TAT: “Making Leader Maker” dengan Jalan Kenabian

 

Dwi Budiyanto menarik perhatian peserta TAT.

Dwi Budiyanto menarik perhatian peserta TAT.

The Art 0fTeaching, Seminar Nasional Pendidikan yang diadakan oleh SKI FKIP UNS. Dilaksanakan di Aula Fakultas Hukum, pada tanggal 18 April 2015. Acara dimulai pada pukul 8.45 WIB, dibuka oleh MC, Dede Rusmana dan Akbar Bagus Wicaksono. Acara dilanjutkan Tasmi’ oleh dek Muhammad dan Abbas QS. An-Naba’. Setelah itu sambutan Ketua Umum SKI FKIP UNS 2015 Taufik Ahmad Fahrudin. Dalam sambutannya, Ketua Umum SKI FKIP 2015 mengungkapkan bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang peduli dengan pendidikan. Kewajiban kita sebagai calon pendidik adalah untuk berkontribusi.” Dilanjutkan oleh sambutan dari Pembina SKI, Pak Moh. Muchtarom, S.Ag, M.SI. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan bahwa Rasulullah SAW adalah pendidik yang mampu memanusiakan manusia. Tujuan pendidikan adalah untuk membentuk manusia-manusia yang seutuhnya. Pendidik sebagai ujung tombak pendidikan Indonesia bertugas untuk mengubah pendidikan menjadi yang lebih baik, langkah awalnya adalah memperbaiki mindset pendidik. Salah satu faktor keberhasilan pendidikan di Indonesia adalah guru. Guru dapat mendidik siswanya melalui pendekatan positif terhadap semua siswanya. Mengubah mindset pendidik untuk menekankan dalam pembentukan karakter dan moral anak didiknya.

Menjadi guru bukanlah hal yang mudah, tidak sembarang orang bisa menjadi guru. Sebagai seorang guru yang cerdas, hendaknya mencontoh cara mendidik ala Rasulullah. Karena setiap sentuhan dan perbuatan Rasulullah menjadi tuntunan dan tauladan bagi orang lain. Menjadi seorang guru juga harus menanamkan sikap kejujuran kepada peserta didiknya walaupun sedang tidak diawasi.

Pada pukul 09.15 WIB Doni Wahyu Prabowo (Presiden BEM FKIP UNS) sebagai moderator memulai memandu acara. Kondisi pendidikan di Indonesia sekarang tidak mengutamakan pendidikan agama namun justru malah meniru pendidikan orang barat. Jika seorang pendidik mendidik dengan cara Nabi, maka para penerus bangsa akan menjadi penerus yang terbaik sesuai dengan tauladan Rasulullah. Orang-orang cerdas sekarang tidak didasarkan dengan moral namun dengan intelektual.

Moderator memperkenalkan profil pembicara tunggal, pada seminar The Art of Teaching tahun ini, yaitu Dwi Budiyanto, S.Pd.,M.Hum yang merupakan penulis Buku Prophetic Learning. Pembicara mengawali materi dengan pemanasan senam otak. Dilanjutkan ke materi.

Bagaimana model sekolah unggul ?

Sekolah unggul           : sekolah yang mendapatkan akreditasi A+ dari Dinas Pendidikan.

Sekolah unggul           : sekolah yang mempunyai fasilitas yang memadai

Sekolah unggul           : sekolah yang siswa-siswinya adalah anak-anak dengan nilai masuk tertinggi. Sekolah itu sangat ketat dalam penerimaan siswa baru.

Belum tentu. Dari kriteria di atas belum tentu sebuah sekolah bisa dikatakan unggul. Karena sekolah yang unggul adalah bagaimana guru (pendidik) dan sekolahannya efektif.

Classroom Management :

  1. Keefektifan
  2. Sekolah tidak efektif dan guru juga tidak efektif.
  3. Sekolah efektif dan guru tidak efektif.
  4. Sekolah efektif dan guru efektif.
  5. Sekolah tidak efektif dan guru efektif.

Menurut survei, bahwa sekolah dan guru yang efektif akan menjadikan sekolah tersebut unggul dan mencetak gnerasi yang baik. Guru yang berkualitas itu mampu meningkatkan kualitas siswanya. Karena guru adalah yang paling mempengaruhi perkembangan siswa-siswinya.

Dasar yang dimiliki seorang guru :

  1. Motif dan orientasi
  2. Kompetensi

tat

  1. Guru Inspiratif : mempunyai motif dan kompetensi yang baik.
  2. Guru Oportunis : mempunyai kompetensi yang baik, namun tidak mempunyai motif yang jelas.
  3. Guru Administratif : tidak mempunyai motif dan kompetensi yang jelas.
  4. Guru kurang kompeten : mempunyai motif yang jelas, namun tidak mempunyai kompetensi yang baik.

Pengajar bertugas untuk transvering knowledge dan skill. Tetapi seorang guru adalah bertugas untuk mentransfer dan menanamkan keyakinan sikap, motivasi, dan perilaku yang baik kepada murid-muridnya. Guru bisa bertugas 24 jam.

Secangkir Inspirasi dari Andy F Noya dan seorang guru SD “Kamu anak pandai, nak. Suatu hari kelak kamu akan berhasil. Dan kepandaianmu mengarang, nanti besar kamu bisa jadi pengarang atau wartawan.” Kata Bu Guru Ana pada Andi F Noya kecil. Dari perkataan dan do’a dari Bu Guru Ana tersebut, sekarang Andi F Noya menjadi wartawan dan presenter di salah satu Station televisi Indonesia.

Yang harus dimiliki guru adalah :

  1. Guru yang benar cara pandangnya.
  2. Guru yang mempunyai visi yang hidup.

Seni membentuk orang Prophetic Learning:

  1. Learning
  2. Leading
  3. Serving
  4. Inspiring

Seseorang yang mempunyai orientasi dan tujuan yang jelas, maka melakukan hal apapun menjadi menyenangkan. Ada 2 sikap seorang guru yaitu :

  1. Guru yang tegas namun tidak akrab.
  2. Guru yang akrab namun tidak tegas.

“Guru tidak hanya di rumah dan di keluarga, namun guru yang selalu ada 24 jam.”

Kesamaan visi sekolah dan visi orang tua adalah keinginan setiap orang tua. Menyiapkan pendidikan untuk menjadikan leader-leader yang berkualitas. Menyiapkan guru yang berkualitas dan menyuplai kebutuhan mereka. Seorang leader tidak harus berada di puncak tertinggi, namun jika di depan menjadi pemimpin. Jika di belakang menjadi pendorong yang kuat.

Yang harus ditanamkan orang tua:

  1. Menanamkan kedekatan anak-anak kepada Allah, kemudian kedua Qur’an.
  2. Bangun kesadaran anak-anak untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *