, seperti BBM, maka hasil kekayaan alam harus dikelola oleh negara; sama halnya panas bumi,listrik, air dan lain sebagainya. Amanat ini sudah jelas pula diungkapkan dalam UUD 1945 pasal 33.

Lalu bagaimana sikap terbaik dalam menghadapi permasalahan pelik ini? Yaitu Iman harus selalu naik. Dalam kondisi apapun, grafik keimanan harus naik, seperti grafik y sama dengan x pangkat tiga. Satu ketika Kholifah ar-Rasyid Umar bin al-Khathaab rahimahullah pernah berkata kepada para sahabatnya,( هَلُمُّوْا نَزْدَادُ إِيْمَانًاMarilah kita menambah iman kita.” ). Sahabat Abu ad-Darda` Uwaimir al-Anshaari rahimahullah berkata, ( الإِيْمِانُ يَزْدَادُ وَ يَنْقُصُIman itu bertambah dan berkurang.). Jadi Kesimpulannya adalah bagaimanapun keadaan yang ada pada masyarakat sekarang ini, walaupun negara dalam kondisi yang carut marut sekalipun, kita harus tetap memiliki kewajiban untuk menjaga kondisi iman kita.

  • Share/Bookmark

The Art of Teaching

March 12th, 2012 No comments »

The Art of Teaching

Assalamualaykum.wr.wb

Teman2 semua, udah bulan maret nih, dari SKI FKIP UNS pun ga ketinggalan meramaikan maret 2012 ini,, yaps.. tentunya dengan agenda-agenda keislaman yang senantiasa menghijaukan kampus UNS tercinta.
Oiya,,, gak ada asap kalo ndak ada api..Dalam rangka perayaan DIES NATALIS UNS ke-36 ini... SKI FKIP UNS pun ndak ketinggalan turut meramaikannya.. tentu tidak jauh-jauh dari kegiatan keislaman,,
EITTTSSSS...iya,, kali ini agenda kita untuk para calon pendidik khususnya,,dan untuk umum juga pastinya,,yuupps,, Seminar The Art of Teaching.

Isinya tentang bagaimana seni dalam mengajar,,,dan bagaiman Rasulullah Muhammad SAW dulu mendidik para sahabat dan pengikutnya...WAOW.. ^.^...So guys,,jangan lewatkan seminar ini,,hanya 5ribu,,fasilitas dijamin lengkap sesuai pamflet,dengan

Pembicara :

Ustad Dwi Budianto (penulis buku Prophetic Learning),

Bapak Agung Wijayanto S.Pd., M.Pd.

Keynote speaker :

Sukarmin M.Pd., Ph.D.

dan makin mantap dengan performing art teman-teman Vox Magistra FKIP UNS..Lets Join yak..

Pendaftaran
REG_TAT_Nama Lengkap_instansi/Fakultas
Putra : 085642251050 (Ichsan)
Putri : 085647809116 (Amalia)

  • Share/Bookmark

majalah lebah edisi perdana

December 15th, 2011 No comments »

majalah lebah edisi perdana dari media SKI FKIP UNS

disusun dalam bentuk E- Magz untuk mempermudah distribusinya,  bisa di download di sini

  • Share/Bookmark