JURUS SKI#6

Tema               : Karena Ridha Allaah adalah Pilihanku Pembicara        : Ustadz Fika Waktu             : Kamis, 6 November 2014 pukul 16.00 s/d selesai Tempat            : Ruang Seminar NHIC

Fiqih Prioritas

Pendakwah itu datang tak diundang, pulang tak diantar. Pendakwah tidak butuh tepuk tangan, tidak butuh pujian, serta tidak butuh sambutan. Sebagai mahasiswa yang punya komitmen tentunya akan mempunyai komitmen untuk menentukan sebuah pilihan. Sebagai contoh ketika suatu sore dihadapkan pada 6 pilihan, maka pilihan mana saja yang harus diutamakan?
  1. Janjian riyadhoh dengan teman-teman seorganisasi
  2. Ada tugas kuliah yang baru saja disampaikan dosen dan pengumpulannya hari esok
  3. Ada berita duka dari tetangga sebelah yang baru saja meninggal dunia
  4. Agenda nanti malam ada syuro yang harus mabit
  5. Diminta takmir masjid untuk mengisi sebuah kajian remaja masjid
  6. Mendapat sms dari murabbi yang mengundang untuk makan malam bersama
Nah, bagaimana kita harus memilihnya? Kegiatan apa yang harus kita tunda dahulu? Ikhwan dan akhwat jawabannya sama, yaitu meninggalkan riyadhoh dan tugas kuliah dengan alasan riyadhoh bisa kapan-kapan lagi di lain kesempatan karena tidak begitu mendesak. Sedangkan tugas kuliah bisa mengerjakan mepet besok atau minta bantuan teman sekelas untuk membantu mengerjakannya. Tetapi, bagaimana dengan ke-4 kegiatan lainnya yang sama-sama penting??? Maka akan ada ilmu untuk menentukan mana saja kegiatan yang perlu diutamakan. Ilmu yang dijadikan pedoman adalah fiqh prioritas atau fiqh awlawiyyah. Fiqh artinya ilmu kaidah, sedangkan prioritas adalah urutan sesuatu dari yang paling mendesak. Sehingga fiqh prioritas artinya adalah ilmu kaidah yang mempelajari bagaimana harus mengurutkan amanah atau peristiwa dengan dasar perintah Allaah dan sunnah Rasulullaah. Menurut syaikh Yusuf Qardhawi, yang menjadi dasar adalah tujuan syariat. Tujuan syariat ada 5 yaitu :
  1. Menjaga ketauhidan kepada Allaah
  2. Menjaga jiwa
  3. Menjaga keturunan
  4. Menjaga akal
  5. Menjaga harta
Sehingga, kegiatan yang harus kita dahulukan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan menjaga salah satu dari kelima tujuan di atas. Mudah saja kalau kita mendapat 2 pilihan yang mana satu ada manfaatnya dan yang satu jelas tidak bermanfaat, maka kita memilih kegiatan yang ada manfaatnya. Akan tetapi kita akan kesulitan jika mendapat 2 pilihan atau lebih yang sama-sama mempunyai manfaat. Ada beberapa kaidah dalam menentukannya, yaitu :
  1. Prioritas amal
Cara menentukan pilihan dengan melihat amalnya. Ada beberapa yaitu: a. Mendahulukan amal yang berkelanjutan daripada amal yang terputus. Contohnya adalah memilih mengisi kajian rutin daripada mengikuti kajian setahun sekali atau tablig akbar, karena amal yang berkelanjutan lebih baik dari pada amal yang terputus. Selain itu juga kurang lebih peserta kajiannya itu-itu saja sehingga amal kita lebih berkelanjutan dan bermakna daripada amal sesaat dan kadang kurang bermakna. b. Mendahulukan atau memilih yang banyak manfaatnya daripada amal yang sedikit manfaatnya. Sebagai contoh adalah mendahulukan kajian rutin dari pada melaksanakan riyadhoh. c. Diambil amal yang manfaatnya lebih panjang daripada manfaatnya yang pendek. Sebagai contoh mendahulukan kajian rutin dari pada mengerjakan tugas kuliah. Karena tugas bisa dikerjakan nomor dua karena membawa manfaat dunia saja.
  1. Prioritas perkara-perkara yang diperintahkan oleh Allaah dan Rosul
a. Mendahulukan yang pokok daripada masalah cabang. Sebagai contoh, mendahulukan melakukan shalat jamaah (mempelajari ilmu shalat jamaah) daripada mengurusi perkara yang cabang (debat masalah ma’mum ikut membaca Al-Fatihah imam atau hanya mendengarkan bacaan imam). b. Mendahulukan ibadah yang fardhu ‘ain daripada ibadah fardhu kifayah. Sebagai contohnya ketika tetangga ada yang meninggal maka menjenguk dahulu, apakah sudah ada yang merawat atau belum, jika belum maka segera ikut merawat tetapi jika sudah banyak yang sudah mengurus maka memilh mengisi kajian dan hadir nanti untuk menyolatkan jenazahnya. c. Prioritas hak hamba Allaah dari hak Allaah. Sebagai contoh adalah jika memiliki uang 40 juta dan mendaftarkan Haji tetapi juga memiliki hutang kepada tetangga 20 juta maka didahulukan membayar hutang 20 juta dahulu baru melaksanakan haji. Hal ini beda kasus lagi dengan kewajiban membayar zakat. d. Mendahulukan hak masyarakat daripada hak individu. Sebagai contoh menolong orang yang kesusahan dulu baru berangkat kajian rutin. Dari beberapa pedoman diatas dapat ditarik kesimpulan dengan pertanyaan : “Kemanakah kita pasca SKI periode ini?” “Susah atau senangkah kita setelah berada SKI?” “Susah atau senangkah kita masuk syurga ?” “Susah atau senangkah kita menjadi orang yang beruntung?” Padahal dalam QS. Ali-‘Imran : 104 disebutkan “dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajkan, menyuruh berbuat yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Maka tanyakan pada hati kecil kita, senang atau susah kah kita menyeru kepada kebaikan? Senang atau sedihkan kita selepas SKI, tetapi kita tidak berkiprah di lembaga dakwah lainnya? Mau kah kita menjadi orang yang beruntung dengan memperjuangkan agama Allaah di SKI maupun lembaga dakwah lainnya? Karena dakwahlah yang membuat kita beruntung, dakwahlah yang membawa kita ke syurganya Allaah. In syaa Allaah, Aamiin. Karena dakwah ini seperti kereta api, ia akan tetap jalan terus, tetap berangkat tanpa atau ada kita di dalamnya. Walau lelah, penat, capek, panas di dalam kereta ada yang tetap enjoy menikmati pemandangannya. Ada yang mulai gerah dan mengeluh bahkan ada yang kepanasan dan memutuskan untuk keluar dari kereta. Kereta ini akan menuju stasiunnya yaitu Ridha Allaah. Maka bagi siapa yang tetap istiqomah di dalam kereta dan menghadapi segaa keadaan di dalam kereta, sejatinya ia tahu tujuannya yaitu jelas, menuju Ridha Allaah Subhanahu Wata’ala. BAGAIMANA DENGAN DIRI KITA? ejatinya amanah itu,,  
  • Bukan karena kamu mampu Bukan pula karena mereka merasa kamu mampu
 
