KARDUS #6 – “MENDIDIK DENGAN CINTA”

  • 0

KARDUS #6 – “MENDIDIK DENGAN CINTA”

KARDUS (Kamis, 08Mei 2014)

MENDIDIK DENGAN CINTA”

(With Ust. Rohmadi)

 

Cinta adalah kasih sayang. Cinta yang hakiki adalah cinta kepada Allah SWT. Seperti sumpah kita saat berada dalam kandungan (bersyahadat). Syahadat adalah sebagai penambah dan penguat keyakinan kita bahwa tiada Illah selain Allah SWT, dan nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.

Didalam Qur’an Surah Al-Alaq ayat yang pertama berisi perintah iqro’ (bacalah). Tidak hanya membaca ayat-ata Kauliyah tetapi juga ayat-ayat Kauniyah (alam beserta tanda dan gejalanya). Pengetahuan dan sikap haruslah selaras. Mari menjadi pendidik yang dirindu murid. Semua orang sebenarnya bisa mendidik dengan cinta, tinggal dia mau atau tidak.

Ada beberapa pilar untuk menjadi pendidik yang dirindu oleh murid-muridnya, yaitu: 1) Niat. Segala sesuatu itu bergantung pada niat, “innamalakmalu binniat” maka tidak akan muncul rasa malas dan aras-arasan. Mari kita niatkan menjadi pendidik itu sebagai salah satu bentuk ibadah kita lillahita’ala, tiada yang lain. In syaa Allah dengan niat ibadah inilah Allah akan melancarkan usaha kita dalam menjadi seeorang pendidik.

2) Komitmen. Ketika kita mempunyai komitmen untuk menjadi guru maka hal itu akan terasa lebih mudah. Dari sekarang kita harus menguatkan kompetensi kita baik soft kill maupun hard skill. Menjadi seorang pendidik yang profesional juga bisa kita latih mulai dari sekarang, misalnya dengan cara mengajar TPA di masjid di sekitar kita ataupun cara yang lainnya. Dengan adanya komitmen maka akan tergugah rasa semangat.

3) Kreatifitas. Menjadi guru yang dirindu salah satu caranya dengan menularkan ilmu kepada siswanya. Seorang guru harus memiliki kreatifitas dalam menyampaikan materi dan kreatifitas dalam mendekati anak-anak didiknya. “Dekati hati anak didik kita sedekat hidung kita”. Kecerdasan bahasa dalam menyampaikan materi dan kedekatan psikologis dengan peserta didik akan sangat berpengaruh dalam proses mendidik. Sehingga gunakan bahasa yang tepat sesuai kondisi anak didik kita.

4) Kerjasama Team. Harus ada kerja tim dalam mendidik, antara guru dan murid sehingga ada keseimbangan.

5) Memberi sesuai kebutuhan. Dalam mendidik kita harus menyesuaikan sesuai proporsi kebutuhan anak didik kita, karena setiap anak didik itu memiliki karakteristik tertentu yang bersifat unik.

6) Kita mulai dari diri sendiri. Sebagai seorang pendidik kita dituntut untuk memberikan teladan yang baik bagi anak didik kita. Teladan yang baik bukan hanya sekedar ucapan tapi teladan yang baik adalah dengan memberikan contoh melalui tingkah laku dan perbuatan kita sendiri. Mari kita mulai dengan memperbaiki shalat kita, belajar tertib dalam menjalankan shalat, kemudian kita tingkatkan kekhusukan dan beristiqomah. Mari kita memberikan keteladanan bagi diri sendiri terlebih dahulu sehingga bisa menjadi teladan bagi orang lain.

7) Kesabaran. Untuk menjadi pendidik kita harus sabar, banyak godaan bagi orang-orang yang berada di jalan Allah, maka bersabarlah dijalan ini. Ciptakan ketulusan dalam jiwa ketika mendidik.

 

Menjadi guru itu tidaklah sulit asalkan kita mau dan kemauan itu tidaklah sulit jika ada niat.

Mari kita menjadi guru sejati yang selalu menginspirasi, dan guru yang bermartabat yang bermaslahat bagi umat.

 


Leave a Reply