JURUS SKI#5

  • 0

JURUS SKI#5

Category : UMUM

Ketika kita berbicara mengenai keinginan/cita-cita pasti banyak sekali hal-hal yang kita inginkan, misalnya ingin menjadi pengusaha muda, aktivis dakwah, seorang ustadz/ustadzah, ingin mempunyai jabatan yang tinggi, ingin menjadi motivator/trainer dll. Sudah seriuskah kita? Sudah mampukah kita mewujudkan keinginan terebut? Mari saling berkaca pada diri masing-masing, sudah sejauh mana usaha kita untuk mencapai keinginan/cita-cita yang kita dambakan. Sudah disiplinkah kita membagi waktu dalam menjalani semua sendi kehidupan yang membawa kita pada puncak kesuksesan?

Berbicara tentang kedisiplinan dan komitmen untuk melakukan yang terbaik, negara Jepang, bangsa Barat dan Amerika dapat dijadikan sebagai contoh. Padahal, mereka bukanlah seorang muslim. Seharusnya kita malu pada diri kita sendiri yang mengaku sebagai seorang muslim tetapi belum dapat menerapkan budaya disiplin.

Bayangkan jika generasi ini mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi, kita dapat membawa negeri ini menjadi negeri yang kuat dan hebat, bahkan bukan tidak mungkin dengan kedisiplinan, bangsa kita menjadi bangsa yang ditakuti bangsa lain, karena SDMnya mempuyai tingkat kerja yang tinggi dan disiplin dalam membagi waktu.

Ingat lima perkara sebelum lima perkara. Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘aalaihi wa sallam bersabda :

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :

  1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
  2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
  3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
  4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
  5. Hidupmu sebelum datang kematianmu.”
    (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrok-nya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)

Mari merenung sejenak, apa yang sudah kita kerjakan seharian. Apakah kita sudah memanfaatkan sebaik-baiknya waktu yang disediakan oleh Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada kita. Waktu 24 jam, sudah berapa kegiatan yang kita lakukan? Apakah malah sebaliknya kita bingung atau tidak tahu untuk apa kita isi waktu itu dengan kegiatan apa. Instropeksi diri, siapa diri kita, untuk apa kita hidup, dan mau kemana kita nanti. Jika ketiga hal tersebut kita tanamkan dalam alam bawah sadar kita, maka dengan waktu yang hanya 24 jam kita akan meminta waktu itu lebih dari yang sudah ditetapkan Allah. Banyak kegiatan yang belum terselesaikan, sedangkan waktu tanpa kita sadari mulai mengejar kita. bertambah hari, bertambah umur, semakin berkurang pula jatah umur kita. Ingatlah kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia.

Disiplin adalah salah satu kunci untuk mencapai kesuksesan. Ketika kita sering terlambat, apakah itu dalam memulai kegiatan atau dalam melakukan pekerjaan itu bukan disebabkan karena kita malas, tetapi lebih karena kita belum mempunyai tujuan/cita-cita yang jelas. Kita bisa membuat jadwal kegiatan harian yang akan kita lakukan, sehingga waktu kita akan terisi dengan hal-hal yag bermanfaat.

Surga itu mahal harganya, maka harga yang harus dibayar pun juga harus setimpal. Bagi yang sudah merasa bahwa kegiatannya sudah terlalu banyak, sering mengeluh bahkan sampai tidak tidur,  mari menginstropeksi diri apakah waktu yang kita gunakan untuk banyak kegiatan tersebut sudah layak membawa kita ke surga-Nya? Apakah dari banyak kegiatan tersebut membawa kebaikan atau keburukan? Semoga kebaikan yang kita dapatkan dari kegiatan yang sudah kita kerjakan.

Banyak urusan, jangan sia-siakan waktu. Kita sadar banyak sekali hal yang ingin kita capai, oleh sebab itu jangan sia-siakan waktu yang telah diberikan. Disiplinlah dalam membagi waktu. Sebagai pengurus suatu organisasi dakwah (SKI) disiplin sangat dibutuhkan bagi semua pengurus, dengan tidak terlambat ketika sudah janjian syuro, tidak datang terlambat dalam kajian dimulai, ketika prokernya tercapai maka itu semua berkat disiplin yang kita miliki. Mari saling menginstropeksi diri masing-masing apakah kita sudah memberikan yang terbaik terhadap amanah yang dipercayakan kepada kita, atau malah sebaliknya kita hanya melakukan seadanya.

Allah Ta’ala berfirman :

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

 

            Disiplin itu dimulai dari diri kita. Mari bersama-sama mengubah mindset. Seringkali kita berpikir “paling nanti kajian/syuronya molor”. Coba bayangkan jika orang lain juga berpikiran hal yang sama. Apa yang akan terjadi? Padahal disini, kita yang mengaku dirinya sebagai seorang Aktivis Dakwah Kampus yang membawa panji-panji Islam. Ikhwah, ingatlah bahwa kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Tetap saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.

 

Semoga bermanfaat J

 

NB: Bagi yang tidak datang JURUS #5 silahkan notulensi ini dikembangkan dan dihasilnya dikumpulkan ke PJ yang meng-sms atau ke kordept/korwat DPP, MAKS SELASA, 4 NOVEMBER 2014

Mohon kerjasamanya 

By:

Departemen Pembinaan Pengurus

Bidang Pembinaan

SKI FKIP UNS 2014

~Membina dengan Cinta~

#harmony2014


Leave a Reply