“Belajar Bekorban dari Khadijah binti Khuwailid”

pamflet ski jadi   Kajian Muslimah Cerdas Indah Akhlaknya (K_MAH CERIA) telah terlaksana pada hari Jumat,11 September 2015 diselenggarakan oleh Kemuslimahan SKI FKIP UNS, bertempat di Aula Kbm Lt.2 FKIP UNS. Di kesempatan kali ini membahas terkait Shirah Sahabiyah dengan mengangkat Tema “Belajar Bekorban dari Khadijah binti Kuwailid” Kajian ini disampaikan oleh ustadzah Lutfiah Lathifah S.Pd. dalam rangka Hari raya idul adha. Kajian kali ini, dipandu oleh seorang pembawa acara ukh Insani Miftahul Jannah, dan dibuka dengan pembacaan tilawah quran oleh ukh Afifatul Zahroh. Kajian ini dimulai pada pukul 16.15 berlangsung dengan lancar. Ustadzah Lutfiah Lathifah S.Pd menyampaikan kajian dengan menjelaskan, Segala pujian kembalikan kepada Allah SWT sebab Dia-lah yang memberikan semuanya. Khadijah binti khuwailid merupakan istri pertama rasulullah., seorang yang memiliki akhlak mulia, karena beliau tidak pernah menyembah berhala, tetapi yang dilakukan khadijah adalah senantiasa mengikuti ajaran para nabi, seperti nabi sulaiman. Ketaatannya sehingga ia memperoleh gelar “At-Thahirah” merupakan julukan Khadijah yang berarti bersih dan suci. Julukan ini berasal dari kepribadian Khadijah yang menjaga diri dari menyembah berhala sejak usia muda, Khadijah merupakan sesosok wanita yang mulia dari garis keturunannya dan juga dari sifat-sifatnya. Banyak lelaki yang berniat untuk menjadikan khadijah sebagai seorang istri namun hanya dua lelaki yang pernah ia nikahi sebelum mendampingi Rosulullah SAW. Suami yang pertama meninggal dan suami yang kedua bercerai. Dari situlah khadijah mulai berdagang untuk menghidupi anak-anaknya. Dari usahanya berdagang ia menjadi wanita yang kaya. Kemudian ia mencari karyawan yang sekiranya dapat diamanahi untuk ikut berdagang. Maka terpilihlah Rosulullah SAW yang sebelum diangkat menjadi nabi beliau telah mendapat julukan Al-Amin yang artinya dapat dipercaya. Jujur. Beliau berdagang dengan jujur menjelaskan segala kelebihan dan kekurangan barang dagangannya. Usaha Khadijah semakin maju. Khadijah tertarik dengan sosok Muhammad yang jujur. Kemudian khadijah berinisiatif untuk mencari tahu apakah Muhammad ingin menikah atau tidak, dengan bantuan sahabatnya yaitu nafisah. Muhammad ingin menikah namun tidak tahu dengan siapa. Kemudian nafisah mengatakan bahwa ada seorang wanita mulia yang bisa dinikahi Muhammad, wanita itu adalah khadijah. Maka menikahlah Muhammad dengan khadjah. Beberapa tahun menjadi suami istri Muhammad dan khadijah tetap tidak mau menyembah berhala-berhala yang ada pada saat itu. Kebiasaannya hanyalah menyendiri di goa, dan khadijah selalu menhantarkan makanan untuk Muhammad, selalu demikian. Suatu hari, hari diangkatnya Muhammad menjadi nabi, hari dimana wahyu pertama turun jibril memeluk Muhammad dengan tiba-tiba dan sangat kuat untuk memaksanya membaca surat Al-Iqro’ ayat 1-5. Nabi Muhammad sangat ketakutan pulang kerumah dengan menggigil saking ketakutannya, khadijah tak lantas menanyai tentang apa yang terjadi. Kemudian barulah Nabi Muhammad menceritakan sendiri bahwa Ia telah diangkat menjadi nabi, saat itu khadijah adalah orang yang pertama beriman bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT. Kemudiansetelah wahyu pertama turun selang waktu dengan wahyu yang kedua sangat jauh bahkan nabi Muhammad sempat ragu bahwa dirinya merupakan nabi, tapi khadijah tetap meyakinkan Nabi Muhammad SAW bahwa ia memanglah seorang Nabi. Kemudian wahyu kedua turun yaitu surat Al-Mudatsur ayat 1-7 yang mengandungperintah untuk berdakwah. Maka masa sulit dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW dan Khadijah dimulai. Banyak peristiwa dimana Ketakwaan Khadijah dan Nabi Muhammad diuji bahkan sampai-sampai semua harta Khadijah digunakan untuk berdakwah. Sebagai seoang istri yang shalih Khadijah senantiasa memberikan seluruh hartanya untuk mendukung dakwah Rasulullah Saw. Dan seberapa besar harta yang dikeluarkan Khadijah tidak pernah memperhitungkannya, karena ia percaya bahwa apa yang dilakukan suaminya pada waktu itu adalah untuk membela dan menegakkan Agama Allah. Dan perlu kita tahu Hingga meninggalpun seorang khadijah yang kaya raya meninggal dalam keadaan tidak punya apapun. Maka dari itu Khadijah adalah sosok wanita yang tak tergantikan bagi Nabi Muhammad sebab pengorbanannya tidaklah kecil. Nilai yang dapat diambil adalah
  • Muslimah itu harus kaya
  • Bukan seberapa besar pengorbanan yang dilakukan namun takwa dalam hati yang dilihat Allah SWT.
  • Taat pada Allah SWT dan Rosulnya.
  • Ikhlas
  • Fokus pada perbaikan diri
  • Apa yang kita lakukan sekarang menentukan masa depan
  • Perbaikan dimulai dari diri sendiri mulai dari yang terkecil mulai dari sekarang.
Mari teladani Khadijah sebagai sosok muslimah yang mulia dan senantiasa memiliki keteguhan pendirian dalam menentukan pilihan dalam hidupnya, menjaga kesucian yang ada pada dirinya dan tentunya menjadi pendukung apapun yang dilakukan suami semata-mata karena Allah SWT. Dan memberikan keseluruhan hartanya untuk berdakwah dijalan Alloh. Demikian uraian kajian muslimah pekan ini Semoga bermanfaat Shalihah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *