JURUS SKI#3 (KAJIAN PENGURUS SKI)

Tema               : Kerja Nyata, Memanen Benih Penerus Perjuangan Pembicara        : Akhuna Galih Mustofa Waktu             : Senin, 23 Juni 2014 pukul 16.13 s/d selesai Tempat            : Ruang Seminar NHIC   Susunan Acara:
  1. Pembukaan : 16.13 – 16.19 (MC: Akhuna Egi)
  2. Tilawah : 16.19 – 15.23 (Akhuna Septian)
  3. Materi : 16.25 – 17.40
  Prolog  : Bulan Ramadhan merupakan pemimpin dari semua bulan hijriyah, dimana didalamny aterdapat malam Lailatul Qodr, yaitu malam penentuan takdir selama satu tahun kedepan. Oleh karena itu, dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan utamanya malam-malam ganjil perbanyaklah ibadah dan dekatkan diri dengan Allah serta mohonlah yang terbaik.
  1. Urgensi Kaderisasi
Kaderisasi merupakan suatu keberlanjutan amal/kebaikan. Berdakwah itu ada tahapannya. yaitu :
AMAL DAKWAH                    SARANA                                                   Tujuan
Jahiliyah                               TablighTa’lim (Syiar)                                 Memberi pengetahuan
Pengetahuan                        At-Takwin (Pembentukan)                         Menata fikroh dan latihan amal
Amal Nyata                          At-Tandzim (Pengorganisasian                   Merapikan koordinasi kerja
Hasil                                   At-Tahfidz (Eksekusi)                                 Dorongan untuk kerja
  Penjelasan            :
  1. Muslim yang masih belum paham akan syariat agama (jahiliyah), maka berikanlah pengetahuan melalui syiar agama dengan tujuan memberikan pengetahuan dan menambah ilmu
  2. Ketika mereka telah mengetahui, maka bentuklah dia melalui tarbiyah-tarbiyah yang bersifat ringan atau sederhana, tujuannya adalah untuk menata fikroh dan latihan
  3. Setelah pembentukan, maka mereka perlu untuk melakukan amal nyata, kemudian difasilitasi dengan adanya organisasi, tujuannya untuk merapikan koordinasi kerja
  4. Setelah melakukan amal nyata maka hasil yang diharapkan adalah ridho Allah.
  Berikut ini kondisi masyarakat kampus:
  1. Muslim: orang yang memeluk agama Islam, jumlahnya cukup banyak (mayoritas).
  2. Simpatisan: golongan orang yang menghargai adanya dakwah, namun mereka sendiri tidak ikut terlibat dalam kegiatan dakwah, jumlahnya lebih sedikit dari golongan muslim, akan tetapi lebih banyak dari golongan kader.
  3. Kader: segolongan orang yang terlibat langsung dalam aktivitas dakwah, jumlahnya paling sedikit diantara ketiga tipe masyarakat kampus.
  Tahapan pengkaderan dakwah:
  1. Rekruitment, merupakan fase pemburuan bakat/At-Tabligh wa Ta’lim, dimana orang–orang yang sekiranya berniat dan minat menjadi pengemban dakwah maka rekrutlah dia.
  2. Pembentukan (At-Takwin), yaitu fase dalam membentuk karakter pemimpin, sehingga diharapkan keberjalanan pemimpin kedepan lebih b
  3. Penyediaan lading beramal melalui pemberian beberapa amanah.
  4. Sistem kontrol kader
  5. Penyediaan pelaku kaderisasi
 
  • Jangan anggap aktivitas kita dalam berdakwah sebagai suatu beban, tetapi anggaplah sebagai sebuah lading Untuk dapat beranggapan seperti itu kita wajib mengubah mindset terlebih dahulu.
  • Urgensi dari melakukan kegiatan kaderisasi adalah agar dakwah di lingkup FKIP tetap berjalan.
  • Penjenjangan kader:
Sistem kaderisasi haruslah dilakukan secara berjenjang artinya penempatan kedudukan atau pemberian amanah disesuaikan dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki. Dalam pengkaderan orang yang telah lebih tahu lebih dahulu umumnya dijadikan sebagai pemimpin meskipun juga tidak menutup kemungkinan ketika pemimpin lebih muda.
  1. Dakwah Fardhiyah
Kita diharapkan mampu untuk mengobati hati kita sendiri maupun hati orang lain yang tengah mengalami sakit. Untuk mampu mengobati hati orang lain maka kita harus mampu untuk mengobati diri sendiri terlebih dahulu. Ada dua kategori dakwah, yaitu :
  • Dakwah Ammah: dakwah yang dilakukan secara umum, yaitu dakwah yang ditujukan kepada subyek yang jumlahnya lebih dari satu.
  • Dakwah Fardhiyah: dakwah yang dilakukan antar individu.
 
  • 7 tahapan dakwah fardhiyah
  1. Berikan kesanpertama yang baik kepada mad’u (obyek dakwah) melalui sikap dan penampilan yang rapi, sopan dan menarik.
  2. Bersihkan dan sucikan hati mereka, tuntun mereka agar kembali kepada Rabb-nya.
  3. Ajarkan cara ibadah yang baik dan benar kepada mereka.
  4. Jadikan mereka bangga dengan status keislamannya. Tugas kita mengembalikan kepercayaan dan kebanggaan mereka terhadap Islam.
  5. Mulai libatkan mereka dalam berdakwah dan berikan beban dakwah secara perlahan tapi pasti.
  6. Ketika telah berniat untuk berdakwah, maka perlu adanyaorganisasi yang mengemban tugas dakwah secara bersama-sama.
  7. Setelah memilih organisasi, maka mereka dapat memulai dakwahnya.
  Sejatinya, kaderisasi bukan hanya tugas bidang pembinaan, dakwah bukan hanya tugas bidang dakwah, tetapi ini semua tugas kita bersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *