Kuliah libur? Ibadahnya?

Assalamu’alaikum ikhwah  fillah..

Tak terasa kuliah di semester  genap sudah berada di peghujung waktu.  4 bulan kita berkuliah telah usai sekarang dan kini libur telah tiba. Walaupun libur telah tiba, akan tetapi jangan sampai kita kehilangan keistiqomahan ibadah yang sudah kita bangun selama berkuliah. Karena tuhan kita Allah wa jalla, menyukai ibadah yang dilakukan secara kontinu. Seperti yang dikatakan dalam sebuah hadits :

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. (HR. Muslim no.783)

Lalu bagaimana cara agar kita dapat tetap menjaga keistiqomahan ibadah kita semasa liburan? Berikut tips-tips agar keistiqomahan ibadah kita terjaga selama liburan :

1. Senantiasa berdzikir dan mengingat Allah

Berdzikir merupaka salah satu cara agar kita bisa menjaga ibadah kita. Karena degan berdzikir kita mengingat Allah. Berdzikir juga merupakan suatu ibadah. Jadi dengan senantiasa berdzkir kita uga menambah ibadah kita semasa liburan. Berdzikir tidak hanya melulu duduk diam dan menyeut asma Allah saja. Ada banyak sarana untuk berdzikir, karena pada hakikatnya berdzikir adalah mengingat Allah. Sarana berdzikir antara lain : menonton kajian, membaca buku islami, membaca Al Qur’an, tadabbur alam, dll.

2. Mengingat janji Allah pada orang yang senantiasa beribadah dan berbuat kebaikan.

Ikhwah fillah yang dirahmati oleh Allah Swt, dalam AL Qur’an, Allah telah menjanjikan balasan-balasan yang luar biasa bagi orang-orang beriman dan orang-orang yang senantiasa beribadah dan berbuat kebaikan. Salah satunya seperti yang diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ، أَمْلأْ صَدْ رَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَكَ شُغْلاً، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكْ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)” (Al-Musnad, no 8681, 16/284 ; Jami’ut Tirmidzi, Abwabul Shifatil Qiyamah, Bab no. 2584, 7/140 dan lafazh ini miliknya ; Sunan Ibni Majah, Abwabuz Zuhd, Al-Hammu bid Dunya, no. 4159, 2/408 ; Al-Mustadrak ‘Alash Shahihain, Kitabut Tafsir, 2/443.)

Bagaimana ikhwah? Masya’allah sekali balasan yang dijanjikan oleh Allah.

3. Ingat, jangan jadi orang yang merugi.

Agar kita tidak menjadi orang yang merugi, mari kita jaga ibadah kita. Tertulis dalam QS. Al ‘Asr : 1-3

وَٱلۡعَصۡرِ ١  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al-Ashr:1-3)

.

Saudara saudari ku yang seiman dan seperjuangan. Tidak ada ruginya kita menjaga keistiqomahan ibadah kita. akan tetapi keberuntunganlah yang insya’allah kita dapat dengan menjaga ibadah kita. jadi, mari kita semua menjaga keistiqomahan ibadah kita. dan juga kita saling mengingatkan untuk beribadah satu sama lain. Syukur-syukur kita bisa mengajak saudara kita yang lain untuk menambah ibadahnya.

Sekian, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah dan bisa khusnul qotimah sampai akhir nanti.

Wassalamua’laikum warahmatullah wabarakatuh..

Leave a Reply