Author Archives: SKI FKIP UNS

  • 0

SKI FKIP Jalin Silaturrahim dengan FOSMI FH

Category : UMUM

IMG_0830

Kamis, 3 September 2015 Sentra Kegiatan Islam (SKI) FKIP UNS mengadakan silaturahmi ke FOSMI SKI FH UNS. Bertempat di Taman Justicia (Taman Hukum), acara kunjungan diikuti hampir 50 orang, baik dari SKI FKIP sendiri maupun dari FOSMI.

Serangkaian acara pun dilakukan dengan tenang, mulai dari pembukaan, tilawah kemudian sambutan dari Ketua Umum FOSMI dilanjutkan dengan Sambutan Ketua Umum SKI FKIP.

Kemudian sampailah pada acara inti, sharing. Dalam sesi ini, ikhwan dan akhwat masing – masing membentuk lingkaran dan masing – masingpun memulai sharing secara terpisah. Sebelum sharing dimulai, acara diawalai dengan ta’aruf. Bidang dari masing – masing lembaga Dakwah Fakultas (LDF) merupakan topik pembahasan pertama. Ada beberapa penamaan yang berbeda seperti misalnya bidang Pembinaan di SKI FKIP, di FOSMI bernama DPP begitupun pada departemennya. Selain dalam penamaan yang berbeda, jumlahnya tetaplah sama. Akan tetapi di FOSMI tidak ada pemecahan seperti di SKI FKIP, ranah kerja FOSMI rangkap – rangkap.

Pembahasan Program Kerja (Proker) pun menjadi pembahasan selanjutnya. Program kerja yang dikiranya paling berbeda ialah agenda tahunan masing-masing lembaga dahwah ini, yaitu Golden Step, dari SKI FKIP, dan Sekolah Aktivis, dari FOSMI. Golden Step hanya diperuntukan mahasisa baru FKIP sedangkan Sekolah Aktivis, mahasiswa dari fakultas lainpun diperbolehkan untuk mengikutinya.

Sharingpun masih berlanjut. Sharing perihal komunkasi atau sistem komunkiasi mulai dari ketua umum sampai dengan staf – stafnya. Dan terkahir sharing perihal SKI FKIP yang juga terdapat di wilayah lain seperti yang berada di kleco, pabelan, manahan dan kebumen. Program kerja bersama wilayah lainpun masuk dalam pembahasan. Di SKI FKIP terdapat program kerja berkolaborasi dengan SKI FKIP di wilayah lain yaitu SKI Berlayar yang baru – baru ini telah dilaksanakan bekerjasama dengan SKI FKIP kebumen.

Dikarenakan waktu yang sudah mendekati waktu magrib, acara sharingpun dicukupkan. Acara pun ditutup dan tak lupa ikhwan berfoto bersama sebelum pulang. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan bersama ini ukhuwah antarsesama LDF di UNS dapat terjalin lebih erat.


  • 0

KETENTUAN LOMBA TPA | Islamic Week #4

Category : AGENDA

received_1145884292110925

 

  1. Nama Kegiatan : Lomba TPA se-Solo Raya, dalam rangka Islamic Week #4
  2. Tema : “Lomba TPA Ceria, Generasi Muslim Penuh Karya”
  3. Waktu Pelaksanaan: Minggu, 11 Oktober 2015, pukul 07.00 – 14.30 WIB
  4. Tempat : Masjid Nurul Huda UNS
  5. Ketentuan-Ketentuan Lomba

 

MEWARNAI

Peserta

  • Santri TPA perorangan usia 4 – 8 tahun (TK – kelas II SD).
  • Jumlah perwakilan dari masing-masing TPA tidak dibatasi.

Materi

  • Gambar mengacu pada tema: “Anak Sholeh Cinta Masjid dan TPA”.

Alokasi Waktu dan Peralatan

  • Waktu 2 jam (120 menit).
  • Alat mewarnai (meja, pensil warna/krayon, dll) dibawa oleh masing-masing peserta.
  • Kertas dan sketsa gambar disediakan oleh panitia dengan ukuran kertas A4.

Kriteria Penilaian

  • Variasi Warna
  • Pemilihan warna
  • Tata warna
  • Bidang Keindahan
  • Kekayaan warna
  • Kekayaan imajinasi
  • Kebersihan dan kehalusan

 

KALIGRAFI

Peserta

  • Santri TPA perorangan usia 6 – 12 tahun (kelas I – VI SD).
  • Jumlah perwakilan dari masing-masing TPA tidak dibatasi.

Materi (Pilihan Teks Kaligrafi)

  • Pilihan teks kaligrafi bebas, terserah pada peserta lomba.
  • Diperbolehkan membawa contoh.

Alokasi Waktu dan Peralatan

  • Waktu 2 jam (120 menit).
  • Peralatan kaligrafi dibawa sendiri oleh masing-masing peserta.
  • Kertas disediakan oleh panitia dengan ukuran kertas A4.

Kriteria Penilaian

  • Ketepatan kaidah penulisan.
  • Kebersihan dan keindahan penulisan.
  • Keserasian warna dan ornamen/hiasan.

 

PILDACIL

Peserta

  • Santri TPA perorangan usia 6 – 12 tahun (kelas I – VI SD).
  • Jumlah perwakilan dari masing-masing TPA maksimal 1 santri (putra atau putri).

Materi/Tema

  1. “Keutamaan Menuntut Ilmu”
  2. “Aku Bangga Menjadi Seorang Muslim”
  3. “Birrul Walidain”

Alokasi Waktu

  • Waktu 6 menit @peserta.

Kriteria Penilaian

  • Bidang isi dan bahasa.
  • Kelengkapan dalil Qur’an dan Hadist.
  • Metode penyampaian (vokal, intonasi, ekspresi, serta adab).
  • Dalam menyampaikan materi, peserta tidak diperkenankan membawa teks materi.

 

 

GURU TPA MENDONGENG

Peserta

  • Guru TPA perorangan usia 15 – 30 tahun (kelas IX SMP, usia SMA – 30 tahun).
  • Jumlah perwakilan dari masing-masing TPA maksimal 1 guru (putra atau putri).

Materi/Tema

  • “Para Pengusung Dakwah Islam” (Nabi, Sahabat Nabi, dan Tokoh Pemuda)
  • “Adab Sehari-Hari”
  • “Mengukir Karya Lewat TPA”

Alokasi Waktu

  • Waktu 9 menit @peserta.

Kriteria Penilaian

  • Bidang isi dan bahasa
  • Kelengkapan dalil Qur’an dan HadiT
  • Metode penyampaian (vokal, intonasi, ekspresi, serta adab)
  • Dalam menyampaikan materi, peserta tidak diperkenankan membawa teks materi

 

HAFALAN JUZ ‘AMMA

Peserta

  • Santri TPA perorangan usia 6 – 12 tahun (kelas I – VI SD).
  • Jumlah perwakilan dari masing-masing TPA maksimal 1 santri (putra atau putri).

Teknik Lomba

  • Peserta mengambil nomor undian (tampil sesuai nomor urut undian).
  • Peserta membacakan surah Al-Qur’an (jus 30) dengan mengambil undian (1 kali kesempatan).
  • Peserta meneruskan ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh juri.

Kriteria Penilaian

  • Bidang tajwid dan makhorijul huruf.
  • Bidang fashahah dan adab.
  • Bidang tahfizh (hafalan).

 

LCC

Peserta

  • Santri TPA berkelompok usia 11 – 15 tahun (kelas V – VI SD, kelas VII – IX SMP).
  • Jumlah perwakilan dari masing-masing TPA maksimal 1 kelompok yang terdiri dari 3 santri (putra/putri).

Materi

  • Shiroh Nabawiyah
  • Tsaqofah Islam
  • Ilmu Tajwid

Teknik Lomba

  • Lomba terdiri dari 2 tahap/babak: Penyisihan dan Final
  • Babak penyisihan, peserta mengerjakan soal tertulis (individual)
  • Babak final, peserta menjawab soal wajib, lemparan, dan rebutan

Alokasi waktu

  • Waktu 3 jam (180 menit)
  • Babak Penyisihan: 30 menit
  • Babak Final: minimal 1 jam (60 menit)

Kriteria Penilaian

  • Babak Penyisihan, nilai tes tertulis adalah akumulasi 3 peserta (1 kelompok)
  • Babak Final:
    • Soal Wajib jika jawaban benar nilai 10, salah nilai 0
    • Soal Lemparan jika jawaban benar nilai 10, salah nilai 0
    • Soal Rebutan jika jawaban benar nilai 10, salah dikurangi 5

 

PENDAFTARAN PESERTA

Peserta melakukan pendaftaran dengan cara:

Ketik: IW#4_Nama Lengkap_Jenis Lomba_Asal TPA_Alamat Lengkap

Kirim ke: 081914334810 (Sidiq) atau 085747775192 (Hasna)

HADIAH: Trophy, Sertifikat, Bingkisan (Juara I, II, dan III)

 

TANGGAL PENTING

  1. 3 September-10 Oktober 2015 : Pendaftaran
  2. 3 Oktober 2015 : Technical meeting (Ruang seminar NHIC)
  3. 11 Oktober 2015 : Pelaksanaan lomba (Student center UNS)

  • 0

JAS UKM #2: SKI FKIP Gelar Buka Bersama UKM lain

Category : UMUM

IMG_5104Jum’at, 19 Juni 2015, Sentra Kegiatan Islam (SKI) FKIP UNS menyelenggarakan acara JAS UKM (Jalinan Silaturahmi antar UKM). Bertempat di aula gedung grha UKM FKIP, acara diikuti hampir 80 orang yang terdiri dari 45 orang ikhwan dan 35 orang akhwat, baik dari SKI FKIP sendiri maupun dari delegasi pengurus UKM-UKM di FKIP. Tema yang diangkat pada JAS UKM session #2 ini adalah “Indahnya Kebersamaan dalam Keberagaman”.

Dipandu oleh akh Fariz Abdul Wahid sebagai pembawa acara (MC), acara dimulai sekitar pukul 16.30 WIB, dibuka dengan membaca basmalah dan dilanjutkan pembacaan tilawah oleh akh Amri Haq dan sambutan dari Ketum SKI, akh Taufik Ahmad Fahrudin . Setelah acara dibuka, sambil menunggu waktu berbuka, semua peserta menyimak materi kajian yang disampaikan oleh akh Eko Pujianto (Presiden BEM UNS 2015). Beliau menyampaikan tentang cara berinteraksi yang baik pada teman yang berbeda keyakinan dengan kita dan cara menghadapi perbedaan pendapat antar sesama muslim dengan bijak.

Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita menemui adanya perbedaan atau keberagaman. Begitu pun di negara ini. Hal yang harus ditekankan adalah berprasangka baik terhadap orang-orang yang berbeda dengan kita. Satu budaya negara ini yang paling dominan dan harus ditinggalkan adalah budaya memvonis/menjustifikasi/menghakimi. Contohnya, adanya pandangan bahwa sholat tarawih 23 rakaat itu bid’ah, tidak ada dalil yang shahih. Pernyataan ini seharusnya dihindari, agar kebersamaan tetap terjaga.

Ada 4 alasan mengapa harus menghilangkan budaya memvonis:

  1. Lihat pada diri kita. Seberapa banyak ilmu yang kita miliki, dan apakah kita termasuk orang yang sudah benar? Sebab, tidak ada satu pun mahzab (Mahzab Syafi’i, Maliki, Hambali, ataupun Hanafi) yang mengatakan bahwa ilmunya itu yang paling benar.
  2. Karena kita tidak tahu 100% keadaan orang lain. Kita tidak pernah tahu kehidupan orang lain. kadangkala kita menjudge orang terlalu dini. Ada satu kisah di zaman Nabi Musa, ketika tidak turun hujan selama bertahun-tahun. Kemudian, Allah SWT memberitahukan Nabi Musa ‘alaihissalam penyebab terjadinya musibah tersebut ialah adanya kedzoliman yang dilakukan kaumnya. Lalu, Nabi Musa mengumpulkan kaumnya dan menanyakan pada kaumnya, siapa yang telah melakukan kedzaliman sehingga menyebabkan musibah sebagaimana yang dialami kaumnya. Nabi Musa memerintahkan bagi siapa yang telah berbuat kedzoliman, untuk keluar dari barisan. Ketika itu ada satu orang yang mengaku bahwa ia telah berbuat kedzaliman, namun ia hanya mengakui di dalam hati, ia kemudian memohon ampunan Allah SWT dan bertaubat nasuha. Keesokan harinya, hujan turun. Nabi Musa yang heran akan kejadian tersebut kemudian meminta kejelasan pada Allah. Allah membenarkan bahwa telah ada satu orang yang bertaubat nasuha, ia juga telah mengakui kesalahannya. Nabi Musa heran, mengapa sudah ada yang mengaku berbuat dzalim, sedang tidak ada satu pun orang yang keluar dari barisan. Allah menyampaikan begitulah Allah, sang Maha Pemberi Ampunan dan yang maha penutup aib hamba-Nya.
  3. Karena surga itu milik Allah, bukan milik kita. Kadang kala kita berdakwah dengan dalil yang benar, namun apakah dalil itu telah sampai di hati-hati kita, ataukah hanya sampai pada mulut kita? Padahal Rasulullah SAW berdakwah dengan kasih sayang.

Ada satu pertanyaan, bukankah dakwah itu harus disampaikan dengan benar? Namun, apakah dakwah ini disampaikan dengan niat yang benar? Jika hati kita sudah benar, bagaimana kita menempatkan diri kita? Karena hati manusia itu senang dihormati. Kemudian kita juga harus menghargai keberagaman, ketika ada perbedaan, caranya: menyadari bahwa di antara kita tidak ada yang sama, memahami perbedaan orang-orang di sekitar kita, memaklumi perbedaan dengan orang lain, memaafkan dan memperbaiki.

Kajian selesai saat tiba adzan shalat maghrib. Kemudian peserta berbuka dengan ta’jil kurma dan es buah, dilanjutkan shalat maghrib. Usai shalat, peserta kembali ke aula UKM untuk menikmati santap berbuka yang telah disediakan panitia. Sambil menikmati makanan berbuka, peserta disuguhi video edukatif yang menjelaskan beberapa kesalahan dalam dengan tampilan ala anak muda. Peserta pun sesekali tertawa melihat video inspiratif tersebut. Acara JAS UKM ditutup pukul 18.45 WIB saat adzan isya’ tiba. Tak lupa semua panitia ikhwan menyempatkan untuk berfoto bersama terlebih dahulu setelah acara selesai. Melalui kegiatan ini diharapkan ukhuwah antar pengurus UKM di grha UKM FKIP UNS dapat terjalin lebih erat.


  • 0

SKI FKIP UNS Sambut Kunjungan Rohis SMA N Kerjo, Karanganyar

IMG_7876

Open House yang diadakan hari Ahad, 14 Juni 2015 ini merupakan bentuk kunjungan dari Rohis SMA Negeri 1 Kerjo, Karanganyar ke SKI FKIP UNS. Kunjungan yang diselenggarakan di Aula Gedung E lantai 3 ini dihadiri oleh 31 ikhwan dan 57 akhwat. Acara dimulai pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB. Sebagaimana kunjungan–kunjungan biasanya, acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yaitu akh Akbar dan pembacaan susunan acara. Acara dilanjutkan tilawah oleh akh  Oki. Kemudian sambutan–sambutan dari Ketua Umum SKI FKIP UNS, akh Taufik Ahmad Fahrudin dan sambutan dari pembina Rohis SMA Negeri 1 Kerjo yaitu Drs. Muhammad Sidiq. Sebelum memasuki acara inti yaitu diskusi, ada pemutaran video singkat tentang kegiatan–kegiatan SKI. Lalu acara berikutnya yaitu pemaparan singkat dari ketua SKI FKIP UNS dan dilanjutkan pemaparan dari Rohis SMA Negeri 1 Kerjo oleh Ketua Bidang Tarbiyah yaitu akh Bayu Anam. Lalu tiba di acara inti, yaitu sesi diskusi.

Sesi diskusi ini dimulai dengan pembahasan pertama berupa bagaimana cara menjaga keistiqomahan pengurus. Hal ini masih berhubungan dengan pembahasan selanjutnya yaitu cara membuat pengurus “betah” setelah open recruitment. Ada dua cara utama yaitu melalui pengurus dan sistem. Melalui pengurus dapat berupa membuat lingkungan dan suasana yang nyaman. Sediakan apa yang pengurus butuhkan. Sedangkan melalui sistem, hal yang dapat dilakukan ialah menyediakan program–program yang sekiranya dapat pengurus lebih dekat satu sama lain. Program–programnya dapat berupa SMS khusus, kajian pengurus atau agenda rutin lain yang non formal. Agenda rutin non formal dapat berupa olahraga bersama untuk ikhwan dan memasak bersama untuk akhwat.

Diskusi yang kedua, yakni tentang Dakwah melalui media sosial karena masyarakat saat ini tidak bisa lepas dari hal satu ini. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, cari media yang paling ampuh. Lihat siapa dulu sasarannya kemudian lihat media sosial manakah yang paling banyak dan sering mereka gunakan. Kedua, kita harus tahu medannya dan mempunyai kemampuan untuk menguasainya. Misalkan, di salah satu media sosial yang paling menonjol adalah melalui gambar–gambar yang menarik. Kita bisa menguasainya dengan cara membuat desain yang menarik perhatian mereka, seperti yang di MDC (Muslim Design Community).

IMG_7852

Acara berlangsung dengan lancar. Tidak terasa tibalah di ujung acara. Acara ini ditutup dengan penyerahan vandel dari keduanya. Dan diharapkan, ke depannya SKI FKIP UNS dan Rohis SMA Negeri 1 Kerjo bisa tetap menyambung tali silahturahim. Kemudian sebelum perpisahan, diadakan foto bersama di depan Masjid Nurul Huda UNS. Usai melaksanakan sholat dhuhur semua rombongan dari Rohis SMA N 1 Kerjo berpamitan pulang untuk melajuntkan kunjungan ke dua yakni ke LDK IAIN Surakarta.


  • 0

Kajian Dusun Binaan 1: Jangan Mengorbankan Agama demi Dunia

IMG_7694

Acara JIDAN 1 (Kajian Dusun Binaan 1) yang bertemakan “(Janganlah) Mengorbankan Aqidah Agama demi Sebentarnya Rona Dunia” ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2015 di Desa Dayu, Karanganyar. Acara ini meliputi dua kegiatan yakni bakti sosial dan kajian. Kegiatan bakti sosial tersebut berupa alat tulis dan makanan ringan yang dibagikan kepada anak-anak TPA sembari pengurus SKI mengajar TPA. TPA dilaksanakan pada waktu sore sedangkan kajian bersama warga dilaksanakan pada malam hari.

Kegiatan TPA di buka pengurus TPA Desa Dayu  kemudian pengelolaannya diserahkan kepada Pengurus SKI. Dari Pengurus SKI dibuka oleh Saudara Arfan sekitar pukul 15.45 WIB. Anak-anak terlihat sangat antusias dengan kegiatan tersebut, terbukti dengan anak-anak TPA yang datang lebih banyak daripada biasanya. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca iqra’ satu persatu dengan disimak oleh Pengurus SKI yang hadir.

IMG_7607

Pengurus TPA Desa Dayu membuka kegiatan TPA

Seusai semuanya membaca iqra’, anak-anak tersebut kemudian diajak untuk bermain game diluar masjid. Ada beberapa jenis permainan, untuk yang putra di antaranya kucingan, angkat dan turunkan botol aqua dengan rafia (model berkelompok), dan berjalan memutar dengan bernyanyi. Untuk yang putri permainan yang dilakukan diantaranya menyalurkan karet gelang dengan menggunakan sedotan dari orang satu ke orang yang lain, dan menyebutkan nama anggota. Dalam kegiatan permainan ini melibatkan seluruh Panitia JIDAN dan anak-anak TPA Desa Dayu sehingga terjalin interaksi yang baik.

IMG_7624

Kegiatan permainan dengan anak-anak TPA Desa Dayu.

Kegiatan permainan ini selesai sekitar pukul 17.15 WIB. Setelah Permainan selesai adik-adik TPA kita ajak kembali masuk ke masjid. Sebelum kegiatan TPA dibubarkan ada pembagian alat tulis dan makanan ringan, serta foto bersama. Setelah kegiatan foto bersama, adik-adik TPA diperkenankan untuk pulang dan untuk Panitia JIDAN persiapan untuk sholat Magrib. Seusai Sholat Magrib, Panitia JIDAN dijamu oleh warga disana, yakni diminta untuk makan bersama.

IMG_7702

Kegiatan makan bersama dengan warga Desa Dayu.

Acara berikutnya setelah kegiatan makan bersama selesai, untuk yang akhwat melanjutkan untuk pulang, sedangkan yang ikhwan melanjutkan untuk mempersiapkan takjil dan kajian malamnya. Kajiannya malamnya dimulai sekitar 19.35 WIB. Warga Desa Dayu sangat antusias dengan adanya kajian tersebut, terbukti jumlah warga yang hadir sekitar 50 orang yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak. Kajian ini diisi oleh Ustadz Sukidi. Dalam kajian tersebut Ustadz Sukidi memaparkan tentang pentingnya aqidah islam dan juga tentang kristenisasi.

Kajian tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat disana mengenai kristenisasi yang sekarang ini sedang marak di masyarakat, agar nantinya masyarakat disana tidak terjerumus oleh adanya kristenisasi. Kegiatan ini usai pukul 21.00 WIB, akhirnya kajian ini ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Ustadz Sukidi dan ucapan terima kasih dari Panitia JIDAN.

DSC01214

Kegiatan Kajian Kristologi malam harinya


  • 0

Berlayar Bertemu Saudara di Kebumen

Category : AGENDA


DSC06050Acara perdana SKI Berlayar (Bersama Wilayah Dakwah Menyebar) yang bertemakan “Bersama Wilayah Satukan Langkah Rekatkan Ukhuwah” ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 6 Juni 2015 di Kampus PGSD Kebumen dengan jumlah peserta total sekitar 74 peserta (ikhwan dan akhwat) yang merupakan gabungan dari SKI Kentingan, SKI Pabelan, SKI Kleco dan SKI Kebumen yang juga menjadi tuan rumahnya.

Tujuan diadakannya SKI Berlayar ini disamping untuk mengunjungi dan menjalin silaturahmi dengan saudara kita yang ada di Kebumen kita juga bertujuan untuk dapat lebih mengenal dan mengakrabkan seluruh pengurus SKI FKIP UNS, disamping itu menyampaikan bagaimana garis komando yang ada di SKI FKIP UNS dan profil pengurus SKI FKIP UNS juga menjadi tujuan diadakannya SKI Berlayar. Dirangkai dengan kegiatan outbond dan upgrading pengurus SKI FKIP UNS.

Kegiatan SKI Berlayar ini dimulai tanggal 5 Juni 2015 pukul 18.30 WIB, peserta kumpul dan melakukan registrasi, dilanjutkan shalat isya berjama’ah di masjid Nurul Huda. Selepas shalat peserta melakukan kegiatan ”aku kau dan mushaf” yang terlebih dahulu peserta melakukan ta’aruf antara SKI Kentingan, SKI Kleco dan SKI Pabelan.

DSC05970

Perjalanan ke Kebumen dimulai pukul 22.30 WIB dan sampai pada pukul 02.30 WIB, dilanjutkan dengan Qiyamul Lail berjama’ah di kampus PGSD Kebumen. Seusai melakukan Qiyamul Lail, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Bopong untuk melakukan sholat subuh dan upgrading untuk semua pengurus SKI. Selesai upgrading, sekitar pukul 10.00 panitia dan seluruh peserta melakukan perjalanan kembali ke Kampus PGSD Kebumen yang kemudian dilanjutkan dengan ishoma sampai pukul 13.00 WIB.

Usai melakukan ishoma, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi inti oleh Ketua Umum SKI Kentingan akh Taufik Ahmad Fahrudin. Acara ini dimulai pukul 13.30 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB. Materi kedua tentang profil pengurus disampaikan oleh akh Cahyo dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Di sela-sela penyampaian materi 2 dan sesi tanya jawab, peserta rombongan SKI FKIP UNS dari Surakarta  mendapatkan sambutan spesial dari Bapak Drs. Imam Suyanto, M.Pd selaku Pembina SKI PGSD Kebumen. Beliau sangat senang dengan kedatangan para mahasiswa dari kampus pusat, yang beberapa hari sebelumnya BEM FKIP UNS juga telah melakukan kunjungan ke kampus PGSD Kebumen.

Acara ditutup pukul 17.00 WIB dengan pemberian kenang-kenangan untuk SKI Kebumen dan foto bersama. Setelah acara resmi ditutup, peserta melakukan ishoma. Pukul 19.00 WIB panitia dan peserta melakukan perjalanan pulang ke Kampus UNS. Melalui acara SKI Berlayar 2015 ini, SKI FKIP UNS berharap ukhuwah antar pengurus SKI FKIP di Kentingan, Kleco, Pabelan maupun Kebumen dapat terjalin lebih erat demi dakwah di FKIP UNS yang sinergis. []


  • 0

SKI SKIP UNS Tingkatkan Rasa Peduli bersama Solopeduli

Category : UMUM

Solopeduli

 

 

Jum’at (1/6), delegasi Humas SKI FKIP UNS melakukan kunjungan ke Kantor Pusat Solo Peduli, yang beralamatkan di Jl. Petir RT. 01 RW. XIV Gendingan, Jebres, Surakarta. Solo Peduli merupakan salah satu lembaga sosial NGO yang sudah banyak berkontribusi dalam kepedulian sosial di Surakarta. Kunjungan ini dalam rangka menjalin shilah ukhuwah, sebagai agenda rutin SKI FKIP UNS untuk memperkuat hubungan yang selama ini telah terjalin. Kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari perwakilan Solo Peduli yaitu Manager Fundraising, Harjito, S.Pd,I. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan secara umum profil Solo Peduli. Solopeduli memiliki 9 cabang di karesidenan Surakarta seperti di Solo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Boyolali dan Karanganyar.

Solo Peduli mencangkup tiga bidang kemasyarakatan utama yaitu bidang Dakwah, Pendidikan dan Kesehatan. Di bidang Dakwah ada beberapa paket yang disediakan oleh Solo Peduli diantaranya paket Surga Dhuafa (Santunan untuk Keluarga Dhuafa). Hanya dengan infak minimal Rp. 15.000 kita telah berpartisipasi dalam 10 Program Sosial seperti Sekolah Gratis, Layanan Ambulan Gratis, Siaga Bencana, Santunan Kesehatan Dhuafa, Klinik Ibu dan Anak dan lain – lain.

Solo Peduli juga mencangkup ke bidang Pendidikan. Di bidang ini Solo Peduli sudah menyediakan sarana dan prasarana yaitu Pesantren Yatim Dhuafa BAITURROHMAH. Pesanten ini merupakan pesantren gratis bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Program ini didukung dengan beberapa program pendidikan formal lain di tingkat SD, SMP dan SMK. SD —SDIT Smart Cendekia—, SMP —SMPIT Smart Cendekia— dan SMK —SMK Smart Informatika. Untuk SMK Smart Informatika memiliki fasilitas yang sangat meringankan siswanya yaitu gratis seluruh biaya pendidikan, gratis seragam sekolah, gratis buku dan modul dan dibantu biaya asrama dan biaya hidup untuk siswa luar kota.

Bidang ketiga yaitu bidang Kesehatan. Di bidang ini Solo Peduli menyediakan Klinik Ibu dan Anak Gratis yang bertempat sama dengan Kantor Pusat. Klinik ini memiliki 10 pelayan seperti Pemeriksaan Kehamilan, Persalinan Normal, Layanan Imunisasi, Pembinaan Spiritual dan lain – lain.

Dari berbagai program diatas, antusias warga sekitar terutama Solo sudah tinggi hanya kurang memahamkan saja tentang macam – macam zakat. Itu merupakan kendala yang saat ini

dihadapi oleh Solo Peduli. Solo peduli sendiri sudah mulai bekerjasama dengan beberapa lembaga dan organisasi mahasiswa untuk mengatasi masalah tersebut.

Solo Peduli sangat terbuka dalam bentuk kerjasama sponsorship, dengan pencantuman secara jelas di proposal seperti jumlah dan bentuknya misalkan 100 Al- Qur’an, dll. Acara pun di tutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari SKI FKIP UNS dan Solo Peduli.


  • 0

K_MAH CERIA “Muslimah Sejati, Pribadi Qurani”

11329664_824231150986450_776803659_nKajian Muslimah Cerdas Indah Akhlaknya (K_MAH CERIA) telah terlaksana pada hari Jumat, 29 Mei 2015, yang diselenggarakan oleh Kemuslimahan SKI FKIP UNS, bertempat di Aula KBM Lt.2. Kajian kali ini mengangkat Tema “Muslimah Sejati, Pribadi Qurani” Kajian ini disampaikan oleh ustadzah Sri Mulyani. Peserta terlihat antusias dengan kajian kali ini, Dengan dipandu oleh seorang pembawa acara. Kajian ini berlangsung dengan lancar. Ustadzah Sri Mulyani menyampaikan  kajian dengan menjelaskan,

Bahwa pada hakikatnya Menjadi Seorang Muslimah sejati, adalah seorang muslimah yang nantinya mampu menjadi pencetak generasi-generasi Qurani, mengapa demeikian ? karena sudah menjadi fitrahnya seorang wanita, adalah seorang yang akan melahirkan generasi hebat. Selain itu Ustadzah juga menyampaikan mengapa kita perlu meyakini Quran, ada beberapa fungsi Al Quran yaitu :

  1. Al Quran sebagai Huda (Petunjuk) , dengan Al Quran segala hal sudah diatur , jadi kita wajib mengikuti aturan-aturan Alloh yang ada didalamnya. Sebagai pentunjuk bagi manusia untuk megarahkan ke jalan kebaika
  2. Al Quran sebagai Bayan
  3. Al Quran sebagai Furqon (Pembeda) antara yang hak dan yang batil, tinggal kita memilih mana yang akan kita ikuti
  4. Al Quran sebagai Shifa (Penyembuh atau Obat) dengan Al Quranlah yang dapat dijadikan sebagai penyembuh dari segala penyakit bak itu penyakit fisik maupun penyakit hati
  5. Al Quran sebagai Rahmat (Kasih sayang)
  6. Al Quran sebagai Mau’idah Khasanah (Menjadi nasihat yang baik) bagi manusia

 

Dari begitu banyaknya fungsi Al Quran , Ustadzah Sri Mulyani juga menjelaskan beberapa Fardillah Al Quran diantaranya :

  1. Dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
  • Keimanan bisa berkurang jika kita melakukan hal-hal maksiat
  • Keimanan kita bertambah ketika kita melakukan amalan-alaman sholih
  1. Bahan renungan seseorang ketika bersedih
  2. Pengingat kebesaran Alloh

  • 0

KARDUS #4 “Pemahaman Sejati, Agama Hakiki”

Category : UMUM

jadiKajian Rutin Dua Minggu Sekali atau yang akrab dikenal dengan nama KARDUS yang ke-4 terlah terlaksana pada hari Kamis, 28 Mei 2015 dengan bertempat di Gelora Pendidikan FKIP UNS. Kardus pada kali ini mengangkat judul “Pemahaman Sejati, Agama Hakiki” dengan pembicara Ust. Anang dari Pesantren Mahaisiwa Ar-Royyan. Dipandu oleh seorang pembawa acara dan dibuka dengan pembacaan Ayat suci Al-Qur’an Kardus ini berlangsung dengan lancar.

Diawali dengan kalimat “Walaupun orang2 musyik membenci tapi Allah akan tetap menolong agama ini. Oleh karena itu berbahagialah sebagai umat muslim. Sesungguhnya umat muslim itu sudah diberi kemenangan” ust. Anang menjelaskan bahwa, Walau kita lihat saja Saudara kita di rohingya,Palestina, Suriya mereka kelihatannya tertindas, terusir tetapi Allah sudah menjanjikan kemenangan pada umat islam. Sesungguhnya kemenangan ada 2 yaitu : (1) Kemenangan dalam artian dhahir : perang, dakwah, (2) Kemenangan sejati : seorang muslim telah memenangkan akidahnya. Tidak menyekutukannya kepada siapapun. Walau sebenarnya tidak merdeka. Umat muslim tidak akan pernah kalah karena ketika berjihad dan kalah perang, maka mendapatkan syahid. Namun jika menang perang, maka akan mendapatkan kejayaan.

  • Allah akan ridha kepada kita jika kita :
    • Menghamba pada Allah tanpa menyekutukanNya pada siapapun.
    • Harus berpegang teguh pada tali agama Allah (persatuan) dan tidak bercerai berai. Sehingga, umat islam harus bersatu, saling menyemangati antara satu dengan yang lainnya. Dengan berjamaah kita akan terjaga.
    • Saling memberi masukan atau nasehat saling mengingatkan kepada orang-orang yang mengatur urusan kaum muslim.
  • Landasan kita beragama ada 2 yaitu ikhlas dan meneladani Rasul.
  1. Niat apakah niat kita sudah bertujuan untuk Allah? Apakah niat untuk melakukan kebaikan kita sudah ikhlas? Dengan ikhlas, niat kita menjadi benar.
    • Manusia diciptakan oleh Allah untuk menghamba kepada Allah sesuai dengan QS Adz Dzariyat : 56
    • Tiada sesembahan selain Allah, jadi Allah harus diprioritaskan
    • Ketika beribadah kepada Allah tidak hanya ritual saja. Jika kita sholat hanya asal2an saja apakah kita sudah memprioritaskan Allah??
    • Beriman dan bertaqwa semaksimal kita
    • Jadi dengan kita ikhlas, maka kita akan merelakan waktu kita untuk menjalankan ibadah kepada Allah
    • Keikhlasan kita akan menunjukkan kualitas kita sebagai orang yang berkomitmen.
  2. Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Kita tidak hanya sekedar percaya bahwa nabi Muhammad utusan Allah tapi kita harus meneladani Rasulullah karena yang membawa agama ini adalah Rasulullah jadi kita juga harus meneladani Rasulullah.

