THE ART OF TEACHING 2018

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh  

Pada hari Selasa, 1 Maret 2018 telah dilaksanakan acara TAT (The Art of Teaching) yang merupakan bagian dari acara SIFT (Sebelas Maret Islamic Festival). Acara tersebut diadakan di Aula Utama Masjid Nurul Huda UNS pada pukul 07.30 – 11.30 WIB.

Acara ini mengusung tema ” Menjadi Pemuda Jaman Now yang Berintegritas, Intelek, dan Islami” yang disampaikan oleh dua pembicara yaitu Ust. Arif Priyanto, S.Pd.I  (Senior Trainer Motivator Dasyat Trustco, Jawa Tengah) dan Dr. Munawir Yusuf, M.Psi. (Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP UNS) yang dipandu oleh Aditya Pradana (Ketua SKI FKIP 2016) sebagai moderator. Acara ini berjalan dengan lancar dengan dihadiri kurang lebih 100 peserta dari berbagai kalangan.

Di mana disampaikan oleh Ust. Arif Priyanto bahwa semua anak itu terlahir jenius. Karena tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanyalah anak yang tidak memanfaatkan kesempatan belajar untuk menjadi yang terbaik. Bahwasanya prestasi setiap anak itu berbeda-beda, karena setiap action anak itu berbeda pula.

 

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya:

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS An Nisaa’: 9)

Maksud dari ayat di atas yaitu Jangan meninggalkan generasi yang lemah di belakang kita. Saatnya kita menjadi penerang di tengah kegelapan. Seperti sebuah hadtst yang berbunyi “Barangsiapa yang tidak peduli dengan urusan umat Islam, maka dia bukanlah bagian dariku.”

Dan disampaikan pula oleh Ust. Arif Priyanto bahwa “Barangsiapa yang mau menguasai dunia, maka kuasailah ilmu. Barangsiapa yang mau menang di akhirat, yang pertama harus dikuasai adalah ilmu”.

Dari pemateri kedua yaitu Dr. Munawir Yusuf, M. Psi. menyampaikan tentang bagaimana membentuk generasi Ulul Albab. Menurut beliau siapapun yang memenangkan pertarungan yaitu mampu memanfaatkan teknologi inovator dan creator (yang mampu menegakkan Ulul Albab). Di dalam materi ini disampaikan bahwa Ulul Albab sendiri itu artinya berakal (sehat).  Menurut ilmu tafsir Ulul Albab sendiri merujuk kepada suatu komunitas yang memiliki kualitas keunggulan tertentu dan berpengaruh besar pada transformasi sosial. Kualitas dimaksud adalah terkait dengan kedalaman spiritualitas (dzikr), ketajaman analisis (fikr) dan pengaruhnya yang besar bagi kehidupan (amal shaleh)

Ciri-ciri Ulul Albab:

  1. Bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu (intelektualitas) (Q.S. Ali Imran: 7)
  2. Mampu membedakan perkara baik dan buruk, benar dan salah (spiritualitas) (Q.S. Al- Maidah: 100)
  3. Bersikap kritis dalam menerima informasi (intelektualitas) (Q.S. Az-Zumar: 18)
  4. Bersedia menyampaikan kebenaran dan mengajak menjauhi kemungkaran (muamalah)
  5. Selalu berinovasi untuk menjadi hamba Allah yang berguna (muamalah)
  6. Tidak takut kepada siapapun kecuali Allah
 

Acara TAT berlangsung dengan lancar dan acara ditutup pukul 11.30 WIB.

 

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *