Sekilas tentang Seminar Nasional The Art of Teaching 23 Maret 2014

Guru senantiasa mencurahkan semua perhatiannya kpd anak didiknya, dia yang merasa bersedih ketika siswanya menghadapi kesulitan,

dia bahagia manakala putra-putrinya mengukir prestasi. Bukan sekeping uang yang ia harapkan, bukan pula bingkisan yang beliau nantikan, namun kesuksesan anak didiknya lah yang selalu beliau dambakan.. Terima kasih guru, jasamu tak terkira dan tak kami lupakan. -Guru Sejati Menjadi Inspirasi Lintas Generasi-

      Sambutan ketua panilia oleh Akh. Subhan Guru harus menjadi otaknya pendidikan Indonesia, Guru harus menjadi hatinya Pendidikan Indonesia Guru harus menjadi tulang punggung Pendidikan Indonesia

      Sambutan Pembina SKI FKIP UNS oleh Bpk. Muhtarom guru harus melahirkan peseta didik yang religius (kurikulum 2013), guru harus menjadi ujung tombak, selain itu juga siap untuk tombok dalam memfasilitasi kesuksesan peserta didik

      Sambutan oleh Prof. Dr. rer. nat Sajidan M,Si. antara profesi dan panggilan jiwa menjadi Guru harus dimulai dari niatan hati dengan demikian akan mendapatkan kepuasan batin #dengan bismillah The Art Of Teaching resmi dibuka

Pemateri 1 Prof. Dr. rer.nat. Sajidan, M.Si (PD I FKIP UNS) #Tema: Guru masa kini >> Antara Profesi dan Panggilan Hati

Ketika kita mengajar dan mendidik diperlukan sebuah apresepsi yang diberikan diawal pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mengkondisikan, membentuk pola positif  dan menyamakan frekuensi siswa sehingga pembelajaran yang kita berikan bisa diserap dan dipahami dengan baik. Menjadi seorang guru merupakan kolaborasi antara profesi dan panggilan hati bukan sekedar untuk memenuhi kewajiban dan kebutuhan materi. Sebagai guru yang baik (professional) kita harus mampu tidak hanya mentransfer pengetahuan (knowledge) tetapi juga nilai (value) yang ditananamkan pada diri siswa/peserta didik. Guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsi sebagai guru dengan kemampuan maksimal.

Kompetensi Pedagogik yang dimiliki oleh seseorang lulusan kependidikan harus lebih baik dari pada seseorang yang merupakan lulusan non kependidikan. Karena dalam proses pendidikan, kita mendapatkan beberapa mata kuliah yang mendukung kompetensi pendagogik kita, yang mana mata kuliah ini tidak diberikan di non kependidikan. Jadi kita jangan takut kalah bersaing dengan teman-teman yang lain yang berasal dari non kependidikan.

Permasalahan Pendidikan Indonesia saat ini: 1. Distribusi tidak merata 2. Mismatched 3. Kekurangan di daerah khusus 4. Kualifikasi 5. Profesionalisme (Kompetensi) 6. Pendidikan calon guru

Agar proses pendidikan bisa berjalan dengan baik, seorang pendidik harus membangun kesetaraan antara dirinya dengan peserta didiknya. Hal ini sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Rosulullah SAW senantiasa memanggil orang-orang yang mengikutinya dengan sebutan “SAHABATKU” karena itu mempunyai efek psikologis yang mampu menimbulkan kedekatan.

Pemateri 2 : Bp Agus Sampurno, Kepala Sekolah Ananda Islamic School Jakarta

>> #Tema : Menjadi Guru Inspiratif apakah sulit??

“Guru tidak hanya senang mengajar tetapi senang belajar”.  “Guru yang baik belum tentu guru yang senior, tetapi guru yang baik adalah guru yang kreatif dan menginspirasi”.

Empat angin Perubahan dalam pendidikan: 1. Teori-teori baru dalam dunia pendidikan 2. Sikap dan Peran Orang Tua 3. Perspektif siswa 4. Tantangan Praktis

Menurut anda apakah yang paling sulit??

Ya ada berbagai pendapat tentang hal ini. Akan tetapi jadikan ke empat angin perubahan itu sebagai tantangan. Dan kita harus senantiasa mencoba dan selalu mencoba untuk menghadapi setiap tantangan agar menjadi suatu kebiasaan.

“Guru yang baik mengajar dari hati dan tidak sekedar dari buku”. Guru yang mengajar dengan hati, justru akan merasa berarti dan tertantang saat menghadapi siswa yang bermasalah.

Kita harus senantiasa bersyukur dengan apa yang kita miliki dan apa yang kita dapatkan, dan yankinlah disemua karier itu ada peluang. Memberi label (mengecap) anak itu bukan merupakan ciri guru yang inspiratif. Sebagai pendidik (guru) kita harus bisa memahami peserta didik kita. Kita harus memberikan ilmu yang applicable kepada peserta didik kita, sehingga mereka akan lebih bersemangat dalam belajar dan merasa haus akan ilmu.

Jika kita ingin menjadi guru yang inspiratif kita harus banyak melakukan perencanaan (planning) dan meeting.

Pemateri 3; Ustad Fatan Fantastic (Learning Training, Penulis Buku “Bikin Belajar Selezat Coklat”) >> #Tema : “Pendidikan dalam ISLAM

Saudaraku apakah niat kalian kuliah di UNS ini..?? Apakah hanya sekedar untuk mencari ijazah ataupun sertifikat..?? Sadarlah bahwasanyya ijazah itu tidak akan kita bawa mati. Mari mulai sekarang kita memperbarui niat kita.

Murid itu tidak harus orang yang lebih muda dari kita. Akan tetapi semua orang, tua, muda, anak kecil bahkan tukang kebun pun bisa menjadi murid kita. Sebagai seseorang yang berilmu kita harus memiliki prinsip “sampaikanlah walau hanya satu ayat” sehingga ilmu yang kita miliki bisa bermanfaat, tidak hanya sekedar tersimpan di otak saja. Karena ilmu yang tidak diamalkan sedikit demi sedikit pasti akan luntur dan hilang.

Saudaraku dari posisi dudukpun saat kita belajar bisa mencerminkan kesuksesan kita kedepannya. Dari beberapa riset menyatakan bahwa jika seseorang belajar dengan posisi duduk membungkuk (condong kedepan) maka itu merupakan tanda orang itu tidak sukses. Jika ketika belajar posisinya agak membungkuk maka dia adalah orang yang agak sukses. Dan orang yang belajar dengan posisi duduk yang tegap maka dialah yang akan menjadi orang sukses.

“yuks perbaiki posisi duduk tegak” cerminkan kesuksesanmu!!

“Indonesia tidak butuh Anda, jika Anda cuma main-main jadi guru”. Jabatan dan gelar akan menjadi mulia jika ditempatkan pada tempat yang mulia juga”.

Kita sebagai calon guru harus mampu mendidik tidak hanya mengajar. Karena pada hakekatnya mengajar itu hanya transfer of knowledge sedangkan mendidik itu selain transfer of knowledge juga transfer value and construct the character. Dan perlu kita pahami bersama bahwasannya “education is not only teaching”.

sebagai umat muslim kita harus memahami makna pendidikan sesuai yang termuat dalam al-Qur’an. What is “EDUCATION” in Islam???

  1. Tarbiyah : memperbaiki sesuatu dan meluruskannya untk kemaslahatan umat dengan asas untuk mencapai keridhoan Allah SWT. Sehingga mengajar tidak hanya membutuhkan seni tetapi juga membutuhkan ilmu yang tepat.
  2. Ta’lim : proses pemberian ilmu yang membuat menjadi kian takut (khosyyah) kpd Alloh, akhlak dan ibadah menjadi baik, hati tenteram, hidup tertata, dan menghasilkan produk yang bermanfaat
  3. Ta’dib : proses penamaan adab, (tata laku batin dan lahir) yang memiliki fondasi akidah.

“Guru yang baik adalah guru yang dominan dan tau cara menanamkan kebaikan”

Berikut adalah hasil dari sesi diskusi 1. bagaimana merubah pola pikir guru yang hanya sekedar mengajar, dan memotivasi diri agar menjadi guru yang berkualitas?

Banyaknya media elektronik, menurunkan semangat untuk membaca.. bagaimana solusinya?? ==> untuk menjadi guru harus didasarkani minat dan bakat, selain itu tidak hanya aspek kogniitifnya saja. karakter pendidik harus religius (akidah kuat, bersih) tanpa didasari dg ketaqwaan itu sangat berat, harus sesuai panggilan hati. guru harus menjadi panggilan hati, panggilan jiwa, dan disrti ketaqwaan yang nantinya melahirkan sifat jujur, ikhlas. Teori-teori belajar : ..teori Burner ..teori Piaget > belajar bermakna ..teori Vygotsky > keterampilan proses 2. bagimana menjadi guru inovatif, untuk menghadapi peserta didik yang beraneka ragam karakter? ==> mengajar inovasi, guru harus mempunyai planning yang harus dianalisa kembali, dan tidak melabel siswa. mengelompokkan siswa berdasarkan cara belajarnya (kinestetik, auditori, atau visual) anak-anak jaman sekarang butuh antusiasme, jadi guru harus memiliki strategi-strategi untuk menyesuaikan cara belajar siswa.

closing statement ~untuk menjadi guru yang profesional adalah niat yang tulus, bahwa untuk menjadi guru adalah panggilan jiwa.. ~memiliki: kompetensi profesional, kepribadian, keterampilan dan sosial ~Menjadi guru tidak harus terpaku pada ruang dan waktu, maka jadilah guru yang sejati dan profesional. ~ Mari kita perbaiki Indonesia dengan mulai dari hal yang kecil yaitu memperbaiki diri kita sendiri, belajarlah dengan sungguh-sungguh. mari kita berlomba dengan orang-orang hebat maka, hari ini melahirkan lebih dari 500 guru hebat yang ada diruangan ini..

“Guru Sejati Menjadi Inspirasi Lintas Generasi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *