“Menjawab Keraguan yang datang setiap Bulan”

jadi

Kajian Muslimah Cerdas Indah Akhlaknya (K_MAH CERIA) telah terlaksana pada hari Jumat,11 September 2015 diselenggarakan oleh Kemuslimahan SKI FKIP UNS, bertempat di Loby Gd.D FKIP UNS. Di kesempatan kali ini membahas terkait fiqh darah dengan mengangkat Tema “Menjawab Keraguan yang datang setiap Bulan” Kajian ini disampaikan oleh ustadzah Sri Mulyani. Dalam kajian ini Peserta terlihat antusias terbukti dengan banyaknya yang hadir di dan feedback yang mereka berikan kepada pembicara saat diberi beberapa pertannyaan awal, maupun up persepsi. kajian kali ini, dipandu oleh seorang pembawa acara ukh Sri Wahyuning Robi, dan dibuka dengan pembacaan tilawah quran oleh ukh Eva Fidiana. Kajian ini dimulai pada pukul 11.50 berlangsung dengan lancar. Ustadzah Sri Mulyani menyampaikan kajian dengan menjelaskan,

Tentang fiqh darah dimulai dengan pembahasan Haid adalah tanda balighnya seorang perempuan. Dalam Q.S Al-Baqarah:202 yang membahas tentang haid. Bahwa haid adalah kotoran yang dikeluarkan oleh setiap wanita setiap bulan, jadi ketika wanita dalam keadaan kotor itu, jauhilah mereka hingga mereka suci. Keluarnya haid pada tiap perempuan frekuensinya berbeda beda. Ada yang 1 bulan hanya 5 hari, ada yang 6 hari, 7 hari, dan bahkan ada yang sampai 15 hari. Oleh krena itu penting bagi kita sebagai seorang wanita muslimah untuk memiliki kalender haid agar tahu siklus haid setiap bulannya.

Ada beberapa Hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika haid, berikut inilah hal-hal yang dilarang :

  • sholat dan puasa

ketika muslimah sedang dalam keadaan haid, larangan ini karena ketika ibadah tapi dalam keadaan haid maka ada mafsadah (rusak) ada sesuatu yang merusak karena saat itu kita sedang dalam keadaan kotor. Sehingga ketika kita melakukan ibadah tapi ada mafsadah maka ibadahnya tidak mendapat pahala. Tapi kalau dalam jual beli ada mafsadah maka jual belinya tidak sah. Ada yang berkata bahwa ketika haid tidak boleh potong kuku maupun rambut, tapi itu tidak benar karena hal itu pendapat ulama, tidak ada yang mendasari terkait hal tersebut. Ketika sedang haid dan tidak sholat dan puasa maka yang perlu diganti adalah hanya puasa (perkataan Aisyah). Karena shalat itu tidak bisa diqada

  • thawaf

kenapa thawaf dilarang karena thawaf dilakukan mengelilingi Kabah, sedang kita ketahui bersama bahwa Kabah dibangun ditengah masjidil haram. Selain thawaf wanita haid boleh melakukan hal hal lain ketika haji, misal boleh wukuf.

  • mandi dan wudhu

maksudnya jika wudhu diniatkan untuk menghilangkan hadast dan mandi yang diniatkan untuk bersuci. Tidak diperkenankan karena memang belum waktunya. Misalnya seorang wanita biasa haid itu 7 hari , baru hari ke 3 sudah mandi dan wudhu yang mana tujuannya adalah bersuci, ini tidak boleh dilakukan

  • tidak boleh berhubungan suami istri

ini bagi wanita muslimah yang sudah berkeluarga, maka ketika dalam keadaan kotor tidak boleh melakukan hubungan suami istri, Allahpun melarang yang demikian ini

  • tidak boleh membaca Al Quran

tetapi menghafal dengan tanpa menyentuh Al Quran diperkenankan

 

Ada beberapa cara bersuci menurut Rasulullah, yang dilakukan dengan bersuci dengan mandi. “mandi” adalah mengguyur seluruh tubuh dari ujung rambut atau atas kepala sampai kebawah yaitu jari-jari kaki. Mandi wajib diperbolehkan dan diwajibkan dilakukan setelah berhentinya darah haid.

Berikut ini tata cara mandi wajib menurut Rasulullah

  • Niat
  • Membersihkan kedua tangan
  • Membersihkan kemaluan
  • Membawa kapas untuk menghilangkan sisa-sisa darah haid
  • Berwudhu seperti wudhunya sholat
  • Menyiram 3x di utamkan dari yang sebelah kanan, dan
  • Diteruskan dengan menyela-nyela rambut
  • Setelah selesai membersihkan semuanya
  • Ada juga yang menganjurkan untuk kembali berwudhu.

Setelah selesai menyampaikan materi, dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan peserta kajian, dan kemudian diakhiri dengan pembacaan hamdalah diteruskan dengan doa penutup majelis dipandu oleh MC, dan Kajian selesai pada pukul 13.05 -semoga bermanfaat-

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *