JAS UKM #2: SKI FKIP Gelar Buka Bersama UKM lain

IMG_5104Jum’at, 19 Juni 2015, Sentra Kegiatan Islam (SKI) FKIP UNS menyelenggarakan acara JAS UKM (Jalinan Silaturahmi antar UKM). Bertempat di aula gedung grha UKM FKIP, acara diikuti hampir 80 orang yang terdiri dari 45 orang ikhwan dan 35 orang akhwat, baik dari SKI FKIP sendiri maupun dari delegasi pengurus UKM-UKM di FKIP. Tema yang diangkat pada JAS UKM session #2 ini adalah “Indahnya Kebersamaan dalam Keberagaman”. Dipandu oleh akh Fariz Abdul Wahid sebagai pembawa acara (MC), acara dimulai sekitar pukul 16.30 WIB, dibuka dengan membaca basmalah dan dilanjutkan pembacaan tilawah oleh akh Amri Haq dan sambutan dari Ketum SKI, akh Taufik Ahmad Fahrudin . Setelah acara dibuka, sambil menunggu waktu berbuka, semua peserta menyimak materi kajian yang disampaikan oleh akh Eko Pujianto (Presiden BEM UNS 2015). Beliau menyampaikan tentang cara berinteraksi yang baik pada teman yang berbeda keyakinan dengan kita dan cara menghadapi perbedaan pendapat antar sesama muslim dengan bijak. Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita menemui adanya perbedaan atau keberagaman. Begitu pun di negara ini. Hal yang harus ditekankan adalah berprasangka baik terhadap orang-orang yang berbeda dengan kita. Satu budaya negara ini yang paling dominan dan harus ditinggalkan adalah budaya memvonis/menjustifikasi/menghakimi. Contohnya, adanya pandangan bahwa sholat tarawih 23 rakaat itu bid’ah, tidak ada dalil yang shahih. Pernyataan ini seharusnya dihindari, agar kebersamaan tetap terjaga. Ada 4 alasan mengapa harus menghilangkan budaya memvonis:
  1. Lihat pada diri kita. Seberapa banyak ilmu yang kita miliki, dan apakah kita termasuk orang yang sudah benar? Sebab, tidak ada satu pun mahzab (Mahzab Syafi’i, Maliki, Hambali, ataupun Hanafi) yang mengatakan bahwa ilmunya itu yang paling benar.
  2. Karena kita tidak tahu 100% keadaan orang lain. Kita tidak pernah tahu kehidupan orang lain. kadangkala kita menjudge orang terlalu dini. Ada satu kisah di zaman Nabi Musa, ketika tidak turun hujan selama bertahun-tahun. Kemudian, Allah SWT memberitahukan Nabi Musa ‘alaihissalam penyebab terjadinya musibah tersebut ialah adanya kedzoliman yang dilakukan kaumnya. Lalu, Nabi Musa mengumpulkan kaumnya dan menanyakan pada kaumnya, siapa yang telah melakukan kedzaliman sehingga menyebabkan musibah sebagaimana yang dialami kaumnya. Nabi Musa memerintahkan bagi siapa yang telah berbuat kedzoliman, untuk keluar dari barisan. Ketika itu ada satu orang yang mengaku bahwa ia telah berbuat kedzaliman, namun ia hanya mengakui di dalam hati, ia kemudian memohon ampunan Allah SWT dan bertaubat nasuha. Keesokan harinya, hujan turun. Nabi Musa yang heran akan kejadian tersebut kemudian meminta kejelasan pada Allah. Allah membenarkan bahwa telah ada satu orang yang bertaubat nasuha, ia juga telah mengakui kesalahannya. Nabi Musa heran, mengapa sudah ada yang mengaku berbuat dzalim, sedang tidak ada satu pun orang yang keluar dari barisan. Allah menyampaikan begitulah Allah, sang Maha Pemberi Ampunan dan yang maha penutup aib hamba-Nya.
  3. Karena surga itu milik Allah, bukan milik kita. Kadang kala kita berdakwah dengan dalil yang benar, namun apakah dalil itu telah sampai di hati-hati kita, ataukah hanya sampai pada mulut kita? Padahal Rasulullah SAW berdakwah dengan kasih sayang.
Ada satu pertanyaan, bukankah dakwah itu harus disampaikan dengan benar? Namun, apakah dakwah ini disampaikan dengan niat yang benar? Jika hati kita sudah benar, bagaimana kita menempatkan diri kita? Karena hati manusia itu senang dihormati. Kemudian kita juga harus menghargai keberagaman, ketika ada perbedaan, caranya: menyadari bahwa di antara kita tidak ada yang sama, memahami perbedaan orang-orang di sekitar kita, memaklumi perbedaan dengan orang lain, memaafkan dan memperbaiki. Kajian selesai saat tiba adzan shalat maghrib. Kemudian peserta berbuka dengan ta’jil kurma dan es buah, dilanjutkan shalat maghrib. Usai shalat, peserta kembali ke aula UKM untuk menikmati santap berbuka yang telah disediakan panitia. Sambil menikmati makanan berbuka, peserta disuguhi video edukatif yang menjelaskan beberapa kesalahan dalam dengan tampilan ala anak muda. Peserta pun sesekali tertawa melihat video inspiratif tersebut. Acara JAS UKM ditutup pukul 18.45 WIB saat adzan isya’ tiba. Tak lupa semua panitia ikhwan menyempatkan untuk berfoto bersama terlebih dahulu setelah acara selesai. Melalui kegiatan ini diharapkan ukhuwah antar pengurus UKM di grha UKM FKIP UNS dapat terjalin lebih erat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *