Hijrah Muslimah

200430_491144244230129_1641226249_n Salah satu makna hijrah ialah berpindah/berubah dari keadaan yang tidak baik menuju taat pada Allah SWT. Bagi seorang muslimah atau wanita, tentu hijrah harus dilakukan karena dengan hijrah muslimah akan melewati proses yag mendekatkan dirinya dengan Rabb nya. Rosulullah shollahu ‘alaihiwasallam bersabda di dalam hadits beliau yang mulia tentang keutamaan wanita sholihah yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin ‘Ash: (الدنيا متاع وخير متاع الدنيا المرأة الصالحة) رواه مسلم “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.” (HR. Muslim) Untuk mendapat predikat sholehah, tentu kita harus berubah menjadi lebih baik sesuai syariat/aturan Allah SWT, bukan baik menurut kita apalagi baik mengikuti trend zaman yang seringkali menyimpang dari aturan Allah SWT. Perubahan dapat diawali dari hal yang terlihat sepele namun sebenarnya menjadi sebuah kewajiban bagi seorang muslimah yaitu mengenai pakaian. Ya, karena Islam agama yang sempurna maka setiap hal dalam hidup ini sudah Allah tentukan aturan-aturannya dalam pedoman hidup umat Islam yaitu AlQuran. Dan yakinlah setiap aturan yang Allah tentukan tidak ada yang menyulitkan hambaNya, semuanya sudah ditakar sedemikian baik untuk kemuliaan hambaNya. Kembali lagi masalah pakaian, bagi seorang muslimah pakaian syar’i (sesuai aturan Allah SWT) adalah kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan juga sebagai salah satu syarat mendapat gelar sholehah, Insya Allah. Tidak memandang apakah muslimah tersebut baik akhlaknya atau buruk akhlaknya, ketika ia adalah Islam maka menutup aurat adalah wajib bagi dirinya. Seringkali terdengar alasan bagi mereka yang belum menutup aurat karena mereka ingin memperbaiki hati terlebih dahulu. Padahal memperbaiki diri/hati dengan menutup aurat adalah dua hal yang berbeda. Kalau menutup aurat menunggu hati kita baik maka kita tidak akan pernah tahu kapan kewajiban menutup aurat akan digugurkan, karena hati manusia mudah terbolak-balik/mudah berubah dan hanya Allah lah yang bisa menilai seperti apa kondisi hati kita. Dengan menutup aurat maka muslimah telah menggugurkan satu kewajibannya terhadap Allah SWT. Lalu bagaimana ketika telah berhijab seorang muslimah belum mempunyai akhlak/perilaku yang baik? maka bukan hijabnya yang salah tetapi muslimah tersebut sedang memerlukan treatment ruhiyah untuk memperbaiki hati dan perilakunya. Treatment tersebut diantaranya berkumpul/berteman dengan orang-orang sholihah, mengunjungi majelis ilmu, memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Jadi berhijablah sebagai bentuk taat terhadap Allah SWT, jangan beralasan menghijabi hati dulu baru kemudian menghijabi diri karena tidak ada perintah menutup hati yang ada adalah menutup aurat : ) dalam firman Alloh يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59) Nah untuk muslimah yang telah menutup aurat, mari kita cek lagi apakah cara kita berpakaian sudah sesuai aturan Allah? Mulai dari khimar/kerudung yang menutup dada وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا… “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…” (QS. An Nuur: 31) Baju/pakaian yang longgar (tidak membentuk lekuk tubuh), tidak transparan dan sederhana (tidak berlebihan). Jangan lupa kaki juga termasuk aurat jadi harus ditutup. sabda Rasulullah SAW kepada Asma` binti Abu Bakar : يا اسماء ان المراة اذا بلغت المحيض لم يصلح ان يرىمنها الا هذا و اشارالى وجهه و كفيه “Wahai Asma` sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haid) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjuk pada wajah dan telapak tangannya.” (HR. Abu Dawud). Selanjutnya ada kewajiban untuk muslimah yan telah berhijab syar’i yaitu mendakwahkan kepada sesama muslimah yang belum berhijab untuk berhijab. Mengajak dengan cara yang baik, memberi contoh yang baik, dan mendoakan agar muslimah yang belum berhijab Allah berikan hidayah dan kemudahan untuk taat. Dalam firman Alloh diperintahkan “dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung (QS. Ali imran ayat 104) “Wahai muslimah calon penghuni surganya Allah.. : ) ” (aamiin), yuk kita hijrah dalam rangka taat terhadap Allah SWT, mencari ridho Allah SWT, dimulai dengan proses lahiriah yaitu berhijab syar’i dan proses batiniah yaitu mengkaji ilmu agama Islam, berkawan dengan kawan-kawan yang sholihah, dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang mendatangkan ridho Allah SWT. Karena dengan taat, Allah akan pilihkan pendamping yang taat pula, Insya Allah. Karena dengan memperbaiki diri, yakinlah bahwa dia pun sedang sibuk memperbaiki diri disana. Karena jodoh adalah cerminan diri. Maka apalah gunanya mendamba yang sempurna namun kita tak berusaha menjadi sempurna. Karena menjadi muslimah sholihah tidak semata-mata untuk diri kita sendiri. Pasti ada kebaikan yang Allah berikan pula untuk orang tua kita, keluarga kita, dan semua hal yang terjadi dalam kehidupan kita. insya Allah. -semoga bermanfaat-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *