Pernahkah kau mengingatnya ?

Warga-Riau-kena-kabut-asap

Pandai bersyukur merupakan salah satu tanda baiknya iman seseorang. Karena bersyukur adalah amalan hati yang meyakini bahwa sesuatu yang telah terjadi berasal dari Allah, atas kehendak Allah, dan karena kasih sayang Allah. Sehingga tatkala kita mendapatkan sesuatu (lebih seringnya nikmat) maka Allah lah yang pertama kita ingat. Bukan semata karena usaha kita, bantuan orang lain, atau yang lainnya.

 

Lalu hal apa yang paling sering kau syukuri? dan kapan waktu tersering mu untuk bersyukur?

 

ketika kau meminta dilapangkan rizki lalu Allah mengabulkannya?

ketika kau punya cita-cita setinggi langit lalu Allah mewujudkannya?

ketika kau meminta disembuhkan dari sakit lalu Allah menyembuhkan?

ketika kau terkena musibah lalu Allah memberi pertolongan?

Dan keinginan-keinginan mu yang lain

Memang tidak salah ketika kita bersyukur untuk hal-hal diatas. Karena biasanya kita lebih sering mensyukuri nikmat yang sesuai dengan yang kita inginkan, kejadian-kejadian yang menakjubkan, dan rizki-rizki yang tak terduga.

 

Lalu bagaimana dengan udara? Ya, udara.

Bukankah udara pun sebuah nikmat dari Nya? Tapi pernahkah kau mengingatnya sebagai suatu nikmat? Lalu kau mensyukurinya dengan khidmat?

 

Kita tidak pernah meminta diberi udara tapi Allah berikan untuk semua manusia tanpa terkecuali. Bahkan tidak hanya manusia tapi semua makhluk Allah (hewan dan tumbuhan), semuanya menikmati udara. Dan meski udara dihirup oleh semua makhluk, tapi ia tak habis-habis sepanjang zaman. Masya Allah.

Kita tidak perlu membeli udara, semuanya gratis dari Allah untuk makhlukNya. Kitapun tak perlu pergi ke suatu tempat untuk mengambil udara, semua sudah Allah sediakan sedemikian rupa. Bahkan disaat kita tak sadarpun (saat sedang tidur) udara masih membersamai kita. Ya, seperti itulah karunia Nya, kecil tapi sesungguhnya besar. Dekat tapi sering terlupakan.

 

Coba kau jepit yang keras hidungmu dengan jempol dan jari telunjuk mu (dipraktekan).

Bagaimana rasanya?

Jika tak ada udara rasanya sulit untuk bernafas bukan? Padahal itu baru beberapa detik saja. Bandingkan dengan saudara-saudara kita yang harus menutup hidungnya berbulan-bulan akibat kabut asap. Bukankah udara nikmat yang teramat besar untuk kita?

Mari bersyukur untuk udara yang hingga saat ini Allah berikan cuma cuma untuk kita. Karena, jika kita tahu penderita kekurangan oksigen harus membayar begitu mahal oksigen yang dijual di rumah sakit.

 

Korban kabut asap, mereka tak punya udara seperti yang kita hirup saat ini. Mereka tak punya tawa seceria tawa kita sekarang.

Ayo kawan muslimah kita ulurkan kepedulian untuk saudara kita. Bantulah mereka dengan apapun yang kau punya. Hartamu, tenagamu, pikiranmu, atau mungkin sebaris doa di sujud panjang mu. Semua yang mampu dilakukan untuk meringankan beban mereka, maka lakukanlah. Beri tahu mereka bahwa mereka memiliki saudara sesama muslim yang begitu mencintai dan merasa sepenanggulangan dengan mereka. Kita beri tahu mereka bahwa kita ada untuk mereka. Beri mereka semangat agar mereka mampu melawan asap. Paling tidak bantuan kita menjadi secercah penyejuk di tengah sesaknya nafas yang mereka rasakan saat ini. Karena pemerintah mungkin belum Allah mampukan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jadi, ayo bangun ! kita bergerak sebisa yang kita mampu. #UntukSaudaraTercinta #UntukBumiMilikNya #UntukINDONESIA.

 

Dari Abu Hurairah ra., dari Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menyelesaikan urusan seorang mukmin dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat. Dan barang siapa memudahkan orang yang sedang kesulitan, niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan di akhirat…”

sumber gambar: www.pekannews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *