E-Buletin Edisi April

Silahkan down­load disini untuk men­down­load e-buletin dari SKI FKIP UNS

Klik Me

Read More

E-Buletin Edisi MEI

Silahkan down­load disini untuk men­down­load e-buletin dari SKI FKIP UNS

Klik Me

Read More

E-Buletin Edisi JUNI

Silahkan down­load disini untuk men­down­load e-buletin dari SKI FKIP UNS

Klik me

Read More

Menjadi Muslimah yang Cerdas dan Tangguh

Rasu­l­ul­lah saw bersabda,“Sesung­guh­nya seba­gian manu­sia ada yang men­jadi kunci-kunci pem­buka kebaikan dan penutup berba­gai keja­hatan, serta ada yang men­jadi kunci-kunci pem­buka keja­hatan dan penutup berba­gai keba­jikan. Berba­ha­gialah orang-orang yang dijadikan Allah seba­gai kunci-kunci pem­buka kebaikan dan celakalah orang-orang yang dijadikan Allah seba­gai kunci pem­buka keja­hatan.” (Sil­si­lah Hadits shahih jilid tiga nomor 1332)

Dim­u­lai dari sesu­atu yang indah ketika kita mem­bayangkan kesem­pur­naan seo­rang mus­limah. Walaupun  banyak yang salah paham akan makna kein­da­han yang ter­pa­par di dalam­nya. Semua bisa merasakan dan bisa men­gubah perasaan kita ketika meli­hat air mukanya yang penuh cahaya...

Read More

KARDUS #9 “Saat Galau Menyapa Ku Punya Allah Ta’ala”

 Arti kati galau menu­rut KBBI artinya adalah sibuk. Macam-macam galau:

  1. Kece­masan             : sesu­atu yang kita khawatirkan
  2. Kece­masan moral
  3. Kece­masan real­i­tas: dari dunia luar
  4. Stress                      : hara­pan yang tidak sesuai den­gan kenyataan

Kebu­tuhan dasar manusia:

  1. Psikol­o­gis yang berupa kebu­tuhan san­dang, papan dan pangan
  2. Rasa aman
  3. Kebu­tuhan bersosialisasi.

Bahaya galau: menye­babkan orang mudah stress, dan Indone­sia meru­pakan negara yang banyak orang galau, itu artinya di Indone­sia banyak orang-orang stress. pada­hal Allah SWT men­cip­takan manu­sia bukan untuk men­jadi orang yang galau di dunia “Dan tidak­lah Aku men­cip­takan jin dan manu­sia melainkan untuk berib­adah kepada-Ku”...

Read More

Kekuatan kata pada budaya ‘Saling Menasehati’

Berkata memang mem­pun­yai seni tersendiri. Dalam merangkai sebuah kata pada kali­mat, pemil­i­han diksi, peng­gu­naan intonasi dan nada bahasa, yang masing-masing orang akan mem­pun­yai cirri khas. Beber­apa orang bisa merangkai kali­mat indah men­jadi ben­tuk kata-kata yang berisi, penuh makna dan san­gat mendalam.

Pesan yang dis­am­paikan mungkin san­gat dalam, meno­hok dan menampar-nampar tetapi pem­bawaan­nya san­gat lem­but, men­galir per­la­han tanpa meng­gu­rui. Itu adalah perkataan yang pal­ing banyak disuka.

Sal­ing menase­hati baik dalam lisan maupun tulisan. beber­apa orang mem­pun­yai seni dalam bidang ini. Men­go­lah kata yang ter­tuang dalam tulisan ataupun lisan secara lang­sung face to face.

Pada dasarnya manu­sia itu tidak suka dinas...

Read More

MEMAKNAI HARI KELAHIRAN PANCASILA

Masih ingatkah anda den­gan makna tang­gal 1 Juni bagi Indone­sia? Jika ada diantara kalian yang men­jawab hari kelahi­ran Pan­casila, jawa­ban kalian tepat sekali. Tapi, apa makna sesung­guh­nya hari kelahi­ran Pan­casila bagi Indone­sia? Dan apa pula makna Pan­casila bagi umat Islam di Indonesia?

Sejarah Lahirnya Pancasila

Berbicara men­ge­nai Pan­casila tentu tidak akan ter­lepas dari sejarah kelahi­ran­nya. Seperti yang dike­tahui, isti­lah Pan­casila per­tama kali diperke­nalkan oleh Ir. Soekarno, dalam sidang I BPUPKI tang­gal 1 Juni 1945...

Read More

PEREMPUAN SIMBOL KEMULIAAN

Saat ini, banyak fenom­ena yang kita dap­ati terkait den­gan keber­adaan perem­puan dis­elu­ruh bela­han dunia. Banyak peng­har­gaan yang diberikan kepada perem­puan namun, hanya dari sisi kecan­tikan dan kemolekan­nya saja. Tidak heran jika perem­puan banyak dijadikan seba­gai objek perda­gan­gan dan bis­nis para kap­i­talis dalam berba­gai bidang seperti dunia kerja, indus­tri hibu­ran, dan indus­tri kos­metik. Dari fakta terse­but, kita men­da­p­ati bahwa perem­puan saat ini tidak­lah men­da­p­atkan der­a­jat kemu­li­aan, perem­puan hanya diang­gap seba­gai alat untuk mem­per­oleh keun­tun­gan oleh para kapitalis.

Perem­puan saat ini banyak yang bek­erja tanpa mem­per­hatikan tugas­nya seba­gai seo­rang ibu­dan istri yang harus men­gu­rus rum...

Read More

Cabe-Cabean, Terong-Terongan, Lalu?

Bro en Sis rahi­maku­mul­lah, pem­baca setia gaulis­lam. Makin angot aja nih isti­lah cabe-cabean ama terong-terongan. Nggak sekalian aja tomat-tomatan atau garam-garaman, terasi-terasian plus gula-gulaan supaya bisa jadi sam­bal. Hehehe.. kalo ngeliat defin­isinya, sebe­narnya fenom­ena cabe-cabean atau terong-terongan udah ada sejak jaman baheula (jadul). Cuma isti­lah­nya ada yang diper­barui. Di daerah Jawa Ten­gah sana, konon kabarnya sebelum cabe-cabean udah nge­top kim­cil. Nggak jauh bedalah. Atau mungkin sudah di–replace alias diganti kali ya. Tetapi, ter­lepas dari kon­tro­versi itu, yang jelas fenom­ena cabe-cabean dan terong-terongan sung­guh sudah san­gat meng­ganggu. Khusus­nya cabe-cabean.

Eh, ini ngo­b­rolin apaan sih? Hah? Kamu ada yang nggak ngeh...

Read More

Anti Terapkan Prinsip Mimikri Bunglon?

Xu Yue­hua, seo­rang wanita tanpa kaki yang mendedikasikan hidup­nya untuk mer­awat sebuah yatim piatu di Cina, sung­guh perk­er­jaan yang luar biasa. Dulunya Xu Yuehu aadalah gadis kecil yang nor­mal seperti teman-temannya. Sam­pai suatu saat, waktu mengumpulkan batu bara di rel kereta apa, dan sebuah kece­lakaan kereta api mem­buat ia kehi­lan­gan kedua kakinya (sam­pai sebatas paha kakinya dia­putasi) pada usia 13 tahun. Apalagi waktu itu ia adalah anak yatim piatu.  Betapa han­curnya hatinya kala itu.

Dis­aat rasa frus­tasi menye­limutinya, ia segera sadar untuk men­jadikan hidup­nya berguna untuk sesama selama ia diberi kesem­patan hidup didunia...

Read More