MEMAKNAI HARI KELAHIRAN PANCASILA

  • 0

MEMAKNAI HARI KELAHIRAN PANCASILA

Category : BERITA ISLAM , UMUM

Masih ingatkah anda dengan makna tanggal 1 Juni bagi Indonesia? Jika ada diantara kalian yang menjawab hari kelahiran Pancasila, jawaban kalian tepat sekali. Tapi, apa makna sesungguhnya hari kelahiran Pancasila bagi Indonesia? Dan apa pula makna Pancasila bagi umat Islam di Indonesia?

Sejarah Lahirnya Pancasila

Berbicara mengenai Pancasila tentu tidak akan terlepas dari sejarah kelahirannya. Seperti yang diketahui, istilah Pancasila pertama kali diperkenalkan oleh Ir. Soekarno, dalam sidang I BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Ketika itu, Soekarno memaparkan gagasannya mengenai dasar negara Indonesia, dalam lima rumusan, yakni 1) Nasionalisme/Kebangsaan Indonesia; 2) Internasionalisme/Perikemanusiaan; 3) Mufakat/Demokrasi; 4) Kesejahteraan Sosial; 5) Ketuhanan yang Berkebudayaan. Lima rumusan tadi oleh Soekarno kemudian diberi nama “Pancasila”, atas usulan salah seorang ahli bahasa. Pancasila berarti lima sila asas yang menjadi jiwa seluruh rakyat Indonesia.Tahun 1947, pidato Soekarno dalam sidang BPUPKI tersebut, dipublikasikan dan diberijudul “LahirnyaPancasila”, sehingga tanggal 1 Juni dikenal dengan hari lahirnya Pancasila. (Warsito, 2012.hlm.10)

Setelah itu, gagasan Soekarno dikaji lebih dalam oleh para tokoh negara lain. Kemudian pada tanggal 22 Juni 1945, Sembilan tokoh nasional, yang dikenal Panitia Sembilan mengadakan siding untuk membahas usulan dasar negara yang dikemukakan dalam sidang BPUPKI itu. Sidang tersebut berhasil menyusun naskah Piagam Jakarta, dimana dalam piagam tersebut termuat Pancasila. Rumusannya berbunyi: 1) Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya; 2) Kemanusiaan yang adil dan beradab; 3) Persatuan Indonesia; 4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan; 5) Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Rumusan ini oleh BPUPKI diterima, tetapi perlu diadakan perubahan, terutama sila pertamanya. Perubahan tersebut ialah menghilangkan kalimat “…dengan menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluknya” kemudian diubah menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”.

Perubahan tersebut didasarkan pada pertimbangan toleransi pada umat agama lain di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, di Indonesia terdiri dari beragam agama dan kepercayaan yang dianut masyarakatnya. Dan toleransi menjadi hal yang harus dijunjung tinggi. Jika tidak ada toleransi, tidak akan ada kedamaian dalam kehidupan berbangsa. Di dalam islam toleransi dianjurkan, namun tidak boleh berkaitan dengan hal ibadah. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al-Mumtahanah:8, yang artinya, “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”.

Arti Sila Pertama Pancasila Bagi Umat Islam di Indonesia

Sila Ketuhanan yang Maha Esa merupakan dasar yang menjiwai keempat sila lainnya. Dan keempat sila yang lain dijiwai sila pertama. Dalam islam, sila ini memiliki makna yang mendalam. Pengakuan akan adanya Tuhan itu Esa selaras dengan ajaran tauhid. Tauhid berarti mengakui bahwa tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada yang bisa menyamainya. Tauhid pada Allah, dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

1) Tauhid Rubbubiyah, artinya mengakui bahwa Allah itu adalah Rabb manusia yang menciptakan, menghidupkan, mematikan, member rizki bagi manusia.

2) Tauhid Uluhiyah, maksudnya mengakui bahwa Allah lah satu-satunya illah yang berhak disembah, Dialah yang menjadi tumpuan harapan dan kepada-Nya lah semua amalan ditujukan.

3) Tauhid Mulkiyah, yaitu bermakna kita mengesakan Allah terhadap pemilikan, pemerintahan dan penguasaanNya terhadap alam ini. Dialah Pemimpin, Pembuat hukum dan Pemerintah kepada alam ini.

4) Tauhid Asma WaSifat, yakni mengakui bahwa Allah itu Esa dalam nama-nama dan sifat-sifatnya.

Keempat ajaran tauhid pada Allah tersebut membawa konsekuensi bagi kita, umat islam. Bukan hanya pengakuan bahwa Allah lah Dzat yang patut disembah karena Dialah yang mengidupkan, mematikan, dan mengatur segala kehidupan manusia, namun juga menuntut penerapannya dalam segala aktivitas kita untuk menunjukkan ketakwaan kitapada-Nya. Firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah: 21, yang artinya, “ Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa”.

Jika kita mengimani keesaan Allah dengan sebenar-benarnya, tentu kita akan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah. Seperti, perbuatan syirik atau meyakini benda-benda tertentu sebagai benda yang memiliki kekuatan tersendiri. Percaya bahwa Allah itu Esa juga menuntut totalitas kita di dalam beribadah pada Allah. Kita akan mendasarkan segala aktivitas kita demi mengharap ridhonya, bukan karena hal lain.

Memakna isi sila Ketuhanan yang Maha Esa bukan hanya sekedar meyakini bahwa Tuhan itu Esa. Akan tetapi, bagaimana kita mentaati segala perintah Tuhan sesuai dengan ajaran agama kita.

Makna Pancasila bagi Indonesia

Pancasila bagi bangsa Indonesia adalah dasar negara yang melandasi segala aktivitas kehidupan bangsa. Sila-silanya merupakan satu kesatuan utuh yang menjadi jiwa bangsa. Memaknai hari kelahiran Pancasila bukan hanya sekedar tahu akan sejarah kelahirannya tapi bagaimana menerapkan sila-sila Pancasila di dalam kehidupan.

Semoga bermanfaat.

Sumber:

Abdullah, Rozali.1993.Pancasila sebagaiDasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa.Jakarta: Citra Niaga Rajawali Pers.

Warsito.2012.Pendidikan Pancasila Era Reformasi.Yogyakarta: Penerbit Ombak.

http://id.wikipedia.org/wiki/Tauhid


Leave a Reply