Category NASEHAT

Cerita Nabi Idris as – Kisah dengan malaikat maut Izroil

Nabi Idris as

Sebuah cerita islami yaitu yang men­gu­las ten­tang cerita Nabi Idris meru­pakan salah satu nabi utu­san Allah SWT yang diberi tugas untuk menyam­paikan risalah kepada kaum­nya. Nabi Idris diberi hak ken­abian oleh Allah sete­lah nabi Adam As. Nabi Idris hidup sek­i­tar tahun 4533 sam­pai den­gan 4188 sebelum masehi.

Nabi idris as meru­pakan ketu­runan keenam dari Nabi Adam as. Berikut meru­pakan Sil­si­lah lengkap asal usul nabi idris adalah, Idris bin yarid bin Mahlail bin qainan bin anusy bin syits bin adam. Menu­rut kitab tafsir, nabi istris hidup seribu tahun sete­lah Nabi Adam as wafat.

Cerita Nabi Idris as - Kisah dengan malaikat maut Izroil

Nabi idris meru­pakan hamba Allah yang selalu mem­pela­jari mushaf-mushaf nabi adam as...

Read More

Kisah Nabi Hud as

بسم الله الرحمن الرحيم 
Nabi Hud
 ‘alai­his salam ting­gal di negeri Yaman, di sebuah tem­pat yang bernama Al Ahqaaf (bukit-bukit berpasir), di sana ting­gal kaum ‘Aad per­tama yang nasab mereka sam­pai kepada Nabi Nuh. Mereka ting­gal di rumah-rumah yang memi­liki tiang-tiang yang besar seba­gaimana difir­mankan Allah Sub­hanahu wa Ta’ala:

“(Yaitu) pen­duduk Iram (ibu kota tem­pat ting­gal kaum ‘Aad) yang mem­pun­yai bangunan-bangunan yang tinggi–Yang belum per­nah diban­gun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,” (QS. Al Fajr: 7–8)

Mereka juga mem­ban­gun istana-istana dan benteng-benteng yang tinggi dan mem­bang­gakan diri den­gan bangunan-bangunan itu. Hal ini seba­gaimana difir­mankan Allah Sub­hanahu wa Ta’ala...

Read More

10 pesan Luqman al-hakim kepada Anaknya

Berdasarkan al-Qur’an surat Luq­man ayat 13, 16, 17, 18, dan 19 penulis berpan­dan­gan bahwa pada ayat-ayat terse­but ter­da­pat sepu­luh nasi­hat Luk­man al-Hakim kepada anaknya. Ada­pun sepu­luh nasi­hat terse­but adalah seba­gai berikut,

1. Nasi­hat Agar Tidak Musyrik kepada Allah SWT

Dise­butkan kisah­nya oleh fir­man Allah SWT, (QS.Luqman [31]: 13)

Artinya : “Dan (Ingat­lah) ketika Luq­man Berkata kepada anaknya, di waktu ia mem­beri pela­jaran kepadanya: “Hai anakku, jan­gan­lah kamu mem­perseku­tukan Allah, Sesung­guh­nya mem­perseku­tukan (Allah) adalah benar-benar keza­l­i­man yang besar”. (Al-Qur’an dan Ter­jemah Depag RI : 2005 : 412).

Luk­man berpe­san kepada anaknya seba­gai orang yang pal­ing dis­ayanginya dan pal­ing berhak me...

Read More

Bencana dimata Islam

Berbicara ten­tang ben­cana, dalam kamus bahasa Indone­sia dise­butkan bahwa ben­cana itu adalah sesu­atu yg menye­babkan (menim­bulkan) kesusa­han, keru­gian, atau pen­der­i­taan, ada­pun Ben­cana Alam mak­sud­nya adalah ben­cana yg dise­babkan oleh alam (seperti gempa bumi, angin ken­cang, dan ban­jir)

Apakah Ben­cana Alam murni dise­babkan oleh alam…???

{فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ} [الأعراف: 78]

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadi­lah mereka mayit-mayit yang berge­limpan­gan di tem­pat ting­gal mereka. [Al A’raf : 78]

Ayat diatas menggam­barkan ten­tang Gempa Bumi yang menimpa kaum Tsamud, karena kesyirika...

Read More

Wasiat Luqman Kepada Anaknya”

Abu Khaulah Zainal Abidin


Luq­man adalah hamba ALLAH yang sholeh, yang ALLAH Sub­haanahu wa ta’alaaabadikan nama, wasiat, dan seba­gian kisah­nya di dalam AL Qur’an. ALLAHSub­haanahu wa ta’alaa men­garu­ni­ainya Al Hikmah, sehingga jadi­lah ia hamba yang bersyukur kepada ALLAH. Dan ketika para Saha­bat -rad­hial­lahu anhum- gelisah dan khawatir –den­gan adanya peringatan ALLAH Sub­haanahu wa ta’alaa ter­hadap orang-orang yang men­cam­pu­radukkan keimanan den­gan kedza­l­i­man (الَّذِينَ آَمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ /Al An’aam: 82)- Rasu­l­ul­lah -Shal­lal­lahu alaihi wa sal­lam- segera mengin­gatkan mereka kepada uca­pan Luq­man di dalam Al Qur’an

ألم تسمعوا ما قال ال...

Read More

Perbaiki hubunganmu dengan Alloh

g

Abu Hazim rahimahul­lah men­gatakan, “Tidak­lah sese­o­rang mem­per­baiki hubun­gan­nya den­gan Allah melainkan Allah akan mem­per­baiki hubun­gan den­gan sesamanya. Seba­liknya, tidak­lah jelek hubun­gan sese­o­rang den­gan Allah melainkan Allah akan burukkan hubun­gan dia den­gan orang lain. Demikian itu karena berbuat baik kepada satu orang tentu lebih mudah dari­pada berbuat baik kepada semua orang. Sung­guh ketika hubun­ganmu den­gan Allah baik maka semua orang akan con­dong kepadamu. dan ketika hubun­ganmu dengan-Nya buruk maka semua orang akan berpal­ing meninggalkanmu.”

Abu Nu’aim rahimahul­lah dalam kitab­nya, Al-Hilyah, menye­butkan suatu riwayat dari Abdul­lah bin Aun rahimahul­lah bahwa dahulu para ahli fikih sal­ing berpe­san dan men­girim su...

Read More

Di Akhirat, Dibangkitkan Sesuai Niat

Ketika suatu kaum disiksa dan sik­saan terse­but menimpa pula orang-orang sholih, maka nanti yang diper­hatikan adalah niatan mereka. Di dunia, mereka bisa jadi men­da­p­atkan azab yang sama. Namun di akhi­rat, mereka akan dibangk­itkan sesuai den­gan niat mereka.

Aisyah berkata bahwa Rasu­l­ul­lah shal­lal­lahu ‘alaihi wa sal­lam bersabda,

« يَغْزُو جَيْشٌ الْكَعْبَةَ ، فَإِذَا كَانُوا بِبَيْدَاءَ مِنَ الأَرْضِ يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ » . قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يُخْسَفُ بِأَوَّلِهِمْ وَآخِرِهِمْ ، وَفِيهِمْ أَسْوَاقُهُمْ وَمَنْ لَيْسَ مِنْهُمْ ...

Read More

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

1070053_624285770929770_2085023262_n
1. Ramadhan adalah Bulan Ditu­runk­an­nya Al Qur’an
Allah Ta’ala berfir­man,
(Beber­apa hari yang diten­tukan itu ialah) bulan Ramad­han, bulan yang di dalam­nya ditu­runkan (per­mu­laan) Al Quran seba­gai petun­juk bagi manu­sia dan penjelasan-penjelasan men­ge­nai petun­juk itu dan pem­beda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsi­apa di antara kamu hadir (di negeri tem­pat tinggal­nya) di bulan itu, maka hen­dak­lah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185) 2. Setan-setan Dibe­lenggu, Pintu-pintu Ner­aka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramad­han Tiba
Rasu­l­ul­lah shal­lal­lahu ‘alaihi wa sal­lam bersabda,
Apa­bila Ramad­han tiba, pintu surga dibuka, pintu ner­aka ditutup, dan setan pun dibe­lenggu...
Read More

Dialog Antara Hati dan Mata

Mata adalah penun­tun, dan hati adalah pen­dorong dan penun­tut. Mata memi­liki kenikmatan pan­dan­gan dan hati memi­liki kenikmatan pen­ca­pa­ian. Ked­u­anya meru­pakan sekutu yang mesra dalam setiap tin­dakan dan amal per­bu­atan manu­sia, dan tidak bisa dip­isahkan antara satu den­gan yang lain.

Ketika sese­o­rang memi­liki niat untuk melakukan sesu­atu yang muncul dari dalam hati, maka dia memer­lukan mata seba­gai penun­tun­nya. Untuk meli­hat, menga­mati, dan kemu­dian otak ikut bek­erja untuk mengam­bil keputusan.

Bila sese­o­rang memi­liki niat untuk melakukan amal yang baik, maka mata menun­tun­nya kearah yang baik pula...

Read More

Bersemangatlah Menuntut Ilmu Agama

drfdsf

Menun­tut ilmu agama ter­ma­suk amal yang pal­ing mulia, dan ia meru­pakan tanda dari kebaikan. Rasu­l­ul­lah Shalallahu’alaihi Wasal­lam bersabda, “Orang yang dike­hen­daki oleh Allah untuk men­da­p­atkan kebaikan, akan dimu­dahkan untuk mema­hami ilmu agama” (HR. Bukhari-Muslim). Hal ini dikare­nakan den­gan menun­tut ilmu agama sese­o­rang akan men­da­p­atkan penge­tahuan yang berman­faat baginya untuk melakukan amal shalih.

Allah Ta’ala juga berfir­man yang artinya, “Dan Allahlah yang telah mengutus Rasul-Nya den­gan hudaa dan dinul haq” [At Taubah: 33]. Dan hudaa di sini adalah ilmu yang berman­faat, dan mak­sud dinul haq di sini adalah amal shalih...

Read More