Ketika Kita Berkomunikasi dengan Lawan Jenis

Assalamuallikum… sobat semua !

Di era sekarang ini tentunya tidak dapat dipungkiri, cukup sulit pergaulan lawan jenis dipisahkan. Banyak kasus yang tidak dapat dihindarkan, seperti bagaimana cara kita menghadapi para akhwat atau ikhwan di kampus, ketika praktikum dan kuliah sering ketemu, kalau diskusi tutorial apalagi? Atau kita tidak perlu lihat mukanya? Atau ngomong sambil lihat bawah terus? Atau nengok ke atas terus? Atau bicaranya posisi bersampingan?

.

Atau istilah “penjahat ta’aruf” dan “ahlun nadzor” di sosial media, itu tu ikhwan gadungan yang sering goda akhwat lewat inbox atau komenan. Ikhwan gadungan yang jadi “mendadak usatdz” karena sering udpate status agama dan nasehat, sering buat “note copas”, tanpa cantumkan sumber, yang kalau kita cari digoogle ternyata tulisan orang lain. Nah yang seperti ini sering cari temen akhwat ajak ta’aruf trus minta tukeran foto, kalo jelek menurut dia, ya sudah ditinggalin, makanya disebut “ahlun nadzor “.

.

Islam tidak membebaskan akhwat dan ikhwan khususnya yang bukan mukhrim untuk bergaul seenaknya sendiri, ada batasan atau aturan yang perlu diperhatikan. Mengapa demikian? Karena ada bahaya besar jika aturan tersebut diabaikan, yakni perzinaan, sebuah dosa besar yang akibatnya bisa ditanggung bukan hanya pelaku saja namun dapat berakibat pada keturunannya.

Meminimalkan ikhtilath

Hal ini sudah tercermin dalam ajaran Islam yaitu ketika shalat, orang datang dengan tujuan beribadah dan khusyu’, maka dipisahkan antara shaf laki-laki dan wanita bahkan diberi hijab agar tidak bisa melihat satu dengan yang lain. Karena awal dari fitnah adalah pandangan. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Ali,

يَاعَلِىُّ لاَ تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الآخِرَةُ

“Wahai `Ali, Janganlah kamu ikuti pandangan (pertama) itu dengan pandangan (berikutnya). Pandangan (pertama) itu boleh buat kamu, tapi tidak dengan pandangan selanjutnya.” (HR. Abu Dawud no.2134, dihasankan oleh Syaikh Albani)

Mencegah khalwat

Begitu juga mencegah khalwat (berdua-duan laki-laki dengan wanita tanpa mahram Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لايخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما

“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad 1/18, Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah 1/792 no. 430)

Tidak bersentuhan fisik

Sentuhan fisik antara lawan jelas dapat menstimulus syahwat. Oleh karena itu, perlu menahan diri untuk tidak menyentuh lawan jenis.

Aisyah ra. Berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari)

Tidak melembutkan suara atau membuat-buat dalam berbicara.

Bagi akhwat, janganlah membangkitkan syahwat kaum adam dengan cara membuat-buat dalam pembicaraan (sengaja melembutkan suara), berbicaralah sewajarnya.

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab:32).

Solusi ringkas

  • bergaul dan berinteraksi secukupnya dan secukupnya dengan lawan jenis
  • tidak banyak mengikuti kegiatan yang banyak bercampur-baur dengan lawan jenis
  • jika terpaksa berbicara dengan lawan jenis usahakan “biasa saja” tidak tunduk terus atau lihat atas terus, agar orang awam tidak merasa tersinggung atau dianggap aneh atau bahkan bisa lawan jenis menjadi Ge-Er. Sambil berusaha berdoa kepada Allah agar diberikan kemudahan dan keselamatan hati.
  • hendaknya tidak menyimpan nomor Hape lawan jenis jika tidak ada kepentingan sama sekali, apalagi mencari diam-diam nomor hape wanita yang menjadi incarannya.
  • tidak perlu memberi komentar kepada status, twit, atau chat lawan jenis non-mahram apabila tidak penting.
  • jangan sering membahas dan membicarakan lawan jenis yang tidak berguna.

Sumber: Bagaimana Berinteraksi Dengan Lawan Jenis Di Dunia Nyata Maupun Maya _ MuslimAfiyah.mhtml http:/izi.or.id/adab-bergaul-dengan-lawan-jenis/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *