MACAM-MACAM SANAD HADITS

Islam adalah agama yang menjamin keselamatan bagi seluruh manusia karena di dalamnya terdapat aturan-aturan yang sudah berlaku. Maka, sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim bahwa di dalam menjalani kehidupannya hanya berpedoman kepada dua perkara yang dijamin tidak akan tersesat, yaitu Al-Qur’an dan Hadits. Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam yang mutlak kebenarannya sehingga wajib bagi kita untuk kita mengimaninya. Selain itu, kita juga memiliki sumber ajaran kedua, yaitu Hadits. Hadits adalah ucapan, perbuatan, dan ketetapan yang berasal dari Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini, penulis akan membahas mengenai salah satu ilmu yang terdapat di dalam hadits, yaitu sanad hadits.

Menurut bahasa, sanad artinya “menjadi sandaran”, “tempat bersandar”, “sesuatu yang dapat dipercaya”. Menurut istilah, ilmu sanad adalah “rangkaian urutan orang-orang yang menjadi sandaran atau jalan yang menghubungkan satu hadits sampai pada Nabi Muhammad SAW”. Sanad menurut istilah ahli hadits yaitu “mata rantai para periwayat hadits yang menghubungkan sampai kepada  matan hadits”. Menerangkan rangkaian urutan sanad suatu hadits disebut isnad. Orang yang menerangkan sanad suatu hadits disebut musnid. Sedangkan hadits yang diterangkan dengan menyebutkan sanadnya sehingga sampai kepada Nabi Muhammad SAW disebut musnad.

Contoh:

، شِهَابٍ  ابْنِ  عَنِ ، عُقَيْلٌ حَدَّثَنِي :قَالَ ، اللَّيْثُ حَدَّثَنِي: قَالَ ،عُفَيْرٍ بْنُ سَعِيدُ حَدَّثَنَا

اللَّهُ صَلَّى اللَّهُ  رَسُولَ سَمِعْتُ: قَالَ ، عُمَرَ  ابْنَ أَنَّ ، عُمَرَ بْنِ اللَّهِ عَبْدِ بْنِ حَمْزَةَ عَنْ

   الرِّيَّ لَأَرَى إِنِّي حَتَّى فَشَرِبْتُ ، لَبَنٍ بِقَدَحِ أُتِيتُ ، نَائِمٌ أَنَا بَيْنَا : قَالَ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ

؟اللَّهِ رَسُولَ يَا أَوَّلْتَهُ فَمَا:قَالُوا الخَطَّابِ بْنَ عُمَرَ فَضْلِي أَعْطَيْتُ ثُمَّ ، يأَظْفَارِ فِي يَخْرُجُ

(يالبخار)  العِلْمَ : قَالَ

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin ‘Ufair berkata, Telah menceritakan kepadaku Al-Laits berkata, Telah menceritakan kepada ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari Hamzah bin Abdullah bin ‘Umar bahwa Ibnu ‘Umar berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Ketika aku tidur, aku bermimpi diberi segelas susu lalu aku meminumnya hingga aku melihat pemandangan yang bagus keluar dari kuku-kukuku, kemudian aku berikan sisanya kepada sahabat muliaku Umar bin Khathab”. Orang-orang bertanya: “Apa ta’wilnya wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab: “Ilmu”. (HR. Bukhari)

Dari contoh hadits diatas, yang dinamakan sanad adalah:

، شِهَابٍ  ابْنِ  عَنِ ، عُقَيْلٌ حَدَّثَنِي :قَالَ ، اللَّيْثُ حَدَّثَنِي: قَالَ ،عُفَيْرٍ بْنُ سَعِيدُ حَدَّثَنَا

اللَّهُ صَلَّى اللَّهُ  رَسُولَ سَمِعْتُ: قَالَ ، عُمَرَ  ابْنَ أَنَّ ، عُمَرَ بْنِ اللَّهِ عَبْدِ بْنِ حَمْزَةَ عَنْ

: قَالَ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin ‘Ufair berkata, Telah menceritakan kepadaku Al-Laits berkata, Telah menceritakan kepada ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari Hamzah bin Abdullah bin ‘Umar bahwa Ibnu ‘Umar berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

Ditinjau dari segi kualitas hadits, terdapat tiga macam hadits, yaitu hadits shahih, hadits hasan, dan hadits dla’if. Dalam hal ini, hadits shahih memiliki syarat-syarat yaitu perawinya adil, perawinya dlabit, sanad haditsnya bersambung (muttashil), tidak terdapat cacat, dan tidak terdapat kejanggalan. Hadits hasan memiliki syarat-syarat yaitu perawinya adil, perawinya agak dlabit, sanad haditsnya bersambung (muttashil), tidak terdapat cacat, dan tidak terdapat kejanggalan.  Sedangkan, hadits dla’if memiliki syarat-syarat yaitu perawinya tidak adil, perawinya tidak dlabit, sanad haditsnya terputus (munqathi’), terdapat cacat, dan terdapat kejanggalan.  Maka, yang dapat kita jadikan sebagai hujjah adalah hadits yang memiliki sanad yang bersambung, yaitu hadits shahih dan hadits hasan. Sedangkan, hadits dla’if tidak dapat dijadikan sebagai hujjah karena terdapat sanad yang terputus.

Demikian artikel yang dapat penulis sampaikan mengenai sanad hadits. Semoga menjadikan kita lebih semangat di dalam menuntut ilmu agar mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin yaa robbal ‘alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *