Mahasiswi Calon Madrasah Pertama

Alhamdulillah, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) telah diperingati dengan semangat melalui berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan bernilai positif bahkan masih ada kegiatan yang dinilai kurang baik. Contoh realnya adalah upacara sampai dengan unjuk rasa. Berbagai harapan positif  dilontarkan oleh setiap yang bersentuhan langsung dengan pendidikan di Indonesia. Salah satunnya adalah mahasiswa dan mahasiswi sang calon penerus bangsa. Salah satu harapan yang paling pokok pastinya menginginkan pendidikan di Indonesia lebih baik lagi. Mengapa banyak orang menginginkan hal demikian karena pada dasarnya orientasi setelah menempuh beberapa jenjang pendidikan adalah mencari pekerjaan. Bekerja, hal yang wajib dilakukan oleh Mahasiswa kelak, sebab Mahasiswa muslim adalah calon imam yang wajib menafkahi keluarganya. Bagaimana dengan Mahasiswi? Wajibkah berpendidikan kemudian mencari pekerjaan juga? Jawaban masyarakat pada umumnya adalah “kenapa sekolah tinggi-tinggi toh nantikalo sudah menikah jadi ibu rumah tangga saja”. Namun dalam kacamata Islam jawabannya adalah  wajib berpendidikan tinggi namun tidak wajib bekerja. Kenapa? Karena Ada beberapa alasan kenapa perempuan harus pintar dan mendapatkan pendidikan yang baik :
  1. Kewajiban seorang muslimah untuk mencari ilmu
رواه إبن عبد البر)) طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ Artinya : Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat”(HR. Ibnu Abdil Bari) Secara jelas dan tegas hadits di atas menyebutkan bahwa menuntut ilmu itu diwajibkan bukan saja kepada laki-laki, juga kepada perempuan. Tidak ada perbedaan bagi laki-laki ataupun perempuan dalam mencari ilmu, semuanya wajib.
  1. Mengembangkan diri.
Banyak manfaat yang diperoleh dari pengembangan diri selain sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT mengembangkan diri merupakan kewajiban kita umat muslim untuk selalu mengembangkan diri sampai nadi tidak berdenyut lagi seperti sabda Rasulullah  أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلىَ اللَّهْدِ “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat” Hadits tersebut menjadi dasar dari ungkapan “Long life education” atau pendidikan seumur hidup, tidak mengenal waktu, usia dan jenis kelamin. Ini mematahkan pendapat bahwa pendidikan harus ‘berhenti’ ketika sudah memasuki jenjang pernikahan. Dan anggapan seorang Ibu tidak perlu melanjutkan pendidikan. Menjadi Ibu sebenarnya memiliki tanggungjawab lebih berlipat ganda untuk belajar, sebab pendidikan yang akan dia terima bukan lagi hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk anak-anaknya.  
  1. Ibu adalah Madrasah Pertama
Orang yang paling dekat dengan anak sudah pasti ibunya disaat ayah, kakek dan nenek belum mengenal janin yang berada di dalam kandungan, ibu sudah bisa merasakan keberadaan si buah hati dan juga sebaliknya dalam kegelapan rahim,janin dapat dengan mdah mengenal suarah si ibu. Dari suara sang ibu saja dapat mempengarruhi keadaan janin yang masih didalam kandungan Maka kalimat الأُمُّ مَدْرَسَةٌ أُوْلَى (Ibu adalah Madrasah Pertama) benar adanya. Setelah lahir ibu-lah yang pertama kali akan membentuk karakter anak dan menjadi panutan anak, karena anak belum mampu berpikir kritis. Karena fungsi yang sangat penting, maka kualitas pendidikan perempuan memiliki peran penting. Seorang perempuan dengan pengetahuan yang luas, tingkat pendidikan bagus, dan keshalehah yang tinggi tentu akan berbeda cara memberikan pendidikan kepada anak dibanding dengan seorang perempuan yang tidak mengenyam pendidikan. Oleh karena itu wahai mahasiswi muslimah sudah menjadi kewajiban setiap muslimah untuk berpendidikan tinggi sebab tanggungjawab yang berada dipundak kalian adalah sebagai madrasah pertama bagi generasi mendatang.langkah yang pasti dan harus diambil adalah menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik melalui pendidikan agar pendidikan yang nanti kita berikan adalah pendidikan yang berkualitas. Anak yang nanti lahir dari rahimmu sangat berhak lahir dari ibu yang berpendidikan tinggi ya solihah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *