JAGA DIRI bukan dengan SELFIE

kartun-ilustrasi-selfie

Selfie….? Bukanlah satu hal yang tabu untuk diketahui banyak orang. Istilah yang satu ini tentu sudah banyak orang yang mengetahui dan pernah melakukannya.

Tapi jangan salah sahabat muslimah, selfie yang pada awalnya kita anggap sebagai hal yang lumrah, ternyata dibalik itu semua itu menjadi hal yang perlu kita kaji lebih lanjut.

Oke mari kita kaji bersama ya.. J

Memotret gambar diri atau yang lebih sering orang menyebutnya dengan selfie sebenarnya sah-sah saja. Tetapi bisa menjadi sesuatu yang terlarang ketika selfie itu dijadikan sebagai ajang pamer, ajang sombong, ajang untuk mencari suatu perhatian terhadap hal yang tidak dihalalkan. Misalnya ketika seseorang selfie kemudian ia melihat nya lalu dalam hatinya muncul kebanggan terhadap dirinya sendiri,”Duuh cantiknya aku, duh manisnya aku”. Meskipun memang manusia telah diciptakan dengan bentuk yang sempurna dibandingkan makhluk-makhluk Allah yang lain, seperti disebutkan dalam Al Quran

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya : Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. At Tin ayat 4.)

Sebenarnya selfie boleh saja, sebagai wujud rasa syukur atas karunia-Nya. Tetapi, jika kita hoby selfie dan kita juga hoby meng-upload hasil foto-foto itu ke berbagai media sosial yang kita miliki, mulai dari facebook, twitter, BBM, path, instagram, ataupun media sosial lainnya, hal ini akan membawa banyak mudharat pada diri kita. Kenapa…? Karena dengan meng-upload foto-foto kita di media sosial akan menimbulkan berbagai komentar yang sangat mungkin akan menimbulkan berbagi penyakit hati disampin mudharat-mudharat lainnya.

Coba kita cek bersama, bagaimana selfie itu bisa jadi madharat

Check it out.

  1. Ujub

Ujub adalah membanggakan diri, takjub, atau berbangga diri, baik muncul dalam hati saja, maupun menunjukkannya kepada orang lain. Mengapa kita sebagai seorang muslimah lebih baik menghindari selfie, salah satunya sebagai bentuk pembentengan diri supaya terhindar dari perbuatan ujub (membanggakan diri). Apa lagi ketika kita selfie pasti akan banyak orang yang Nge ‘‘like” foto-foto kita. Sangat disayangkan jika hanya dengan like akan merusak niat dalam hati kita. Dan malah justru mendatangkan mudharat.

Imam Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin mengutip hadits: “Tiga perkara yang membinasakan yaitu: kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman (takjub) seseorang kepada dirinya sendiri (‘Ujub)” (HR. Imam Tabrani).

Imam Syafi’i mengatakan: “Barangsiapa yang mengangkat-angkat diri sendiri secara berlebihan, niscaya Allah SWT akan menjatuhkan martabatnya.”

Dua hadist diatas jelas memberikan pengertian kepada kita tentang larangan kita untuk ujub (membanggakan diri berlebih), oleh karena itulah mengapa selfie perlu dihindari oleh kita sebagai muslimah

  1. Riya’

Riya’ adalah memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia dan/atau melakukan ibadah atau kebaikan dengan disertai niat ingin dipuji manusia –tidak ikhlas berniat semata-mata karena Allah SWT.

Pengertian Riya’ menurut ulama:

Riya’ adalah mencari kedudukan pada hati manusia dengan memperlihatkan kepada mereka hal-hal kebaikan. (Imam Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulumuddin)

Dengan demikian, Riya’ adalah melakukan amal kebaikan bukan karena niat ibadah kepada Allah, melainkan demi manusia, dengan cara memperlihatkan amal kebaikannya kepada orang lain supaya mendapat pujian atau penghargaan, dengan harapan agar orang lain memberikan pujian atau penghormatan kepadanya.

 

“Siapa orang yang berpuasa hanya ingin di lihat orang maka itu adalah riya’, siapa orang yang sholat hanya ingin di lihat orang maka itu adalah riya’, dan barangsiapa yang bersedekah hanya ingin di lihat orang maka itu adalah riya’. (HR. Ahmad).

Dalam QS. Asy-Syuura:20, Allah SWT menjelaskan, perbuatan Riya’ akan menghapus amal kebaikan. Pahala amal ibadah musnah karena digantikan oleh pujuan/penghormatan manusia.
Rasulullah Saw menyatakan, Riya’ termasuk syirik kecil, yaitu perbuatan menyekutukan Allah SWT.

“Sesuatu yang paling aku khawatirkan terhadapmu ialah syirik kecil, lalu ditanya oleh sahabat, apakah syirik kecil itu ya Rasulullah? Kemudian baginda bersabda: itulah Riya’. (HR. Ahmad dan Baihaqi).

Dengan selfie terkadang kita lupa bahwa hal-hal kecil seperti memperlihatkan apa yang kita gunakan contohnya hp, baju, tempat-tempat yang sedang kita kunjungi, ataupun mungkin bentuk wajah kita, yang kemudian dikagumi orang lain, akan membuat kita menjadi pemilik perbuatan riya’ nauzubilllah semoga kita senatiasa terjaga dalam kebaikan dan dijaukan dengan perbuata riya’ tersebut.

  1. Memamerkan aurat

Dengan kita selfie sebagai muslimah tanpa sadar kita juga memamerkan aurat kita, oleh karena itulah mengapa seharusnya selfie itu tidak dilakukan para wanita. Kemuliaan wanita terletak ketika wanita tersebut menutupi auratnya.

ya akhwati fillah…hendaklah kalian berpikir dua kali untuk memajang foto kalian, baik itu di blog kalian, website kalian, facebook kalian, instagram kalian, path kalian, twitter kalian atau semacamnya. Ketahuilah, wajah kalian, memang bukan aurat kalian, namun tidaklah kalian sadarai bahwa wajah kita merupakan sumber fitnah yang bisa menggoda lelaki kapan saja! Maukah kalian menjadi sumber fitnah bagi kaum pria?! Maukah paras elokmu dengan bebasnya dipandang dan dinikmati oleh mata-mata khinat!? Marilah menjadi renungan kita bersama!

Bukan perkara halal dan haram untuk kemudian diperdebatkan shalihah tentang memajang foto di media sosial dangan selfie , tapi permasalahan yang perlu kita kaji bersama untuk menjadi bahan renungan yaitu, FITNAH yang dapat ditimbulkan sebab foto kalian yang membuat orang tertipu daya dengan rayuan syaithon sehingga menyebabkan dosa bagi mereka dengan memandangmu dengan syahwat.

Jika memang Alloh menganugerahkan dirimu paras yang cantik.. maka syukurilah dan jadikanlah hal itu sebagai bentuk Kekuasaan Alloh yang wajib kita syukuri. dengan menjaganya untuk tidak seenaknya dipandang oleh mata-mata pria.. jagalah perhiasan itu untuk suamimu kelak, yang membuatmu lebih suci dimatanya..

Semoga kita diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk menjauhi Riya’, ‘Ujub, dan menjauhkan kita dari fitnah yang timbul akibat kita memamerkan aurat, termasuk melakukannya di Facebook dan media sosial lain. Amin…!

Mari manfaatkan media sosial untuk hal positif seperti berbagi informasi, inspirasi, tausiyah dalam kebenaran dan kesabaran, silaturahmi, BUKAN untuk menumbuhsuburkan sifat tercela berupa Riya & Ujub itu.

 

Semoga bermanfaat shalihah

Sumber : (www.risalahislam.com) dengan beberapa perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *