Profil SKI FKIP UNS 2017

  • 0

Profil SKI FKIP UNS 2017

Tags :

Category : LEMBAGA

  1. Nama UKM

Sentra Kegiatan Islam (SKI) FKIP UNS

 

  1. Visi dan Misi
    1. Visi

Lembaga Dakwah Fakultas yang bermanfaat dan mampu mewarnai kehidupan masyarakat kampus dengan nilai-nilai Islam

  1. Misi
    1. Mewujudkan kesolidan pengurus : Organisasi yang memiliki visi misi yang sama dan rasa kesatuan pengurus yang kokoh
    2. Meningkatkan profesionalitas kerja lembaga : organisasi yang memiliki pengelolaan administrasi yang baik dan bekerja sesuai dengan SOP yang ada
    3. Mengoptimalkan pengelolaan kaderisasi. : Organisasi yang mampu melakukan perekrutan, pembinaan serta pengkaryaan yang baik dan terstruktur
    4. Mengoptimalkan syiar lembaga : organisasi yang mampu menyampaikan dakwah islam melalui berbagai sarana, seperti : media cetak, media elektronik, kajian, dan layanan umat
    5. Mengoptimalkan penjagaan dan perluasan jaringan untuk mendukung syiar lembaga : Organisasi yang mampu menjaga hubungan yang baik dengan jaringan yang sudah ada dan mampu memperluas jaringan dalam rangka mendukung syiar lembaga

 

  1. Deskripsi Singkat Lembaga

SKI FKIP UNS merupakah lembaga dakwah yang bergerak dalam lingkup fakultas atau biasa disebut dengan LDF. Pada periode 2017 ini, SKI FKIP UNS terdiri dari 9 bidang, yaitu Kesekretariatan, Bendahara, Pembinaan, Kaderisasi, Syiar, Media, Sosial Masyarakat, Hubungan Masyarakat, dan Nisaa’. Program Kerja SKI FKIP UNS diataranya adalah mengajar TPA, seminar TAT, kajian muslimah, kajian umum sebulan sekali, kajian keliling prodi, kajian pengurus, Islamic Week, Training Pemuda Islam, dll.

 

  1. Media social
    1. Web : ski.fkip.uns.ac.id
    2. Twitter : @skifkip_uns
    3. Instagram : SKIFKIPUNS
    4. Facebook : Ski Fkip Uns
    5. Fanspage : SKI FKIP UNS
    6. You tube : SKI FKIP UNS
    7. Email : fkipski@gmail.com
  2. Kontak person
    1. Putra: 081225123070 (Burhan)
    2. Putri: 089669702952 (Sutarni)

 

  1. Kegiatan terdekat
    1. Jas UKM

Jalinan Silaturahim Antar Unit Kegiatan Mahasiswa

 

  1. GO BUS SKI

Grand Opening Belajar Usaha Bersama SKI

 

  1. Penghargaan
    1. Juara 3 Lomba Futsal yang diadakan FSLDK tahun 2016
    2. Juara 2 Lomba Futsal antar UKM yang diadakan Peron tahun 2017

 

  1. Foto

  • 0

Lomba Poster Hari Guru

Salah milih warna, badalah… Eeh, astaghfirullah.

Begitu salah satu celetukan teman peserta dari prodi Pendidikan Seni Rupa yang sedikit ‘sungkan-sungkan’ di tengah SKI. Seketika membuat kami tertawa bersama. 😀

24 November 2015, sore, lomba poster diselenggarakan SKI FKIP UNS dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional. Salah satu bentuk apresiasi SKI untuk guru-guru yang tulus berjuang meski tak mendapat banyak uang, untuk guru-guru yang selalu sabar mendidik tanpa obsesi gaji naik. Lomba poster ini dilaksanakan di lobi gedung D FKIP UNS, pukul 16.00 acara dimulai. Waktu maksimal pembuatan poster adalah 2 jam. Peserta yang didominasi oleh prodi Pendidikan Seni Rupa tampak antusias menggoreskan ekspresi mereka di kertas A3 yang panitia sediakan.

Selain diiringi hujan yang menyejukkan, untuk menemani peserta yang sedang membuat karya, panitia mengadakan bincang-bincang ringan dengan mendatangkan 2 tokoh di UNS, yaitu Doni Wahyu Prabowo, presiden BEM UNS 2016 terpilih dan Dwi Handoyo Putro, Kepala Bidang Kominfo JN UKMI UNS, yang kami mintai opininya mengenai lomba poster Hari Guru Nasional, peran mahasiswa, dan karya seni yang digabungkan sebagai upaya dakwah. Hingga mendekati maghrib, hujan telah reda, tampak peserta sudah hampir menyelesaikan karyanya.

2 jam pengerjaan karya berlalu dan peserta harus segera mengumpulkan poster buatan mereka. Candaan-candaan dari mahasiswa Seni Rupa yang kadang out of the box sempat muncul disela-sela pengumpulan karya. Acara ditutup dan dilanjutkan dengan shalat Maghrib bersama-sama.

Pemenang akan diumumkan setelah penjurian dan pameran. Penasaran siapa pemenangnya? Tunggu hasilnya hari Jumat nanti. 🙂

[r]


  • 0

SKI ‘Berpetualang’ ke IAIN Surakarta

Sentra Kegiatan Islam (SKI) FKIP UNS telah mengadakan kunjungan silahturrahim ke Lembaga Dakwah Kampus (LDK) IAIN Surakarta pada Sabtu, 31 Oktober 2015. Kunjungan diikuti kurang lebih 50 orang, dari SKI FKIP UNS dan LDK IAIN Surakarta. Pertemuan dilaksanakan di Masjid Al-Bukhari IAIN Surakarta.

Selayaknya acara kunjungan, acara dibuka dengan bacaan basmalah kemudian pembacaan tilawah dari pihak IAIN dan dilanjutkan dengan sambutan dari ketua umum IAIN Surakarta, Muhammad Nurul Ihsan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan singkat tentang lembaga dakwah masing-masing kampus. Dimulai dari ketua umum IAIN memaparkan bidang-bidang yang ada di LDK IAIN Surakarta kemudian dilanjutkan oleh ketua umum SKI FKIP UNS, Taufik Ahmad Fahrudin. Sampai akhirnya masuk ke acara inti, yaitu diskusi. Acara diskusi dilakukan secara terpisah antara ikhwan akhwat. Setelah mendapatkan arahan dari MC, masing-masing melingkar untuk memulai diskusi. Diawali oleh sambutan singkat dari pihak IAIN, acara diskusi dimulai. Diawali dengan memaparkan program kerja di masing–masing perwakilan dari tiap bidang dan departemen. Baik pihak SKI FKIP UNS maupun IAIN Surakarta saling mengajukan pertanyaan. Acara ini berlangsung dengan ketatnya karena antusias penanya yang tinggi dan respon yang memuaskan.

Tidak terasa hingga di ujung acara, karena keterbatasan waktu, acarapun harus diakhiri. Setelah ditutupnya acara oleh MC, acara terakhir adalah sesi foto bersama di halaman masjid Al-Bukhari. Harapan diadakannya acara kunjungan ini adalah semakin eratnya jalinan ukhuwah dari dua lembaga dakwah dan juga berbagi perkembangan dakwah di masing-masing lembaga. [Adhe]


  • 0

TAT: “Making Leader Maker” dengan Jalan Kenabian

Category : AGENDA

 

Dwi Budiyanto menarik perhatian peserta TAT.

Dwi Budiyanto menarik perhatian peserta TAT.

The Art 0fTeaching, Seminar Nasional Pendidikan yang diadakan oleh SKI FKIP UNS. Dilaksanakan di Aula Fakultas Hukum, pada tanggal 18 April 2015. Acara dimulai pada pukul 8.45 WIB, dibuka oleh MC, Dede Rusmana dan Akbar Bagus Wicaksono. Acara dilanjutkan Tasmi’ oleh dek Muhammad dan Abbas QS. An-Naba’. Setelah itu sambutan Ketua Umum SKI FKIP UNS 2015 Taufik Ahmad Fahrudin. Dalam sambutannya, Ketua Umum SKI FKIP 2015 mengungkapkan bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang peduli dengan pendidikan. Kewajiban kita sebagai calon pendidik adalah untuk berkontribusi.” Dilanjutkan oleh sambutan dari Pembina SKI, Pak Moh. Muchtarom, S.Ag, M.SI. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan bahwa Rasulullah SAW adalah pendidik yang mampu memanusiakan manusia. Tujuan pendidikan adalah untuk membentuk manusia-manusia yang seutuhnya. Pendidik sebagai ujung tombak pendidikan Indonesia bertugas untuk mengubah pendidikan menjadi yang lebih baik, langkah awalnya adalah memperbaiki mindset pendidik. Salah satu faktor keberhasilan pendidikan di Indonesia adalah guru. Guru dapat mendidik siswanya melalui pendekatan positif terhadap semua siswanya. Mengubah mindset pendidik untuk menekankan dalam pembentukan karakter dan moral anak didiknya.

Menjadi guru bukanlah hal yang mudah, tidak sembarang orang bisa menjadi guru. Sebagai seorang guru yang cerdas, hendaknya mencontoh cara mendidik ala Rasulullah. Karena setiap sentuhan dan perbuatan Rasulullah menjadi tuntunan dan tauladan bagi orang lain. Menjadi seorang guru juga harus menanamkan sikap kejujuran kepada peserta didiknya walaupun sedang tidak diawasi.

Pada pukul 09.15 WIB Doni Wahyu Prabowo (Presiden BEM FKIP UNS) sebagai moderator memulai memandu acara. Kondisi pendidikan di Indonesia sekarang tidak mengutamakan pendidikan agama namun justru malah meniru pendidikan orang barat. Jika seorang pendidik mendidik dengan cara Nabi, maka para penerus bangsa akan menjadi penerus yang terbaik sesuai dengan tauladan Rasulullah. Orang-orang cerdas sekarang tidak didasarkan dengan moral namun dengan intelektual.

Moderator memperkenalkan profil pembicara tunggal, pada seminar The Art of Teaching tahun ini, yaitu Dwi Budiyanto, S.Pd.,M.Hum yang merupakan penulis Buku Prophetic Learning. Pembicara mengawali materi dengan pemanasan senam otak. Dilanjutkan ke materi.

Bagaimana model sekolah unggul ?

Sekolah unggul           : sekolah yang mendapatkan akreditasi A+ dari Dinas Pendidikan.

Sekolah unggul           : sekolah yang mempunyai fasilitas yang memadai

Sekolah unggul           : sekolah yang siswa-siswinya adalah anak-anak dengan nilai masuk tertinggi. Sekolah itu sangat ketat dalam penerimaan siswa baru.

Belum tentu. Dari kriteria di atas belum tentu sebuah sekolah bisa dikatakan unggul. Karena sekolah yang unggul adalah bagaimana guru (pendidik) dan sekolahannya efektif.

Classroom Management :

  1. Keefektifan
  2. Sekolah tidak efektif dan guru juga tidak efektif.
  3. Sekolah efektif dan guru tidak efektif.
  4. Sekolah efektif dan guru efektif.
  5. Sekolah tidak efektif dan guru efektif.

Menurut survei, bahwa sekolah dan guru yang efektif akan menjadikan sekolah tersebut unggul dan mencetak gnerasi yang baik. Guru yang berkualitas itu mampu meningkatkan kualitas siswanya. Karena guru adalah yang paling mempengaruhi perkembangan siswa-siswinya.

Dasar yang dimiliki seorang guru :

  1. Motif dan orientasi
  2. Kompetensi

tat

  1. Guru Inspiratif : mempunyai motif dan kompetensi yang baik.
  2. Guru Oportunis : mempunyai kompetensi yang baik, namun tidak mempunyai motif yang jelas.
  3. Guru Administratif : tidak mempunyai motif dan kompetensi yang jelas.
  4. Guru kurang kompeten : mempunyai motif yang jelas, namun tidak mempunyai kompetensi yang baik.

Pengajar bertugas untuk transvering knowledge dan skill. Tetapi seorang guru adalah bertugas untuk mentransfer dan menanamkan keyakinan sikap, motivasi, dan perilaku yang baik kepada murid-muridnya. Guru bisa bertugas 24 jam.

Secangkir Inspirasi dari Andy F Noya dan seorang guru SD “Kamu anak pandai, nak. Suatu hari kelak kamu akan berhasil. Dan kepandaianmu mengarang, nanti besar kamu bisa jadi pengarang atau wartawan.” Kata Bu Guru Ana pada Andi F Noya kecil. Dari perkataan dan do’a dari Bu Guru Ana tersebut, sekarang Andi F Noya menjadi wartawan dan presenter di salah satu Station televisi Indonesia.

Yang harus dimiliki guru adalah :

  1. Guru yang benar cara pandangnya.
  2. Guru yang mempunyai visi yang hidup.

Seni membentuk orang Prophetic Learning:

  1. Learning
  2. Leading
  3. Serving
  4. Inspiring

Seseorang yang mempunyai orientasi dan tujuan yang jelas, maka melakukan hal apapun menjadi menyenangkan. Ada 2 sikap seorang guru yaitu :

  1. Guru yang tegas namun tidak akrab.
  2. Guru yang akrab namun tidak tegas.

“Guru tidak hanya di rumah dan di keluarga, namun guru yang selalu ada 24 jam.”

Kesamaan visi sekolah dan visi orang tua adalah keinginan setiap orang tua. Menyiapkan pendidikan untuk menjadikan leader-leader yang berkualitas. Menyiapkan guru yang berkualitas dan menyuplai kebutuhan mereka. Seorang leader tidak harus berada di puncak tertinggi, namun jika di depan menjadi pemimpin. Jika di belakang menjadi pendorong yang kuat.

Yang harus ditanamkan orang tua:

  1. Menanamkan kedekatan anak-anak kepada Allah, kemudian kedua Qur’an.
  2. Bangun kesadaran anak-anak untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

  • 0