  • Bukan karena kamu tahu kapasitasmu Bukan pula karena mereka tahu kapasitasmu Dan jangan sampai pula krn kemauanmu
 
  • Amanah itu kehendak Allah Rencana Allah SWT atas kehidupanmu
 
  • Bahkan sekiranya semua org disekitarmu berhimpun untuk menjauhkanmu dr amanah itu,jika Allah tahu itu yg terbaik bgimu,maka ia berikan amanah itu kepadamu
 
  • Bahkan sekiranya semua org disekitarmu bersepakat menyatakan bahwa kamu tak mampu,jika Allah tahu amanah itu jalan terbaik utk meningkatkan kapasitas dirimu, maka Ia tetap berikan amanah itu kepadamu
 
  • Bahkan sekirany semua org d sekitarmu brupaya maksimal agar seseorang yg BUKAN DIRIMU yg mengemban amanah itu, jika Allah ingin mendidikmu dgn amanah itu,maka ia berikan amanah itu kepadamu
 
  • Bahkan sekirany seluruh aibmu sketika memenuhi fikiranmu dan membuat berhenti melangkah krn ragu, jika Allah tahu amanah itu akan membuatmu mjd hamba yg semakin baik dn semakin dekat dengan-Nya,maka amanah itu akan Dia berikan kpdamu
 
  • Percayalah, ada rencna terbaik yg sudah Allah persiapkn, sikapilah dgn ikhtiar terbaik yg kamu lakukan,serta pertanggungjawaban terbaik yg bisa kamu persiapkan.
 
  • Sekali lg, ini bukn tentang kamu dan mereka,,, ini TENTANG KAMU DAN DIA (ALLAH) Dan melangkahlah dgn percaya, bersama-Nya semuanya akan baik2 saja..
Semangat karena ALLAH    

By:

Departemen Pembinaan Pengurus

Bidang Pembinaan

SKI FKIP UNS 2014

~Membina dengan Cinta~

#harmony2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *