Muslimah Kreatif

Sahabat muslimah, dalam kehidupan di dunia modern yang semakin kompleks seperti saat ini, seorang muslimah haruslah memiliki kemampuan berpikir kreatif. Seberapa pentingkah itu? Sangat penting. Dengan berpikir kreatif, seseorang tidak hanya menemukan pemecahan masalah dengan satu jalan. Banyak possibility yang mampu ditempuhnya. Misalnya, 3 + 3 = 6. Itu adalah cara berpikir tradisional. Namun, dalam cara berpikir yang kreatif, akan ada banyak jawaban seperti 1 + 5 = 6, 2 + 4 = 6, 2 x 3 = 6, 1 x 6 = 6, 7 – 1 = 6, 12 : 2 = 6, 18 : 3 = 6, dan lainnya. Ada banyak cara baru yang mungkin ditempuh untuk sebuah tujuan yang sama.

 Syarat Berpikir Kreatif

Selain menghasilkan sesuatu yang baru, D. W. Mc kinnon (1962) menyebutkan bahwa seseorang baru bisa dikatakan berpikir secara kreatif jika memenuhi dua syarat:

  • Pertama, sesuatu yang dihasilkannya harus dapat memecahkan persoalan secara realistis. Misalnya, untuk mengatasi penuhnya populasi di ibukota, bisa saja seorang presiden mempunyai gagasan untuk memigrasikan penduduk ke planet lain. Memang, itu baru, tapi untuk mengirimkan penduduk ke planet lain adalah tidak realistis. Dalam kasus ini, sang presiden belum dikatakan kreatif.
  • Kedua, hasil pemikirannya harus merupakan upaya mempertahankan suatu pengertian atau pengetahuan yang murni. Itu artinya ide harus murni berasal dari pengetahuan atau pengertiannya sendiri. Tidak menjiplak, meniru atau plagiat. Misalnya, jika seorang researcher menciptakan alat pendeteksi penyakit tertentu, alat itu harus murni karyanya bukan tiruan karya orang lain. Contoh lain lagi, jika seorang pebisnis menemukan suatu model bisnis baru, ide ini tidak boleh sama dengan ide yang telah ada sebelumnya.

Untuk seorang muslimah, dimana saja ia bisa menerapkan pola pikir kreatif? Banyak sekali! Misalnya dalam dunia parenting, dunia dapur, dunia organisasi kemasyarakatan, dunia keilmuan, dunia finansial, dan lainnya. Tentunya tidak pada ibadah-ibadah yang memang sudah jelas aturannya. Alias bisa jadi bid’ah ya.. 🙂 Intinya untuk meningkatkan kualitas diri, keluarga, masyarakat, diperlukan ide-ide kreatif para muslimah yang bisa langsung menjadi solusi inovatif. Dengan kreativitas, maka hidup akan jadi lebih hidup karena terus berkarya positif.

 Bagaimana Cara Berpikir Kreatif?

Ada lima hal yang dapat dilakukan untuk mendorong berpikir kreatif, yaitu:

  • Berpikirlah out of the box

Jangan batasi pikiranan dasaat mencari ide, lihatlah dari perspektif lain. Jangan katakan ‘itu ide bodoh’. Biarkanlah mengalir tanpa dihakimi terlebih dahulu.

  • Munculkan ide sebanyak mungkin

Semakin banyak ide makin banyak alternative pemecahan masalah. Meskipun pada akhirnya Anda akan memilih yang terbaik dan paling realistis.

  • Buatlah daftar  dan catat tiap ide Anda

Ide kreatif bisa saja hilang tertimbun rutinitas kita. Biasanya ide kreatif baru tampak kreatif setelah dikombinasikan dengan ide lainnya. Leonardo da Vinci menyimpan banyak karyanya dan kembali meninjaunya bertahun-tahun setelahnya untuk menemukan sesuatu yang berguna yang ia tidak sadari saat pertama kali membuatnya.

  • Secara terus menerus mengembangkan ide tersebut

Teruslah lakukan hingga ditemukan kombinasi ataupun ide yang benar-benar menarik dan asli. Orang kreatif mencari alternatif yang lebih baik, bahkan pada kondisi yang dianggap sudah baik.

  • Libatkan alam bawah sadar Anda menghasilkan ide dengan menginkubasinya

Einstein pernah mengatakan bahwa “Mengapa ide-ide terbaik saya datang saat saya mandi pagi?”. Alam bawah sadar kita terus bekerja, tapi tidak bisa dipaksa pada satu waktu tertentu untuk menemukan ide. Ide yang baik butuh waktu untuk inkubasi. Maka, coba fokus pada sebuah masalah, hasilkan ide, dan tinggalkan sejenak untuk melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda. Berjalan-jalan, mengunjungi galeri seni, bermain dengan anak-anak, dan lain sebagainya. Lupakan masalah sejenak, rileks, kembali memikirkannya, dan lihat ide-ide baru apa saja yang muncul.

 So, tunggu apalagi? Selamat menjadi muslimah kreatif! Dunia telah menanti ide-ide briilianmu!

Sumber:www.fahima.org dengan beberapa perubahan

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *