Acara Bedah Buku “Enak Bener Jadi Orang Pinter” dalam Serangkaian Ukhuwah Fair

  • 0

Acara Bedah Buku “Enak Bener Jadi Orang Pinter” dalam Serangkaian Ukhuwah Fair

Category : UMUM

Alhamdulillahirabbil’alamin..

Puji syukur kepada Allah atas segala tantangan dan pertolongan-Nya sehingga acara bedah buku “Enak Bener Jadi Orang Pinter” dapat terlaksana sesuai dengan rencana yaitu pada hari Sabtu, 23 Juni 2012. Seperti acara pada umumnya, acara bedah buku dimulai dengan gladi bersih untuk mempersiapkan acara pada hari-H. Gladi bersih dilaksanakan pada H-1, tepatnya pada hari Jum’at, 22 Juni 2012 pukul 15.30 – 17.30 di aula Gedung F FKIP UNS yang dihadiri oleh beberapa panitia Ukhuwah Fair.

Pada pelaksanaan acara bedah buku “Enak Bener Jadi Orang Pinter” hari Sabtu, 23 Juni 2012 dimulai pada pukul 06..45 WIB, telat 45 menit dari waktu yang sudah direncanakan. Sebelum acara inti dimulai, panitia melakukan briefing terlebih dahulu untuk mengecek kesiapan tiap sie. Setelah briefing lalu dilanjutkan dengan registrasi peserta. Pada pukul 09.11, acara dibuka oleh Aditya Tulus Nugraha dan Parji dengan membaca Basmallah. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ichsan Fauzi dan sambutan oleh ketua panitia, Andi Wahyudi, dan Ketua Umum SKI FKIP UNS, Septian Bayu Nugraha. Acara terasa hambar ketika tidak ada sajian yang disuguhkan selain acara inti. Maka, panitia menghadirkan Faiz, sebuah grup nasyid accapela dari FUSI FP UNS sebagai hiburan dengan sajian dua buah lagu sebagai refresh sebelum memasuki acara inti agar peserta lebih rileks dalam mengikuti acara bedah buku tersebut. Memasuki acara selanjutnya, yaitu acara inti. Acara inti ini dipandu oleh moderator Eko Pujianto. Beliau merupakan mahasiswa Pendidikan Kimia FKIP UNS semester 2 dengan begitu banyak organisasi yang diikutinya. Dengan pembawaanya yang khas, beliau memandu acara dengan baik dan atraktif sehingga acara terkesan tidak membosankan. Sesuai yang sudah dijanjikan, acara bedah buku ini di isi oleh Ustadz Fatan Fantastik selaku penulis buku “Enak Bener Jadi Orang Pinter” sekaligus berperan sebagai pembicara 1 dan Dr. M. Rohmadi, M.Hum sebagai pembicara 2 yang merupakan dosen Program Pendidikan Bahasa dan Sastra, Motivator juga penulis buku. Dengan Tema acara “Motivasi Diri Menjadi Muslim Inspiratif, Cerdas dan Berkualitas” , kedua pembicara tersebut menyampaikan materi dengan luar biasa memotivasi. Ustadz Fatan mengawalinya dengan bahasan yang santai namun mengena. Mengawalinya dengan membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepintaran antara lain kepintaran yang hanya dipakai buat pintar sendiri (egois), orang pinttar tetapi tidak bisa menularkan kepintarannya kepada yang lain, pintar yang tidak mampu memintarkan, orang pintar namun kelakuannya tidak benar, tidak mencerminkan kelakukan orang yang pintar/berakal. Beliau juga membahas masalah yang sudah lama melanda Indonesia di bidang pendidikan ini, namun tidak disadari oleh kebanyakan masyarakat, justru menjadi kebanggaan yang dapat ditunjukkan kepada warga dunia, yaitu pintar dalam teori. Banyak anak Indonesia juara dalam berbagai Olimpiade mulai dari tingkat Kabupaten sampai tingkat Internasional. Namun dalam kenyataan di lapangan, banyak yang tidak mempraktikannya dalam kehidupannya, seakan-akan itu hanya teori-teori yang tidak bisa dan tidak perlu dipraktikan. Pintar hanya dalam masalah teori tapi dalam praktiknya tidak sesuai dengan pemahaman teorinya. Inilah yang bisa disebut dengan pintar tapi tidak benar. Kata beliau selanjutnya adalah, guru merupakan orang yang mempunyai kewajiban mentransfer karakter (sisi afektif), tidak hanya ilmu pengetahuan seperti sikap mental positif untuk belajar. Apapun yang dapat diambil hikmahnya, tidak selalu harus dari guru dan berada di dalam kelas, alam yang Allah swt ciptakan pun bisa menjadi media belajar kita. Seorang yang pintar juga harus bermental pintar, punya cita-cita yang tinggi dengan motivasi yang tinggi dan kerja  keras agar cita-cita tersebut dapat dicapai dengan sempurna. Beliau tidak hanya berbicara mengenai buku yang sedang dibedah tetapi juga mengenai acara yang diselenggarakan. Tidak hanya hidup kita yang memerlukan visi dan misi, tetapi acara yang diselenggarakan juga harus mempunyai visi dan misi yang diiharapkan bisa tercapai.

Pembicara 2, Dr. M. Rohmadi, M.Hum lebih cenderung berupa motivasi-motivasi. Bagaimana seseorang itu bisa membangun kesinergisan antara niat dengan apa yang dilakukan. Menjadi teladan yang tidak hanya teladan. Menjadi contoh yang tidak sekedar contoh. Tetapi belajarlah dari teladan dan contoh yang kita tunjukkan. Beliau juga berbicara mengenai hakikat manusia. Manusia sebagai makhluk individu, yaitu berhubungan dengan diri dari manusia itu sendiri terutama hati. Manusia sebagai makhluk sosial, yaitu bagaimana interaksi kita dengan manusia lain dan lingkungan sekitar dimana kita tinggal. Manusia sebagai makhluk religius, yaitu bagaimana hubungan manusia dengan Yang Menciptakan. Masa kuliah merupakan masa terakhir sebelum kita terjun langsung ke masyarakat, hidup membaur bersama masyarakat, masa-masa pembelajaran bagaimana hidup dengan masyarakat karena dunia kampus bisa disebut dengan miniaturnya masayarakat. Di kampus terdapat bermacam manusia dengan asal daerah, suku, agama, budaya bahkan negara yang berbeda. Bermacam pula organisasi kampus baik itu internal kampus maupun eksternal kampus. Maka, di sini beliau memberikan pilihan karakteristik mahasiswa yang bisa menjadi bahan renungan kita, apakah kita akan menjadi mahasiswa biasa dengan banyak bicara, mahasiswa bagus yang banyak merencanakan apa yang ia katakan, mahasiswa hebat yang pandai merealisasikan perkataan dan rencananya, mahasiswa yang berprestasi yang dengan kata-kata, rencana dan realisasinya menjadi inspirasi banyak orang atau akan menjadi mahasiswa sejati? Bukan mahasiswa yang tidak lulus-lulus, tetapi mahasiswa yang cerdas dan berkarakter, yang dengan realisasi dan menginspirasinya dia menjadikan ia mampu membaca situasi, mempunyai karakter yang kuat, tidak mudah goyah oleh keadaan namun justru mampu mengubah keadaan.

“Belajar merupakan proses perubahan secara konstan, perubahan perbaikan yang berkesinambungan dalam dirinya, baik cara berpikir, mentalitas dan perilakunya.” (Ust. Anis Matta, Lc)

Setelah berakhirnya inti acara, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ada dua penanya masing-masing 1 dari ikhwan dan 1 dari akhwat. Setellah sesi Tanya jawab, acara kembali diserahkan ke MC oleh moderator. Kemudian, perform hiburan dari Faiz Nasyid Accapela sebelum menuju penutup acara. Acara ditutup pukul 12.20 WIB oleh MC dengan membaca Hamdallah dan doa.


Leave a Reply