 

Demikianlah sekitas materi KARDUS #4 dengan judul “ Pemahaman Sejati Agama Hakiki”.

Ikuti terus kajian rutin ini setiap hari Kamis dua minggu sekali yang dilaksanakan di lingkungan FKIP UNS. Semoga dapat menambah wawasan ilmu kita dan bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat.


  • 0

Berbagi Inspirasi, SKI FKIP UNS dan SKI FSSR UNS Jalin Silaturahmi

Category : UMUM

 

Jum’at, 22 Mei 2015 Sentra Kegiatan Islam (SKI) FKIP UNS menerima kunjungan silaturahmi dari SKI FSSR UNS. Bertempat di aula gedung grha UKM FKIP, acara kunjungan diikuti hampir 50 orang yang terdiri dari 13 orang ikhwan dan 34 orang akhwat, baik dari SKI FKIP sendiri maupun dari SKI FSSR.

Dipandu oleh akh Amri Haq sebagai pembawa acara (MC), acara dimulai sekitar pukul 13.30 WIB, dibuka dengan membaca basmalah dan dilanjutkan pembacaan tilawah oleh akh Ibrahim Hasan. Setelah acara dibuka, sambil menyantap snack yang disediakan panitia, kegiatan diisi dengan sambutan dari ketua umum SKI FKIP akh Taufik Ahmad Fahruddin, dengan presentasi profil dan pemaparan program kerja SKI FKIP dan disusul dengan sambutan ketua umum SKI FSSR akh Sukindar Juliunda yang juga memaparkan beberapa kegiatan yang ada di SKI FSSR. Meskipun berasal dari organisasi yang berbeda, namun peserta merasa sudah akrab karena diselingi dengan gurauan dari pembicara.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi utama, yaitu sharing dari masing-masing peserta. Acara utama ini dibuka oleh MC dengan memberi 2 kesempatan bertanya bagi peserta ikhwan maupun akhwat. Pertanyaan pertama datang dari peserta SKI FSSR yang menanyakan mengenai Kantin Kejujuran yang dirasa sering mengalami kerugian. Pertanyaan ini langsung dijawab oleh akh Taufik, “Sebenernya SKI FKIP juga mengalami masalah yang sama, yaitu sering rugi”. Jawaban ini disambut dengan tawa dari semua audience yang hadir. “Tujuan adanya kantin kejujuran adalah membangun karakter baru (kemudian) profitnya.  Tidak dipungkiri bahwa Kantin Kejujuran juga ikut andil dalam menopang finansial SKI FKIP. Saat ini sudah ada tiga tempat, yaitu sekre, perpus SKI dan gedung B”, lanjutnya.

Pertanyaan kedua yaitu tentang keberjalan Forum Angkatan. Akh Taufik pun memberi penjelasan bahwa,  “Sampai sekarang alhamdulillah masih berjalan, beberapa saat lalu FORMATIF (nama forum angkatan 2014) melakukan launching dengan membagikan puding gratis sebanyak 1000 puding. Dan semester kemarin HAMMASAH (nama forum angkatan 2013) merilis loose leaf dengan desain sendiri”.

Pertanyaan terakhir yaitu tentang kemungkinan membuat SKI di kampus POK (Manahan). Ketua Umum SKI FKIP menjawab dengan mengutip quotation, “Kejayaan dimulai dari Masjid”. ”Jadi kita mencoba hal itu karena itu adalah jalan yang paling mudah. Dimulai dengan meramaikan masjid di sana, sehingga sampai di mana mereka membutuhkan takmir, lalu DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) yang kemudian dari situ akan dibuat sie kerohanian. Saat ini kita masih dalam proses ke situ” lanjutnya. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB dan sudah masuk waktu Ashar. Kegiatan pun diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari SKI FSSR dan ditutup oleh akh Amri selaku MC dalam acara SKI Berpetuah ini. Tak lupa semua peserta ikhwan menyempatkan untuk berfoto bersama terlebih dahulu sebelum pulang. Melalui kegiatan silaturahmi ini kedua pihak sama-sama berharap agar ukhuwah antar sesama LDF di UNS dapat terjalin lebih erat.[ibrahim]