KARDUS #4 – “Beginilah Seharusnya Cinta”

KARDUS #4

“Beginilah Seharusnya Cinta”

(Perang Badar)

10 April 2014, @gelora pendidikan with Ust. Ardi Amsir Amran

Perang badar merupakan pertempuran besar pertama, antara umat islam dengan musuh-musuhnya (pasukan Quraisy). Pada saat itu umat muslim terdiri atas 313 pasukan, sedangkan pasukan Quraisy terdiri atas 1000 pasukan. Banyak pahlawan yang muncul dalam perang ini, seperti Ali bin Abi Thalib yang pada waktu itu berumur 12 tahun, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Umar bin Khatab. Sedikitnya jumlah pasukan kaum muslimin tidaklah membuat kaum muslim gentar dalam melakukan perlawanan terhadap pasukan Quraisy. Berbagai siasat dan taktik terus digencarkan oleh Rasulullah beserta pasukannya, dan bantuan Allah pun berdatangan. Hal ini mengakibatkan pasukan Quraisy kocar-kacir bahkan iblis pun ikut lari dari medan peperangan. Kemenanganpun diraih oleh umat islam.

Saudaraku, Sesungguhnya ada perang yang lebih besar dibandingkan perang badar yang kita hadapi saat ini, yaitu perang terhadap hawa nafsu. Kondisi umat islam saat ini adalah sama dengan kondisi umat islam zaman dahulu. Saat ini umat islam terdiri dari berbagai golongan, yaitu 77 golongan, tetapi pada akhirnya nanti hanya akan tersisa 1 golongan saja. Satu golongan tersebut merupakan golongan yang terbaik. Apabila diibaratkan, kondisi umat muslim saat ini “seperti hidangan diatas meja”, makanan yang ada diatasnya akan diperebutkan untuk diinjak-injak.

Indonesia memiliki penduduk muslim terbanyak. Akan tetapi Indonesia juga merupakan 3 besar penikmat blue film. Saat ini musuh-musuh islam sudah mengetahui apa saja yang menjadi kelemahan umat muslim. Mereka tidak lagi menyerang dengan senjata, akan tetapi mereka menyerang melalui pemikiran dan kebudayaan.

Seperti halnya perang Badar di zaman Rasulullah, Rakyat Palestina juga melawan Israel/Yahudi dengan segala keterbatasan. Dari keterbatasan-keterbatasan ini munculnya gerakan Intifadhah, yaitu gerakan melempar batu (roket, rudal). Tokoh yag muncul dari gerakan ini adalah Ahmad Yasin. Banyak anak kecil Palestina yang melempar batu kepada orang Israel/Yahudi yang membawa senjata-senjata lengkap. Orang-orang Palestiina tak pernah merasa takut ataupun dalam hatinya terbesit niat untuk mundur dari perjuangan  ini, mereka yakin sekuat apapun kekuatan musuh mereka, yang menanamkan rasa takut itu hanyalah Allah dan Allah maha Berkehendak atas segala sesuatu.

Contoh kemenangan dalam skala individu, misalnya ketika kita akan UK, maka mintalah kepada Allah. Kita bisa bangun tengah malam sholat dan meminta jawaban kepada Allah, tidak mustahil Allah akan memberikan jawaban dari Uk yang akan diberikan, karena yang membuat soal itu adalah dosen, dosen juga adalah ciptaan Allah dan semua yang mengendalikan adalah Allah. J

Saudaraku, perang badar sebenarnya adalah mengajarkan kita tentang tauhid. Fenomena perang badar merupakan fenomena pertolongan dari Allah. Jika Allah sudah mencintai makhluknya, maka makhluk disekitar akan mencintainya pula. Allah itu sesuai prasangka hambanya. Sandarkan cinta kita hanya kepada Allah semata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *