SOP KARI “Workshop Penulisan Karya Ilmiah”

  • 0

SOP KARI “Workshop Penulisan Karya Ilmiah”

Category : AGENDA , UMUM

SKI FKIP UNS mengadakan Workshop Penulisan Karya Ilmiah yang diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 27 September 2014. Bertempat di ruang diskusi Nurul Huda Islamic Centre (NHIC). Workshop ini dimulai pukul 09.00 WIB, mundur satu jam dari perencanaan. Persiapan panitia yang sedikit molor menjadi salah satu sebab mundurnya acara. Namun demikian, acara berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan. Adapun secara garis besar susunan acara ini adalah pembukaan, sambutan, penyampaian materi, sesi tanya jawab, menulis, evaluasi karya, serta pengumuman karya terbaik dan penutup. Workshop tersebut berakhir pada pukul 14.00 WIB.

Dalam acara ini, Alvian Novi Arvianto didapuk menjadi pembicara. Mawapres asal Prodi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2011 tersebut mengawali materi dengan sebab-sebab produktifnya seseorang. Menurutnya, seseorang bisa menjadi sangat produktif disebabkan oleh dua hal. Pertama, disebabkan oleh obsesi yang besar. Kedua, karena adanya energi yang besar. Nah, energi tersebut adalah cinta.

Dalam menulis, ide merupakan ruh yang mendasari sebuah tulisan. Sedangkan, tulisan merupakan sajak-sajak yang tak pernah mati. Walau pun ia mati, namun ia akan tetap hidup dalam bentuk pola-pola pemikiran. Waah, puitis banget kan? Menurutnya, penting bagi penulis untuk mampu menempatkan diri di segala sudut pandang. Mengapa demikian? Karena menulis bersifat dinamis. Ia bertujuan untuk memengaruhi pembaca. Nah, untuk itulah penulis tidak diperkenankan berada pada satu sudut pandang saja, yaitu sudut pandang penulis.

Menulis adalah kebiasaan. Jadi, untuk para pemula yang suka menulis, jadikanlah menulis sebagai kebiasaan. Latihan menulis sebanyak 5-10 lembar atau minimal 1-5 lembar setiap hari dirasa cukup. Lebih baik lagi jika ia menghitung waktu dan kualitas tulisan dari masa ke masa. Jika semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas, maka semakin baik kemampuannya. Menurut Mas Alvian, ada dua waktu terbaik untuk menulis. Pertama, di pagi hari karena masih fresh. Kedua, ketika menjelang tidur karena kita dapat menuangkan apa saja yang telah kita alami seharian. Sebagai penutup, Mas Alvian menyampaikan closing statement yakni ‘Mulai dari Sekarang’ dan ‘Tidak ada cinta yang tidak terungkapkan, kecuali ia terlalu egois pada cintanya’. Maksudnya, jika memang kamu cinta menulis, ya menulislah. Mulai dari sekarang, jangan lagi ditunda. Jadi, mari budayakan menulis.

Berikut ini contoh karya tulis dari pemateri yang diminta oleh peserta “SOP KARI”, silahkan bisa di download dan dijadikan sebagai referensi.

Esei Pemenang Lomba Esai Mahasiswa Bulan Bahasa 2011


Leave a Reply