JURUS 2 “ERATKAN UKHUWAH, KUATKAN JAMA’AH, BERSAMA KITA DI JALAN DAKWAH”

  • 0

JURUS 2 “ERATKAN UKHUWAH, KUATKAN JAMA’AH, BERSAMA KITA DI JALAN DAKWAH”

Category : KAJIAN RUTIN

Kajian Pengurus SKI FKIP UNS (JURUS #2)  diselenggarakan pada hari Rabu, 22 April 2015, di Ruang Seminar NHIC. Dalam kajian ini disampaikan materi sebagai berikut:

Ada banyak kisah sukses berjama’ah yang dapat menginspirasi kita. Contohnya :

Tatkala seseorang bertanya kepada Imam Asy-Syahid, ‘Bagaimana bila suatu kondisi menghalangi kebersamaan anda dengan kami? Menurut anda siapakah orang yang akan kami angkat sebagai pemimpin kami?’

Imam Asy-Syahid menjawab, ‘Wahai ikhwan, angkatlah menjadi pemimpin orang yang paling lemah di antara kalian. Kemudian dengarlah dan taatilah dia. Dengan (bantuan) kalian, ia akan menjadi orang yang paling kuat di antara kalian.’

  1. Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih bersama para jundinya yang dapat menaklukkan Konstantinopel.
  2. Kisah Raja Thalut Dalam Surah Al Baqarah 246-252
  3. Pergantian Panglima perang Khalid bin Walid menjadi Umar bin Khattab.

Dari sedikit contoh di atas dapat diambil ibroh bahwa qiyadah wal jundiyah dibutuhkan keikhlasan, saling percaya, dan keterikatan antar qiyadah dan jundinya.

Jama’ah yang sukses :

  1. Pemimpin benar-benar ada dalam posisinya sebagai pemimpin. Mengatur, mengkoordinasi, menyuruh. Tidak melakukan semua hal yang bukan porsinya (hangabehi = semua dikerjakan sendiri).
  2. Anggota (jundi) harus pada posisi yang telah diatur oleh pemimpinnya dan pada tugas masing-masing.
  3. Hubungan antar personil yang kokoh.
  4. Tujuan jama’ah tercapai.
  5. Jama’ah menjadi entitas yang “hidup” atau berkelanjutan.

Menurut Imam Hasan al-Banna faktor – faktor lain keberhasilan adalah :

  1. Kekuatan da’wah kita yang merupakan da’wah ALLAH, da’wah yang paling tinggi dan mulia.
  2. Tujuan yang murni ( ridho ALLAH ), terbebas dari niat kotor dan mencari keuntungan pribadi.
  3. Ketergantungan kita hanya kepada pertolongan dan dukungan ALLAH. ( Q.S 3 : 173 – 174 ) “Kalian tidak akan terkalahkan karena sedikitnya jumlah kalian, lemahnya sarana dan kurangnya alat – alat pendukung, atau karena banyaknya musuh kalian, berkumpulnya musuh – musuh menentang kalian. Tetapi ada satu sebab yang dapat menghancurkan dan menyebabkan kalian kehilangan segala – galanya, yaitu jika hati kalian telah rusak, ALLAH tidakmemperbaiki amal kalian, suara kalian telah terpecah belah dan saling bertentangan pendapat “.

Adab berjama’ah :                               

  1. Saling menghormati dan menghargai.
  2. Berbicara dengan adab seperti Rasulullah SAW
  3. Saling percaya dan baik sangka.
  4. Saling menasehati.
  5. Saling mencintai.
  6. Mempererat hubungan antar pemimpin dan anggota.

Adab Terhadap Qiyadah

Seorang Qiyadah/ Pemimpin jama’ah memiliki hak-hak tertentu yang harus dipenuhi oleh para Jundinya. Seperti bagaimana cara bersikap apabila berinteraksi dengan Qiyadah dan itu harus dimiliki oleh setiap Jundi yang ada dalam jama’ah.

Adab-adab tersebut antara lain :

  • Ta’at

Ta’at berarti seorang Jundi harus memiliki rasa ta’at dalam menjalankan perintah-perintah serta arahan-arahan yang diberikan kepadanya.

  • Tsiqoh

Tsiqoh berarti seorang Jundi harus menerima dan memiliki perasaan dan hati yang lapang dalam menerima perintah, amanah, ataupun segala yang datang dari Qiyadah kepadanya tanpa ada keragu-raguan didalamnya.

  • Peka terhadap kepentingan dakwah.
  • Menjauhi cara-cara kotor.
  • Waspada terhadap kepentingan luar.

Selain keempat hal diatas ada satu perkara yang tidak boleh dilupakan yaitu senantiasa mengingatkan apabila pada suatu waktu Qiyadah kita melakukan kesalahan dan kekhilafan. Tentunya kita mengingatkan dengan cara yang ahsan dan tidak didepan umum agar martabat, wibawa dan izzah Qiyadah tetap terjaga dan tidak terlecehkan didepan orang lain.

Nasehat Imam Hasan Al Banna untuk para pemuda :

“ Wahai pemuda ! Fikroh ini akan menang jika kita memiliki iman kuat, tulus dan ikhlas kepadanya, punya semangat yang berkobar – kobar, kesiapan berkorban dan beramal untuk mewujudkannya. Empat rukun ini : Iman, Ikhlas, semangat dan amal, merupakan ciri khas pemuda. Sesungguhnya dasar iman adalah hati yang hidup, asas ikhlas ialah hati yang suci murni, landasan semangat yaitu perasaan yang kuat dan amal adalah tekad yang selalu segar “.

 

ALLAH Berfirman : “ Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda – pemuda yang beriman kepada Rabb mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk. “ (Q.S Al Kahfi : 13)

 


Leave a Reply