KARDUS #4 “Pemahaman Sejati, Agama Hakiki”

jadiKajian Rutin Dua Minggu Sekali atau yang akrab dikenal dengan nama KARDUS yang ke-4 terlah terlaksana pada hari Kamis, 28 Mei 2015 dengan bertempat di Gelora Pendidikan FKIP UNS. Kardus pada kali ini mengangkat judul “Pemahaman Sejati, Agama Hakiki” dengan pembicara Ust. Anang dari Pesantren Mahaisiwa Ar-Royyan. Dipandu oleh seorang pembawa acara dan dibuka dengan pembacaan Ayat suci Al-Qur’an Kardus ini berlangsung dengan lancar.

Diawali dengan kalimat “Walaupun orang2 musyik membenci tapi Allah akan tetap menolong agama ini. Oleh karena itu berbahagialah sebagai umat muslim. Sesungguhnya umat muslim itu sudah diberi kemenangan” ust. Anang menjelaskan bahwa, Walau kita lihat saja Saudara kita di rohingya,Palestina, Suriya mereka kelihatannya tertindas, terusir tetapi Allah sudah menjanjikan kemenangan pada umat islam. Sesungguhnya kemenangan ada 2 yaitu : (1) Kemenangan dalam artian dhahir : perang, dakwah, (2) Kemenangan sejati : seorang muslim telah memenangkan akidahnya. Tidak menyekutukannya kepada siapapun. Walau sebenarnya tidak merdeka. Umat muslim tidak akan pernah kalah karena ketika berjihad dan kalah perang, maka mendapatkan syahid. Namun jika menang perang, maka akan mendapatkan kejayaan.

  • Allah akan ridha kepada kita jika kita :
    • Menghamba pada Allah tanpa menyekutukanNya pada siapapun.
    • Harus berpegang teguh pada tali agama Allah (persatuan) dan tidak bercerai berai. Sehingga, umat islam harus bersatu, saling menyemangati antara satu dengan yang lainnya. Dengan berjamaah kita akan terjaga.
    • Saling memberi masukan atau nasehat saling mengingatkan kepada orang-orang yang mengatur urusan kaum muslim.
  • Landasan kita beragama ada 2 yaitu ikhlas dan meneladani Rasul.
  1. Niat apakah niat kita sudah bertujuan untuk Allah? Apakah niat untuk melakukan kebaikan kita sudah ikhlas? Dengan ikhlas, niat kita menjadi benar.
    • Manusia diciptakan oleh Allah untuk menghamba kepada Allah sesuai dengan QS Adz Dzariyat : 56
    • Tiada sesembahan selain Allah, jadi Allah harus diprioritaskan
    • Ketika beribadah kepada Allah tidak hanya ritual saja. Jika kita sholat hanya asal2an saja apakah kita sudah memprioritaskan Allah??
    • Beriman dan bertaqwa semaksimal kita
    • Jadi dengan kita ikhlas, maka kita akan merelakan waktu kita untuk menjalankan ibadah kepada Allah
    • Keikhlasan kita akan menunjukkan kualitas kita sebagai orang yang berkomitmen.
  2. Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Kita tidak hanya sekedar percaya bahwa nabi Muhammad utusan Allah tapi kita harus meneladani Rasulullah karena yang membawa agama ini adalah Rasulullah jadi kita juga harus meneladani Rasulullah.

 

Demikianlah sekitas materi KARDUS #4 dengan judul “ Pemahaman Sejati Agama Hakiki”.

Ikuti terus kajian rutin ini setiap hari Kamis dua minggu sekali yang dilaksanakan di lingkungan FKIP UNS. Semoga dapat menambah wawasan ilmu kita dan bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *