TOKOH MUSLIMAH #6 – UMMU HISYAM BINTI HARITSAH

Ummu Hisyam adalah anak dari seorang perempuan bernama Ummu Khalid dan seorang laki-laki bernama Haritsah bin Nuโ€™man. Ummu Hisyam memiliki beberapa saudara yaitu Abdurrahman, Saudah, Abdullah, Ummu Kultsum, Amatullah, dan Amrah. Ummu Hisyam dan saudara-saudaranya termasuk orang yang berbaiat kepada Nabi Muhammad SAW.

Haritsah, ayah dari Ummu Hisyam memiliki beberapa rumah di Madinah dan beliau merupakan orang pertama kali yang memberikan tanah dan rumahnya kepada Rasulullah demi mengharapkan pahala di sisi Allah. Rasulullah pun telah mendengar suara haritsah di dalam surga.

Dari Aisyah, ia berkata โ€œRasulullah bersabda, Aku tertidur dan aku melihat diriku di surga kemudian aku mendengar suara seseorang yang sedang membaca. Maka, aku bertanya, โ€˜siapakah ini?โ€™โ€ Mereka menjawab, โ€œIni adalah Haritsah bin An-Nuโ€™man.โ€ Kemudian Rasulullah bersabda kepada Aisyah, โ€œbegitulah balasan bagi orang-orang yang berbuat baik.โ€ Haritsah adalah orang yang paling berbakti kepada ibunya.โ€

Aisyah berkata bahwa dua orang sahabat Rasulullah yang paling berbakti pada ibunya adalah Utsman bin Affan dan Haritsah bin Nuโ€™man. Haritsah selalu menyuapi ibunya dengan tangannya dan Ustman tidak bisa berpaling dari wajah ibunya semenjak memeluk islam.

Haritsah bin Nuโ€™man juga pernah memberikan salam kepada malaikat Jibril dan malaikat Jibril menjawab salam beliau. Dari Haritsah bin An Nuโ€™man ia berkata, โ€œAku melewati Nabi yang sedang duduk bersama Jibril maka aku mengucapkan salam kepada beliau. Ketika aku kembali, Nabi beranjak dan bersabda, Apakah engkau melihat orang yang tadi bersamaku?, aku menjawab, โ€˜Yaโ€™โ€, beliau melanjutkan โ€œDia adalah Jibril, dia telah menjawab salammu.โ€

Di dalam naungan keluarga yang penuh berkah ini, Ummu Hisyam bin Haritsah tumbuh dengan baik dan selalu menghidupkan hatinya dengan Al Qurโ€™an dan sunnah. Haritsah bin Nuโ€™man masuk islam lewat dakwah yang disampaikan oleh Mushโ€™ab bin Umair yang merupakan juru dakwah dari Makkah. Setelah menyatakan dirinya masuk islam, Haritsah pun mengajak keluarganya untuk turut serta masuk ke dalam agama islam, sehingga keluarga Haritsah bin Nuโ€™man pun juga beragama islam termasuk Ummu Hisyam, anaknya. Keluarga Haritsah bin Nuโ€™man hidup dalam naungan keimanan dan kebahagiaan yang tidak akan bisa disamai dengan dunia dan seisinya.

Keluarga Haritsah hidup bertetangga dengan Rasulullah bahkan juga membantu menyiapkan segala kebutuhan Rasulullah, sahabiyya yang mulia yaitu Ummu Hisyam, meriwayatkan bahwa, โ€œTempat kami dan tempat Rasulullah hanya menggunakan satu penerangan dan hal itu berjalan selama dua tahun. Tidaklah aku mempelajari surat Qaf melainkan langsung dari lisan Rasulullah yang beliau baca setiap Jumโ€™at ketika khutbah.โ€

Ummu Hisyam sangat bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam menutut ilmu agama dengan menghafal Al-Qurโ€™an, menghafal hadits-hadits Rasulullah, serta meriwayatkan hadits Nabi hingga beliau dikenal sebagai hafidzah dan muhadditsah. Beliau sangat bersemangat menuntut ilmu karena berdasarkan hadits Rasulullah sendiri yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, โ€œBarangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka dia akan difahamkan terhadap urusan agama.โ€

Ummu Hisyam merupakan sahabbiyah yang telah berbaiat untuk mati demi islam. Pada saat bulan Dzulqaโ€™dah tahun keenam hijriah, Rasulullah menumumkan bahwa beliau akan berangkat ke Makkah untuk melakukan umrah. Rasulullah juga mengajak para sahabat dan kaum muslimin dengan jumlah seluruhnya 400 orang untuk turut serta ikut bersama beliau termasuk Ummu Hisyam.

Keberangkatan Rasulullah untuk umrah pun didengar oleh kaum Quraisy hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mencegah kaum muslimin masuk kota makkah dan melaksanakan umrah. Lalu, Rasulullah menutus Ustman bin Affan sebagai duta kaum Quraisy untuk menegaskan bahwa kaum muslimin datang untuk umrah bukan untuk berperang. Namun, Ustman bin Affan ditahan oleh kaum Quraisy dalam waktu yang lama, hingga tersebar berita bahwa Ustman telah terbunuh. Tatkala Rasulullah mendengar berita tersebut, beliau bersabda, โ€œKita tidak akan berhenti hingga kita mengalahkan merekaโ€. Rasulullah pun menyeru para sahabatnya untuk berbaiat kepada beliau untuk tidak lari dari medan juang dan berbaiat untuk mati. Abu Sinan dan Al Asadi merupakan orang pertama yang berbaiat untuk mati sebanyak 3 kali. Setelah Rasulullah dan para sahabat selesai berbaiat, Ustman datang dan ia membaiat Rasulullah. Semua yang hadir berbaiat kecuali kalangan munafiqin yaitu Jad bin Qias.

Baiat tersebut dilakukan dibawah sebuah pohon, inilah yang dikenal denga baiatur Ridhwan. Ummu Hisyam juga telah berbaiat untuk mati bersama orang-orang yang berbaiat sehingga beliau mendapatkan keridhaan pada baitur ridhwan bahkan ia merasa akan masuk surga dengan izin Allah seperti sabda Rasulullah, โ€œTidak akan masuk neraka orang yang telah berbaiat di bawah pohon (Baiatur Ridhwan).โ€

Sumber : Biografi 35 Shahabiyah Nabi Saw. Karya Syaikh Mahmud al – Mishri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *