Rindy, Darinya Kita Belajar Arti Ketegaran

  • 0

Rindy, Darinya Kita Belajar Arti Ketegaran

Category : KISAH

Dia seorang gadis manis. Kulitnya coklat. Tubuhnya mungil.

“Namanya siapa?”tanyaku

“Rindy”

“Kelas berapa dek?”

“Kelas 4 SD”

“Yuk mulai mbaca iqro’nya, sampai iqro’ berapa?”

“Iqro’2 mbak. Mbak tahu TPA Hidayatullah?”

“Em, ndak ki dek”jawabku jujur. Pernah dengar tapi belum tahu lokasinya.

“Dulu saya sudah ngaji disana, tapi terus berhenti. Soalnya pindah rumah kesini.”

“Dek Rindy rumahnya di sebelah mana?”

“Di daerah relokasi”

Maksudnya adalah di  perumahan relokasi banjir. Rumah-rumah sederhana itu dibangun untuk para korban banjir Bengawan, setahuku demikian.

Bacaan iqro’ Rindy lancar. Subhanallah. Teman-teman yang lain biasanya tersendat-sendat.

“Ayo dek bacanya lebih keras”kataku pada Rindy

Dek reva yang menjawab,”Lagi sakit mbak, suaranya”

“Iya, kemarin habis operasi mbak”Rindy membuka jilbab mungilnya. Terlihat sayatan sekitar 7 cm di bagian tenggorokan.

“Adek sakit apa?”tanyaku agak tercekat

“Sakit paru-paru mbak. Paru-parunya bernanah. Kemarin habis disedot. Kadang masih suka ada nanahnya. Di sebelah sini . . .”cerita Rindy sambil menunjukkan dada sebelah kanan.

Ya Rabb, anak sekecil itu.

“Sakit dek?”tanyaku retoris. Jelas saja pasti sakit!

Rindy Cuma mengangguk.

“Rindy nangis tidak?”

“Nggak mbak”sahutnya sambil menggeleng.

Lihat matanya yang cerah. Tak terlihat bayang kesedihan atau ketakutan.

“Subhanallah, dek Rindy berarti kuat. Allah sayang sekali dengan anak yang tegar dan kuat”

Beginilah kondisi adik-adik TPA. Macam-macam ceritanya. Kebanyakan dari kalangan kurang mampu.

Dek Rindy, dengan kondisinya yang seperti itu . . .

Kita yang udah mahasiswa, sakit sedikit saja mungkin sudah mengeluh.


Leave a Reply