Mengenal NII Melalui Ciri-Ciri Pengikut NII

  • 0

Mengenal NII Melalui Ciri-Ciri Pengikut NII

Category : BERITA ISLAM

Perilaku kelompok ini bertentangan dengan ajaran islam. Mereka tidak mewajibkan shalat lima waktu, yang sebenarnya wajib. mereka memiliki kriteria yang melenceng tentang ketentuan menutup aurat. bahkan mereka menilai kondisi saat ini sama dengan masa jahilihah, oleh karenanya mereka berhak mengambil harta siapapun (warga negara indonesia, muslim maupun non-muslim) dengan cara apapun. harta yang mereka peroleh dianggap sebagai harta rampasan perang yang berhak mereka ambil dari kaum kafir yaitu orang-orang yang di luar NII. cara-cara gerombolan ini mengumpulkan dana, selain ditempuh dengan cara mengambil harta siapapun, dengan dalih dan cara apapun, juga dengan menetapkan sejumlah target kepada setiap jamaahnya.”
Berikut adalah ciri-ciri lainnya kelompok Toto Abdussalam:
1) Pengajian tertutup, dan dalam tempo singkat, terkesan pemaksaan,
2) calon pengikutnya diajak ke suatu tempat tertentu untuk di bai’at
3) Mata sang calon ditutup rapat dan penutup baru dibuka ketika mereka sampai di tempat tujuan
4) mereka berdakwah dengan menjual ayat-ayat Al Qur’an dan Dienul Islam, tetapi dalam pelaksanaannya sangat jauh dari Dienul Islam yang diungkapkan,
5) Mereka suka melakukan penyedotan dana jamaahnya, sedikit-sedikit bayar uang,
6) tidak berkewajiban menutup aurot bagi perempuan
7) Tidak mewajibkan Shalat dengan Alasan belum Futuh Mekkah, padahal Nabi Muhammad SAW wafat setelah terjadi Futuh Mekkah
8) Tidak mampu membayar infaq dianggap berhutang
9) Mengkafirkan orang diluar kelompoknya
10) menghalalkan bentuk pencurian
11) Isra’ Mi’raj, ketika Nabi naik langit ke tujuh mereka artikan tentang tingkatan struktur pemerintahan, yaitu RT, RW, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur dan Presiden.
12) Mengatasnamakan NII untuk menjaring aktivis muslim, tetapi disisi lain menghalalkan darah muslimin.
13) dan masih banyak bentuk-bentuk penyimpangan terhadap Al Qur’an dan Sunnah.

Disinyalir misi NII KW9 Abu Totio ini adalah misi terselubung untuk menghancurkan pemahaman nilai-nilai islam dengan menggunakan Islam itu sendiri. Seperti Politik Napoleon Bonaparte, “Kalau ingin membunuh kuda gunakan kuda”. Misi NII saat ini bukan untuk mendirikan Negara Islam Indonesia seperti yang diutarakan untuk merekrut orang baru. namun kini orientasi dari NII dsinyalir adalah untu kepentingan materi dan kehancuran islam dari dalam dengan menggunakan islam itu sendiri.
Referensi :
Al Chaidar.2000. “Sepak Terjang KW9 Abu Toto (Syekh PAnji Gumilang) Menyelewengkan NKA-NII PAsca S.M. Kartosoewiryo“.Penerbit : Madani Press.
Buku Ini dapat diperoleh di Perpustakaan PUsat UNS (UPT Perpustakaan No katalog 297.632 AIC)


Leave a Reply